
Tyrian yang ditemani oleh marquess Vollin melihat bagaimana kawah gunung berapi ini yang semakin hari semakin naik volumenya. Sepertinya tidak sampai dua minggu lagi, gunung ini akan meletus. Situasi yang benar-benar tidak sesuai dengan perkiraan yang Lopus buat.
" Marquess Vollin.." Tyrian memanggil seseorang yang sejak tadi menemaninya berkeliling.
" Ya.. Yang mulia.." Marquess Vollin mendekat kearah Tyrian berdiri.
" Boleh saya bertanya tentang pendapat anda?" tanya Tyrian berusaha bersikap sopan karena pria di depannya ini memiliki usia yang lebih tua.
" Silahkan yang Mulia.. Selama saya bisa menjawabnya, maka saya akan menjawab dengan baik dan benar. " ujar Marquess Vollin.
" Melihat situasi yang ada di depan kita saat ini. Menurut anda, rencana mana yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini?" tanya Tyrian.
" Maaf yang mulai, jika jawaban saya kurang berkenan di hati anda. Tapi menurut saya, rencana Princess Alaglosa lah yang paling sesuai dengan kondisi saat ini.. Bendungan yang kita buat belum selesai dan masih ditahap 70 % . Jika pasukan di perintahkan ke sana, maka bendungan tidak akan selesai tepat waktu.. Hal yang lebih buruk akan terjadi jika seperti itu," jawab Marquess Vollin mengutarakan pendapatnya.
" Kalau begitu kita sependapat.. Tolong katakan pendapat ini ketika besok pertemuan akan kembali diadakan.." ujar Tyrian memerintah.
" Tapi yang mulia.. Jelas semua orang akan menolak ide ini.. Masyarakat dan bangsawan selama ini diberikan kenyamanan yang tiada tara oleh Kaisar.. Dalam sehari mereka harus menggunakan kedua tangan mereka untuk bekerja, saya rasa banyak yang tidak akan mau." marquess Vollin memberikan pandangan situasi jika rencana ini terealisasikan.
__ADS_1
" Kalau begitu, mari kita buat situasi yang membuat mereka semua tidak memiliki alasan dan kuasa untuk menolak rencana ini.. Toh semua yang kita lakukan sekarang ini juga demi mereka. " Tyrian terlihat menyeringai.
Di kastil Sir Draken, Alaglosa diwaktu yang sudah malam ini belum juga bisa memejamkan mata. Karena itu, dia pergi ke perpustakaan untuk membaca agar ketika matanya lelah, dia akan bisa tidur dengan nyenyak.
Di dalam perpustakaan, sudah sangat sepi. Orang-orang yang bekerja di perpustakaan ini pastinya sudah tertidur karena memang hari sudah sangat malam. Alaglosa membawa lentera menuju ke rak buku yang berisikan buku-buku tentang kekuatan alam.Sebagai seorang elf, tidak mungkin dia tidak bisa menggunakan kekuatan alam. Apalagi, dia berasal dari keluarga elf murni yang selalu identik dengan kekuatan bawaan.
Ibu Alaglosa, Azucena Light merupakan elf pemimpi yang mna dari mimpinya dia bisa melihat masa depan dan masa lalu. Sedangkan kekuatan bawaannya adalah penguasaan air. Yang mana ketika Alaglosa kembali mengingat masa ketika ibunya masih hidup, ibunya seirng kali membuat es dari air yang dia bekukan.
Ayah Alaglosa, Kynan Caspian adalah elf ksatria dimana elf kesatria ini memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Kemampuan bawaan ayah Alaglosa adalah tanah, yang mana dia bisa menggunakan segala jenis tanah dan mengubah tanah menjadi apapun yang dia inginkan. Yang paling mengerikan dari pengendalian tanah milik ayah Alaglosa adalah GOLEM tanah.
" hah... Sebenarnya apa kemampuan bawaan ku, kenapa sejak dulu tidak ada tanda-tanda kemampuan ini muncul. Bahkan Bhuralea saja tidak tahu, Briareth juga tidak tahu apa kemampuan bawaan ku.. Apakah kasus ku sama seperti suami ya, kemampuan bawaan ku disegel ibu dan ayah ku... Haish.. Mana ada kebetulan yang begitu." gumam Alaglosa berceloteh seorang diri.
Hingga semua buku yang berjumlah empat buah yang dia ambil dari rak buku tadi sudah selesai dia baca, bukannya mengantuk tapi karena rasa penasaran yang tinggi, justru dia malah tidak bisa memejamkan matanya. Alhasil, Alaglosa kembali mencari buku-buku lain yang bisa dia baca untuk membuat dirinya mengantuk.
Namun saat dia hendak menuju ke tempat yang lebih masuk lagi ke dalam perpustakaan, dia mendengarkan ada suara orang yang tengah berbincang tidak jauh darinya. Merasa penasaran, Alaglosa pun mendekat dan mematikan lenteranya untuk menguping pembicaraan dua orang yang Alaglosa tebak pastilah pelayan.
" Kita harus memanfaatkan waktu yang hanya sebentar ini sebelum tuan muda Tyrian kembali.. Perkamen kuno itu ada di dalam ruangan beliau.."
__ADS_1
" Tapi aku takut untuk masuk ke dalam.. Aku dengar di dalam ruangan kerja beliau ada alat detektor yang bisa mengubah monster yang menyamar berubah ke wujud aslinya.."
" Aku akan membantu mu kabur setelah itu, ingta, jika kita gagal dalam misi ini maka ratu akan membunuh kita.. Jadi lebih baik sekarang kita memikirkan waktu yang tepat untu masuk dan mengambil perkaman itu."
" bagaimana caranya membedakan perkamen itu?"
" Perkamen itu berbentuk lampu.. Lampu yang ada di rak buku ruang kerja yang mulia Tyrian tepat di belakang kursi kerjanya.. Ambil dan kita lekas pergi dari sini.."
Alaglosa sama sekali tidak paham yang apa yang dimaksud perkamen tapi dengan bentuk lampu. Dalam pikirannya jelas tidak ada perkamen berbentuk lampu. Karena merasa tidak ada yang penting, Alaglosa pun hendak pergi sebelum akhirnya obrolan kedua orang itu kembali menarik perhatiannya.
" menurut putri Circe, jika ingin mengambilnya harus membacakan mantra pengekangan sehingga perkamen itu akan menjadi satu dengan kita. "
" Circe? Perkamen? Ini tidak bisa dianggap tidak ada artinya.. Aku harus segera melapor pada ayah.. "
Alaglosa memilih untuk mendengarkan semuanya sampai pembicaraan dua pelayan itu selesai. Entah sejak kapan di kastil ini sudah ada kata-kata dari wilayah barat. Berarti bencana yang sebentar lagi terjadi di selatan sudah terdengar ke wilayah asal mula kegelapan itu. Yang harus Alaglosa lakukan saat ini memastikan dua wajah pelayan ini dan menandainya. Tapi yang jadi masalah, tempat Alaglosa berapa saat ini jika dia keluar akan langsung ketahuan.
" Emmmpppppttttt... " Alaglosa terkejut saat tiba-tiba saja ada orang yang membekap mulutnya.
__ADS_1
" Tenanglah.. Ini aku.. " Alaglosa melebarkan kedua matanya ketika dia menyadari siapa orang di belakangnya ini.
Dalam pikirannya, Alaglosa sudah ketakutan jika orang ini tahu pasti wilayah selatan akan semakin dipepet oleh wilayah lain. Alaglosa sudah panik saat ini, dia berada di posisi serba salah dan tidak menyangka, orang ini ada di tempat yang sama dengannya.