Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Berita dari rombongan Amanecer


__ADS_3

Tyrian menatap wajah sang istri yang telah terlelap setelah menangis sejak di kota tadi. Tyrian sebenarnya tidak tahu apa yang sedang dirasakan oleh sang istri, sampai dia bisa menangis sehisteris itu setelah mengetahui bahwa dirinya adalah Kaida. Tyrian jari berpikir apakah mungkin ada kejadian yang tidak Tyrian ingat. Rasanya memang aneh jika sang istri sampai seperti ini.


Setelah memastikan bahwa istrinya tidur dengan posisi yang nyaman, Tyrian memutuskan pergi keluar menuju ke ruang kerjanya untuk memeriksa beberapa hal yang ditundanya karena penyerangan monster di pesta syukur petani tempo hari.


Alis Tyrian menukik tajam, ketika melihat Alpus, asisten pribadi sang ayah, berlarian menuju ke tempat dimana ayahnya biasa berada. Memang rasanya sedikit aneh karena yang Tyrian tahu, Alpus bukan orang yang gemar berlarian di kastil seperti itu. Tyrian pun menunda niatnya masuk ke ruang kerja, dan memilih mengikuti Alpus. Takut jika ada sesuatu yang penting.


" Yang mulia.. " Alpus memekik memanggil tuannya..


" Kau habis dikejar setan ya? Kenapa lari-lari begitu? " tanya kaisar heran.


" Saya mendapatkan kabar dari rombongan putra mahkota yang sedang melakukan perjalanan kembali ke Amanecer.. Mereka diserang di dekat hutan Blagden.. Mereka mengirimkan pesan dan juga sinyal bantuan.. " ucap Alpus dengan lancar.


" Apa? " pekik Kaisar dan Tyrian berbarengan.


" Tyrian.. " kaisar memanggil putranya mengkode untuk putranya lekas mengurus masalah ini.


" Aku akan berangkat sekarang juga... Ayah, aku titip Alaglosa, dia sedang dalam suasana hati yang kurang baik.. " sebelum pergi, Tyrian berpesan pada sang ayah.


" Hm.. Hati-hati.. "


Melihat putranya bergegas keluar untuk menemui pasukannya dan berangkat menuju ke tempat dimana rombongan Amanecer berada, kaisar mereka perasaannya sedikit tidak enak. Entah bagaimana mengatakannya, yang jelas Kaisar merasa seperti akan ada suatu masalah besar yang terjadi disana.


" Kirim pasukan pribadi ku untuk mengikuti pasukan Tyrian... Perasaan ku tidak enak.. " titah kaisar.

__ADS_1


Tidak banyak bertanya, Alpus lekas pergi untuk melakukan titah kaisar. Firasat dari seorang Proston selama ini tidak pernah meleset. Apa yang dia rasakan, bila mana itu adalah perasaan yang buruk, berarti memang sesuatu yang buruk akan terjadi. Karena itu, dia mengirimkan pasukan pribadinya untuk mengikuti pasukan putranya. Hal ini dikarenakan pasukan pribadi Kaisar, terbiasa dengan situasi yang mendesak dan terpojok. Itulah mengapa kaisar memerintahkan pasukannya untuk berangkat.


Pasukan Kaisar disebut dengan pasukan Gene Warrior. Pasukan ini adalah pasukan yang sudah terbiasa menguasai medan perang dimana situasinya tidak pasti. Penyerangan musuh yang berubah-ubah, termasuk serangan dadakan, pasukan ini lebih banyak pengalaman. Mereka bisa membuat strategi dalam waktu sangat singkat dan selalu memperoleh kemenangan dalam setiap perang. Karena itulah, wilayah selatan menjadi wilayah tidak tersentuh, karena selain pasukan Rick warrior milik Tyrian, masih ada Gene warrior milik Kaisar.


" Apa tujuan orang-orang ini sebenarnya? Apa mereka berniat memanfaatkan hubungan timur dan selatan yang tidak baik ini.. Tapi untuk apa mereka melakukannya..? " gumam Kaisar bertanya-tanya.


Setelah berpikir sedikit lama tapi masih belum menemukan jawaban pasti. Kaisar memutuskan untuk pergi ke penjara bawah tanah, yang ada di bawah kastil tempatnya berada saat ini. Di sana ditahan dua orang penyihir hitam, yang melakukan sihir pemanggilan sehingga monster-monster menyerang Eldrogo.


Sepertinya memang harus dirinya sendiri yang turun tangan untuk mengintrogasi para tahanan ini. Karena jika dirinya yang sudah turun tangan, maka tidak akan ada rahasia yang tidak bisa diungkap olehnya.


" Yang mulia.. " para penjaga di penjara bawah tanah memberi hormat pada Kaisar.


" Buka pintunya!! " titah Kaisar.


***********


Alagkosa terbangun di entah jam berapa, yang dia tahu dia sendirian di dalam kamar itu. Alaglosa pun memanggil para pelayannya untuk membantunya membersihkan diri karena memang dia belum sama sekali mandi sejak pulang dari kota. Rasanya badannya sangat lengket dan lelah, berendam air hangat dengan wewangian adalah pilihan yang tepat.


Begitu selesai mandi, Alaglosa meminta pada Kavana untuk menyiapkan makan di dalam kamarnya. Perutnya laparnya sudah tidak bisa ditahan lagi, cacing dalam perutnya sudah berdemo minta diberi nutrisi. Alaglosa duduk di depan perapian yang menyapa, menyantap makan malamnya.


" Kalian tahu dimana suami ku? " tanya Alaglosa disela makannya.


" Menurut yang saya dengar, yang mulia Lord Tyrian sedang menuju ke hutan Blagden untuk membantu rombongan dari Amanecer yang diserang oleh monster di sana.. " Kavana menjawab.

__ADS_1


" Apa? Kenapa bisa diserang? Setahu ku, penghuni hutan itu sudah lama punah kan.. " tanya Alaglosa terkejut.


" Sepertinya, tempat itu didiami oleh makhluk lainnya nyonya.. Saya rasa, mereka yang mendiami tempat itu adalah sisa dwarf dan juga gwarth yang masih selamat dari perang terdahulu. " Fuchsia yang menjawab.


" Darimana kau tahu? " tanya Alaglosa merasa aneh. Bukankah Basilik dengan hutan yang disebut Blagden itu sangat jauh.


" Adik tuan saya, tinggal di sana.. Tapi yang saya tahu saat ini, nona sedang melakukan perjalanan jadi hutan itu tidak memiliki pemimpin.. " jawab Fuchsia terlihat sangat santai.


Jasraj memang memiliki seorang adik. Keduanya sama-sama menerima kutukan menjadi ular. Adik Jasraj ini bernama Bexley, ular hijau besar yang memiliki kekuatan untuk memanipulasi targetnya. Bukan hanya bisanya yang berbahaya, tapi juga semburan nafasnya yang bisa membuat siapapun yang mencium itu akan masuk ke dalam kendali Bexley.


Dengan kemampuannya inilah, dia mampu menaklukan monster-monster yang tinggal di hutan Blagden. Sayangnya sifat Bexley itu sedikit aneh, dia memang tidak senang berada di suatu tempat dalam jangka waktu yang lama. Setelah bosan, dia akan pergi ke tempat lain dan menguasai tempat itu, bila bosan dia akan pergi ke tempat lain lagi, begitulah seterusnya.


" Apa suami ku akan baik-baik saja? " gumam Alaglosa memandang jendela di depannya. Menampilkan langit malam yang begitu gelap karena tidak ada bulan maupun bintang.


" Jangan khawatir nyonya, pasukan yang mulia Kaisar juga ikut ke sana. Jika Gene warrior maju untuk menghadapi lawan, sudah pasti lawan akan kalah.. " ujar Kavana yakin.


" Kenapa seyakin itu? " tanya Alaglosa.


" Karena pasukan ini adalah pasukan rahasia yang mulia Kaisar. Pasukan ini memang tidak berjumlah banyak seperti milik yang mulia Lord. Tapi perlu anda ketahui, setiap anggota pasukan milik Kaisar ini sangat pandai membuat strategi dalam menghadapi medan perang seperti apapun. " Kavana berujar bangga.


" Benar nyonya... Lagipula, Gene warrior tidak pernah terkalahkan selama mereka dibentuk dan dipilih oleh yang mulia Kaisar.. Amanecer saja tidak berani jika berhadapan dengan pasukan ini.. " Siroselle menambahkan.


Mendengar ucapan dua dayangnya, Alaglosa bisa bernafas dengan lega. Dia hanya perlu berdoa pada dewa agar suaminya mendapatkan perlindungan dewa dan bisa kembali ke kastil dengan selamat.

__ADS_1


__ADS_2