Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Nasib keturunannya


__ADS_3

Tyrian membuka matanya, bukan lagi tanah lapang yang indah yang dia lihat. Tyrian melihat dinding berwarna putih yang dia yakini adalah kamar pribadinya. Kamar pribadi yang terpisah dari kamar sang istri. Takut jika penyakitnya bisa menular, Tyrian yang awalnya di rawat di kamar bersama sang istrinya, kemudian dipindahkan ke kamarnya sendiri.


Tyrian merenungkan pembicaraan nya dengah Clause dalam mimpinya tadi. Sebuah mimpi yang terasa nyata seperti benar-benar terjadi di dunia nyata. Banyak hal yang Claus katakan termasuk dengan cara dimana Tyrian bisa mendapatkan petunjuk tentang cara mengubah takdirnya.


" Satu hal yang tidak akan bisa diubah, Tyrian... Akhir dari hidup mu, akan tetap terjadi karena perjanjian mu dengan ku.."


Ucapan Claus yang satu ini, terus terngiang di telinga Tyrian. Rupanya, di kehidupan yang sama dengan Alaglosa yang berakhir meninggal, Tyrian pun juga berakhir sama. Karena racun yang dia konsumsi menggerogoti tubuh bagian dalamnya, dan atas perjanjiannya dengan Hydragoneus yang meminta setengah soul stone milik Tyrian, akhirnya Tyrian tidak mampu lagi bertahan.


Kecewa, ya saat ini Tyrian sangat kecewa atas takdir yang menimpanya. Bagaimana bisa dia kembali harus berpisah dengan wanita yang selalu dia cintai di kehidupan manapun setelah akhirnya mereka berhasil bersama. Benarkah tidak ada harapan untuk keduanya bersama. Apakah mereka tidak berjodoh sehingga perjalanan cinta mereka tidak sama sekali bisa disatukan.


Siapa yang patut disalahkan dan dibenci oleh Tyrian atas apa yang menimpa dirinya dan Alaglosa. Bukankah dewa ada untuk disembah kemudian mengabulkan permintaan makhluk yang mereka ciptakan. Tapi kenapa seakan dewa tidak mau mengabulkan doa Tyrian yang selalu menyebut nama Alaglosa. Takdir sungguh kejam.


Ceklek..


Suara pintu dibuka mengalihkan perhatian Tyrian yang awalnya hanya menerawang jauh sambil melihat langit-langit kamarnya. Zeco masuk, membawa nampan yang berisi bubur dan beberapa obat untuk Tyrian. Jika kemarin Tyrian masih semangat untuk meminum obat, namun sekarang setelah tahu apa yang terjadi, dia enggan untuk meminum obatnya. Rasanya tidak akan ada gunanya meski banyak obat yang akan Tyrian konsumsi.


" Makan dan minum obat dulu, ya.. " Ucap Zeco. Tapi Tyrian dengan cepat menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Kenapa? " Tanya Zeco sedikit heran dengan tingkah adiknya. Biasanya adiknya ini paling semangat untuk makan dan minum obat agar cepat sembuh. Tapi sekarang, semangat itu rasanya sudah menghilang entah kemana.


" Percuma.. Aku tidak akan sembuh.. " Ucap Tyrian lirih.


" Tidak ada yang tidak mungkin Tyrian.. Jangan menyerah.. " Zeco menatap Tyrian sendu.


" Takdir tidak akan bisa diubah, kau pasti tahu hal itu kan.. " Zeco mengangguk.


" Takdir ku tidak akan pernah bisa bahagia bersama dengannya.. Lucu sekali bukan, disaat kami bersama tapi kami kembali dipisahkan oleh takdir.. Kenapa dewa begitu membenci kami.. " Keluhan Tyrian.


Zeco terkejut ketika Tyrian mengatakan tentang mimpinya, apakah benar bisa terjadi hal seperti itu, Zeco tidak bisa menyimpulkan apakah mimpi Tyrian benar adalah suatu hal yang nyata atau hanya bunga tidur saja. Sepertinya Zeco harus menemui seseorang yang bisa menjawab semua pertanyaannya.


" Aku akan pergi menemui orang itu.. Aku akan cepat kembali dan membawa kabar untuk menyembuhkan penyakit mu.. Bisakah kau berjanji untuk menunggu ku hingga kembali? " Zeco sudah menetapkan hatinya untuk melakukan apa yang dia bisa lakukan demi menyelamatkan Tyrian. Meski akhirnya dia harus berkorban sesuatu yang paling berharga baginya.


" Tidak.. Menemui orang itu hanya akan membuat mu tidak bahagia.. Biarkan saja semuanya seperti ini, kita tidak bisa mengubah takdir.. " Tyrian menolak.


" Maaf.. Tapi tidak ada yang lebih penting dari nyawa adik ku.. Maaf, aku akan tetap pergi.. " Batin zeco berpamitan.

__ADS_1


Setelah pagi itu, Tyrian tidak pernah lagi bertemu dengan Zeco. Menurut apa yang dikatakan oleh para pelayan juga Alaglosa, kakak Tyrian ini tengah menggantikan tugas Tyrian untuk mengurus pasukan Tyrian. Tapi benar atau tidak, Tyrian tidak bisa memastikan karena dirinya sekarang ini tidak bisa meninggalkan ranjang sama sekali.


Tyrian hanya takut, jika benar kakaknya akan menemui seseorang yang memang bisa membantunya menjawab semua teka-teki tentang penyakit misterius yang dia derita. Tapi mengingat harga yang harus Zeco bayar jika berurusan dengan orang itu, Tyrian lebih baik tidak meminta tolong saja.


Kondisi Tyrian yang semakin hari semakin menurun, membuat Alaglosa kehilangan semangat hidupnya. Tidak ada harapan yang bisa dijadikan pegangan oleh Alaglosa untuk meyakinkan jika Tyrian akan sembuh. Cara yang digunakan untuk bisa mengetahui apa yang terjadi pada Tyrian sama sekali tidak memberi banyak petunjuk.


Mimpi Tyrian, adalah perwujudan rencana yang sudah Kaisar dan Zeco rencanakan bersama Alaglosa. Tapi hasilnya apakah benar-benar bisa disebut berhasil atau tidak, sama sekali tidak ada yang mengetahuinya. Hal ini jugalah yang membuat Alaglosa kehilangan kepercayaan dirinya jika bener suaminya pasti nanti akan bisa sembuh.


" Cara apa lagi yang harus aku lakukan? Sedangkan semuanya berjalan dengan tidak baik.. Waktu kami tidak banyak lagi.. " Keluhan Alaglosa.


Saat ini, dia berada di bagian atap kastil es beku. Tempat ini memang menjadi tujuannya ketika sedang tidak lagi bisa berpura-pura baik-baik saja di depan Tyrian. Disini Alaglosa bisa menangisi apa yang terjadi, karena jika ada Tyrian di depannya, Alaglosa selalu memasang wajah tenang dengan begitu Tyrian juga bisa tenang.


" Siapa saja.. Tolonglah aku.. " Gumam Alaglosa penuh harap, karena dia pun masih menggantungkan asanya pada sang dewa.


Untuk sampai pada posisi seperti sekarang ini, Tyrian dan Alaglosa melewati banyak hal hingga akhirnya bersama. Alaglosa selalu merasa jika dirinya beruntung karena meski dirinya memutar waktu hidupnya, cinta Tyrian untuknya tidak pernah berubah. Lalu, jika tahu betapa besar cinta seorang Tyrian padanya, haruskah Alaglosa diam saja disaat pria yang mencintainya tanpa syarat akan segera pergi meninggalkannya.


" Lihatlah keturunan mu, apa kau tetap akan diam saja tanpa membantunya, Braern?"

__ADS_1


__ADS_2