
Beberapa jam sebelum pesta dimulai
Klang... Klang..
Suara rantai bergesekan dengan lantai dari batu tempat dimana Alaglosa ditahan saat ini. Kali ini dia sungguh frustasi karena tidak bisa membebaskan dirinya sendiri, dan tidak akan ada yang membantunya. Ternyata kematian yang dia jalani saat di kehidupannya yang lalu jauh lebih baik daripada saat ini. Di penjara yang sama namun hasil akhirnya yang berbeda. Kali ini rasanya seperti dia sudah tahu bahwa di depannya ada lubang, tapi dia dengan santainya masuk ke dalam lubang itu.
Menangis sudah dia lakukan sampai matanya bengkak, tapi sama sekali tidak membuat Alaglosa merasa lebih baik. Yang ada sekarang pandangannya menjadi kabur. Sungguh sangat mengenaskan sekali nasibnya kali ini.
" Euughh... Tangan ku sampai sakit rasanya untuk digerakkan.. Padahal rantai di pergelangan tangan ku ini cukup besar, tapi kenapa tidak bisa lepas.. " gumam Alaglosa sudah putus asa.
Adakah cara lain yang bisa membuatnya lepas dari jeratan perangkap dari putra mahkota. Sungguh Alaglosa tidak ingin semuanya terjadi sama seperti saat di kehidupannya yang lalu. Tidak terbayangkan ketika dia dengan bodohnya menjalani hidup yang membawanya pada kematian. Memikirkan saja sudah membuat kepala Alaglosa sakit bukan main.
Terdengar suara langkah kaki mendekat ke penjara tempat Alaglosa berada. Dia pun juga bisa mendengar derap langkah itu. Dalam hati Alaglosa sudah menebak jika itu adalah putra mahkota. Pasti pria itu sudah akan membawanya pergi untuk bersiap melakoni drama yang bagus di depan semua orang sebagai pasangan yang bahagia bersama dengan putra mahkota.
Ketika orang itu mendekat, Alaglosa tidak bisa melihat dengan jelas siapa orang itu karena matanya buram akibat terus menangis sejak dua hari yang lalu. Orang ini bisa Alaglosa tebak adalah seorang pria karena terlihat jelas dari siluetnya, meski wajahnya tidak nampak jelas. Melihat pakaiannya yang sama seperti pakaian yang biasa dipakai oleh bangsawan, Alaglosa meyakini bahwa orang ini benar putra mahkota. Karena itu Alaglosa diam saja enggan untuk bicara.
Alis Alaglosa menukik tajam kala menyadari bahwa pria yang membawanya ini justru mengajaknya ke sebuah tempat yang tidak dia kenal. Seharusnya jika ini adalah putra mahkota, maka dia pasti akan membawa Alaglosa menuju ke istana, tempat diadakannya pesta sekaligus pengumuman pernikahannya.
" Kenapa anda membawa saya kemari? " tanya Alaglosa bingung.
" Lalu, kau ingin aku membawa mu kemana? "
__ADS_1
Degh...
Alaglosa terkejut setengah mati kala mendengar suara orang yang tengah menggendongnya ini. Alaglosa tahu betul siapa orang ini, dan itu bukan putra mahkota. Lalu, haruskah Alaglosa senang, karena pria ini datang menyelamatkannya. Tapi bagaimana dengan ancaman putra mahkota yang menggunakan nama pria ini.
" Seharusnya anda tidak menyelamatkan saya.. Karena sekarang karena anda melakukan ini semua, nyawa anda berada di tangan putra mahkota.. " ucap Alaglosa dengan raut wajah takut.
" Hahahahaha.... Tidak ada yang bisa menggenggam nyawa ku, bahkan jika itu adalah dewa maut sekalipun. Jadi jangan bicara yang tidak-tidak, jangan takut pada apa yang belum terjadi karena aku pasti akan memastikan kau tidak pernah bersama dengan pria itu.. " Tarian berucap dengan nada sedikit merendahkan ucapan Alaglosa.
" Tapi kenapa anda melakukan ini semua untuk saya? Kita tidak kenal dengan dekat,, lagipula anda bisa dalam bahaya bahkan dicap sebagai penjahat jika menyelamatkan saya. " tanya Alaglosa tidak habis pikir. Di kehidupannya yang lalu maupun sekarang, kenapa pria ini terus saja membantunya tanpa peduli pada dirinya sendiri.
" Kau akan tahu jawabannya nanti... " setelah itu tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka berdua.
Tyrian meminta pada para pelayan untuk melayani Alaglosa dan memakaikannya gaun yang paling indah dan paling cocok untuk Alaglosa. Tentu saja itu gaun mahal dan hanya ada satu di Anchestral Land karena gaya berpakaian Tyrian memang tidak pernah ingin siapapun menyamainya.
*********
" Lama tidak berjumpa paman.. " sapa Tyrian tiba-tiba memasuki ruangan itu.
" Kau... " semua orang terkejut melihat kehadiran Tyrian, tapi lebih terkejut lagi melihat siapa yang datang bersama Tyrian.
" Tenang saja,, jangan takut.. Kau aman bersama ku.. " busuk Tyrian kala merasakan Alaglosa meremas kuat lengannya.
__ADS_1
Ya,, orang yang datang bersama dengan Tyrian adalah Alaglosa. Gadis yang seharusnya malam ini menyandang status sebagai calon putri Mahkota, kini justru datang sebagai istri dari Lord Tyrian. Sungguh sangat tidak masuk di akal, bahkan putra mahkota saja tidak percaya dengan apa yang dilihatnya kini. Kapan mereka berdua menikah? Rasanya tidak mungkin dilangsungkan pernikahan dalam waktu secepat ini.
" Jadi selama ini kakak sepupu yang sudah membawa pergi calon istri ku? Kejadian dua tahun yang lalu, itu juga karena campur tangan kakak sepupu? " Saturn mulai menjalankan rencananya karena telah mendapatkan jawaban dari Alaglosa. Tidak bisa memiliki berarti semuanya juga tidak bisa memiliki, itulah pedoman hidup putra mahkota.
" Jangan mencoba membuat rumor tidak sedap, karena kau bukan orang yang bekerja setiap hari dengan rumor itu sendiri. Jangan sampai kau malu karena membuat rumor yang tidak benar, apalagi itu melibatkan ku... " lihatlah, ayah dan anak sama saja. Rasanya dimata keluarga Draken, kedudukan keluarga kerajaan Amanecer sama dengan bawahannya.
" Apa yang terjadi sudah jelas, bagaimana anda bisa bersamanya ketika dia... "
" Kau sekap dalam penjara bawah tanah paviliun mu kan? Beraninya kau menyekap istri ku? Apa kalian semua menyuarakan perang dengan wilayah selatan...? "
Alaglosa bisa melihat kilatan marah di mata ungu gelap milik pria yang baru saja mengaku sebagai suaminya. Meski Alaglosa terkejut bukan main dengan penyataan dari Tyrian perihal hubungan mereka, karena tentu saja itu sebuah kebohongan belaka. Tapi, yang lebih membuat Alaglosa penasaran adalah alasan kenapa Tyrian mau berbuat sampai sejauh ini demi dirinya.
" Sudah... Sudah... Jangan tegang begitu.. Putra ku yang nakal ini baru saja melepas masa lajangnya, seharusnya kalian semua memberikan ucapan selamat padanya.. Benarkan......putra......ku.... ? " senyum Kaisar Proston membuat bulu kuduk Alaglosa berdiri.
" Adik ku... Bisakah kau menganggap pernikahan putra ku sebagai hadiah dari kemenangan perang melawan monster serigala.. Aku pikir itu sepadan.. Benarkan putra ku? " sekali lagi Kaisar Proston menggunakan ucapannya untuk mengintimidasi orang-orang dari Kerajaan Amanecer.
" Ini adalah permintaan ku sebagai hadiah atas kemenangan ku.. Batalkan pernikahan ku dengan putri dan restui pernikahan ku dengan Ossa.. " Tyrian berucap dengan pantang dan penuh percaya diri.
Tapi nyatanya seseorang yang juga berada di ruangan itu sudah teramat sakit hati sehingga dia langsung maju menerjang Alaglosa tanpa berkata apa-apa, langsung melayangkan tangannya di depan Alaglosa.
PLAK...
__ADS_1
" Wanita murahan... "