
Berkorban demi seseorang yang kita sayangi, mungkin adalah sebuah bentuk perwujudan paling tinggi dari rasa sayang itu sendiri. Jika kita menyayangi seseorang maka kita tidak akan pernah menolak untuk berkorban. Begitu juga Tyrian dan Alaglosa. Rasa sayang mereka terhadap satu sama lain, membuat mereka sama sekali tidak ada sedikit pun niatan untuk ragu dalam berkorban, meski nyawa taruhannya.
Ketika Iynx menanyakan apakah Alaglosa bersedia berkorban untuk Tyrian demi bisa menyelamatkan nyawa dari pria yang dia sayangi bahkan cintai itu, dengan lantang Alaglosa langsung mengiyakan tanpa berpikir resiko dari apa yang akan dia lakukan nanti. Dalam pikirannya, nyawa pun akan dia korbankan tanpa berpikir berulang kali jika itu demi Tyrian.
" Lalu apa gunanya Tyrian hidup jika kau mengorbankan nyawa mu? " Tanya Iynx berhasil mengusik Alaglosa.
" Tidak terpikirkan ke arah sana kan? " Ejek Iynk.
" Kau sama seperti leluhur mu, berkorban tanpa berpikir baik dan buruknya. Dan lihatlah, semua yang terjadi saat ini telah mengulang kesalahan para leluhur di masa lalu.. Benar begitu Braern? " Iynx tersenyum mengejek ke arah Braern.
Braern yang tahu jika Iynx tengah menyindir nya segera memalingkan wajahnya enggan menatap teman sekaligus dewa dengan status di atasnya. Braern tahu, jika apa yang kini dilakukan Alaglosa, dulunya juga dilakukan oleh wanita yang begitu dia cintai hingga berakhir Braern hidup sendiri karena wanita yang dia cintai telah meninggalkannya selamanya.
Iynx masih juga belum berhenti tersenyum meremehkan Braern tanpa sengaja menatapnya. Sungguh, jika tidak ingat apa tujuan mereka datang kemari saat ini, sudah Braern ajak Iynx untuk berduel. Seenaknya saja pria itu menjadikan situasi genting saat ini sebagai bahan mengolok dirinya.
" Katakan saja apa yang harus dia lakukan, kenapa kau harus mengungkit hal itu lagi dan lagi? Belum puas kau selama seribu tahun mengolok ku? " Braern menatap sengit Iynx yang dibalas tawa menggelegar dari Iynx.
__ADS_1
" Rasanya tidak menyenangkan jika tidak bisa memanfaatkan situasi untuk mengolok mu.. " Braern kembali memalingkan wajahnya.
Alaglosa dan semua yang ada di ruangan ini kecuali Liapy, sama sekali tidak paham apa yang diperdebatkan kedua dewa yang tingkatannya lebih tinggi dari Liapy itu.
Jika Iynx adalah dewa kehidupan yang memberikan kehidupan pada makhluk yang diciptakan oleh sang Pencipta. Braern, disebut sebagai leluhur elf murni karena menikahi elf pertama yang Iynx berikan kehidupan. Braern sendiri adalah dewa langit.
" Maaf.. Bisakah kalian mengatakan apa yang harus saya lakukan sebagai bentuk pengorbanan? Saya ingat jika anda mengatakan waktu dari Tyrian tidak akan lama lagi.. " Alaglosa menginterupsi dua dewa yang asyik berdebat itu.
" Hahahahaha.. Dia juga tidak sabaran sama seperti leluhurnya.. Anehnya kau memiliki kemampuan Acfica untuk mengendalikan ruang.. Ingin tahu apa yang harus kau lakukan? " Alaglosa mengangguk.
Semuanya akan percuma jika Tyrian tidak bisa menggunakan kemampuannya. Dan sangat tidak mungkin membangkitkan Acfica untuk membantu mereka saat ini.
" Berterima kasihlah pada leluhur mu, yang adalah seekor naga cantik berwarna ungu. Andai saja aku tidak memiliki hutang budi dan penjelasan, maka aku tidak akan ikut campur dalam masalah yang kau ciptakan sendiri. " Batin Iynx.
" Sama seperti kalian menyegel monster naga itu.. Satu-satunya cara agar Tyrian bisa selamat adalah dengan berpindah dimensi. Bukan disegel, tapi benar-benar kalian berdua melakukan teleportasi ke dunia dimana hukum alam Tyrian tidak akan pernah bisa kembali padanya.. " Ujar Iynx menatap Alaglosa dengan tatapan yang sulit diartikan.
__ADS_1
" Pindah ke masa dimana monster dan makhluk selain manusia hidup. Ke masa dimana bangunan-bangunan yang tinggi hampir menggapai langit, dan ilmu pengetahuan yang jauh lebih maju dari sekarang. Di dunia itulah, Tyrian akan hidup dan menjalani kehidupan layaknya sebelum dia mengubah takdir mu.. " Lanjut Iynx.
Bisa dilihat disini, tidak hanya Alaglosa yang tidak paham dengan maksud Iynx. Bukan tidak paham, melainkan belum tahu betul seperti apa gambaran dari ucapan Iynx baru saja. Rasanya terlalu mustahil dilakukan untuk Tyrian yang dalam kondisi seperti ini. Dan lagi dimana itu dunia yang dimaksudkan oleh Iynx. Semuanya tidak ada gambaran tentang dunia yang Iynx jelaskan.
Braern yang paham jika tidak semua orang paham maksud Iynx pun berusaha untuk menjelaskan dengan bahasa sesederhana mungkin agar semuanya bisa memahami apa yang dimaksud oleh Iynx. Jika tidak paham, juga rasanya percuma untuk melakukan rencana yang dimaksud oleh Iynx. Jadi harus benar-benar paham sebelum bertindak.
" Pergilah ke masa depan, dimana nama Tyrian dan namamu tidak ditulis dalam buku kehidupan. Dengan begitu, maka Tyrian tidak akan menjalani hukum alam dan kalian bisa hidup di masa itu dan beradaptasi dengan lingkungan di sana.. " Terang Braern.
" Apakah Tyrian bisa melakukannya? Bukankah soul stone miliknya sudah... " Alaglosa terhenti karena Iynx memotong ucapannya.
" Tentu saja bisa.. Disinilah pertaruhan kalian.. Semakin cepat kalian melakukan apa yang aku katakan maka dengan sisa kekuatan Tyrian, kalian bisa pergi ke masa depan yang jauh dari masa ini. Tapi jika semakin lama kalian menjalankan rencana ini, bisa aku pastikan jika kalian akan berpindah ke masa yang masih tercatat nama kalian dalam buku kehidupan.. Apa kalian tahu apa artinya? Tyrian akan kembali pada kondisi atau bahkan langsung naik ke nirwana saat itu juga.. " Ucap Iynx panjang lebar menjelaskan semuanya agar tidak ada kesalahan.
Alaglosa menatap ke arah Tyrian yang masih tetap menutup mata dan berbaring di ranjang meski sebenarnya Tyrian bisa mendengar semua pembicaraan ini. Dalam hatinya, Alaglosa ingin sekali bertanya pada Tyrian, apakah dia mampu melewati semua ini.
Tapi, jika masih saja ada satu persen kemungkinan jika Tyrian akan sembuh seperti sedia kala. Maka Alaglosa akan bertaruh dengan satu persen itu dan melakukan seperti yang Iynx sampaikan padanya.
__ADS_1
" Biarlah takdir kami yang berbicara.. Apakah kami masih diberikan kesempatan untuk bersama ke depannya, atau tidak. "