Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Perjanjian dua keluarga


__ADS_3

Hari telah berganti, tapi tidak dengan suasana yang aku lihat saat ini. Aku adalah seorang jendral yang memimpin ribuan pasukan sebagai pasukan penjaga kedamaian dari Anchestral Land. Aku sendiri sebenarnya berasal dari selatan, tempat yang dianggap sebagai sarang naga. Usia ku masih sangat muda,karena sekarang aku baru berumur dua puluh dua tahun. Dan selama itu aku masih betah sendiri, padahal ketika usia ku dua puluh tahun, ayah ku sudah ribut ingin menjodohkan ku.


Tugas ku adalah menjadi penjaga perdamaian di tempat yang dipercaya sebagai tempat para dewa sebelum akhirnya ditinggalkan dan dihuni oleh makhluk lainnya dengan damai. Tapi akhir-akhir ini, apalagi sejak perang kedua puluhan tahun yang lalu Anchetral Land bukanlah tempat penuh kedamaian lagi. Semua makhluk berniat menjadikan mereka raja yang tertinggi di daratan ini.


Tapi semalam, untuk pertama kalinya dalam hidup ku, seseorang meminta ku untuk membawanya kabur. Aku sendiri bingung harus bagaimana mengatakan pada orang itu. Jujur saja aku tidak bisa melakukannya karena aku adalah pemimpin pasukan perdamaian. Membawanya kabur hanya akan membuat perseteruan antara kerajaan Amanecer dan juga bangsa elf. Karena dia adalah calon ratu masa depan.


Semalam bahkan aku tidak bisa tidur karena terus memikirkan ucapannya dan mengingat bagaimana wajahnya terlihat kecewa karena aku yang tidak mengatakan jawaban ku. Aku tidak bisa menolaknya, tapi aku juga tidak bisa menerima permintaan itu begitu saja. Aku sungguh dilema sekarang ini.


" Jendral kenapa ya, aku lihat dari tadi beliau terus saja menghela nafas.. Apakah beliau sakit ya?" tanya salah seorang anak buah ku.


" Entah... Nanti selesai latihan kita tanya beliau saja.." ujar seorang lainnya.


" Mungkin ini ada hubungannya dengan tuan putri bangsa elf.. Aku melihat semalam , jendral terus berada di samping gadis itu. Mungkin mereka bertengkar, mengingat bagaimana sifat jendral yang begitu."


Ya Tuhan, orang-orang ini kenapa tidak bergosip nanti saja. Aku ada di belakang mereka dan dengan santainya membicarakan diri ku. Ternyata, bukan hanya wanita yang pandai bergosip. Laki-laki pun bisa dan ternyata bisa menjadi biang gosip.


" Kalian semuanya... Lari sebanyak seratus kali putaran. Sebelum makan siang jik ada yang belum menyelesaikan latihannya, aku pastikan kalian akan dihukum." ujar ku karena kesal dengan anggota pasukan ku yang bergosip.

__ADS_1


" Ta-tapi jendral,..." sepertinya mereka hendak protes.


" Atau aku tambahkan menjadi dua ratus?" tanya ku.


" Tidak jendral... Semuanya bersiap untuk lari seratus kali putaran.." seru Barfort yang merupakan ketua dari pasukan ku. Barfort berada tiga tingkatan ketiga di bawah ku.


" Siap laksanakan..." semuanya serempak berlari. Tentu aku juga ikut karena aku harus menjadi contoh yang baik untuk mereka.


Sambil berlari sambil aku berpikir tentang kata-kata dari gadis itu. Aku sedikit penasaran apa dia akan baik-baik saja tanpa bantuan ku, atau dia akan kesulitan nantinya. Kabur bukan persoalan mudah karena beresiko akan ditangkap nantinya. Jadi jika sampai seseorang berkeputusan untuk kabur, jelas pasti situasinya tidak baik. jadi aku menarik kesimpulan bahwa memang ada yang tidak beres disini.


Sebenarnya selain perjanjian antara keluarga ku dengan keluarga kerajaan Amanecer, ada hal lain yang membuat ku tidak bisa membantu gadis itu. Kerajaan Amanecr dan keluarga masih memiliki ikatan darah dimana ayah ku adalah kakak tiri dari King Kriston. Karena ibu dari King Kriston adalah seorang bangsawan, membuat dia naik sebagai putra mahkota. Dan ayah ku pun diasingkan di tanah kelahiran para naga.


Tidak adil, itulah kata yang keluar dari mulut ku saat pertama kali aku mendengar ayah ku menceritakan tentang isi perjanjian itu. Tapi, ayah ku mengatakan bahwa keluarga kami memiliki apa yang diinginkan oleh keluarga Amanecer yang mana sejak turun temurun diwariskan pada keluarga kami karena dengan itu, pihak sana tidak bisa semena-mena dengan kami. Anggap saja impas.


" Semuanya berkumpul !!!!" teriak ku memberi mereka perintah.


Segera saja pasukanku yang baru selesai berlari seratus putaran itu berbaris di depan ku dengan sikap badan tegak. Aku memandang mereka satu persatu untuk melihat dan memastikan bahwa mereka akan mampu mengemban tugas yang akan dia katakan sebentar lagi. Semua anggota pasukan ku pun bersiap menerima perintah dari ku.

__ADS_1


" Setiap malam sebelum diadakannya pesta kedewasaan, masing-masing tim harus melakukan pengawasan ketat di setiap sudut wilayah ini. Jangan sampai ada tikus satu saja memanfaatkan keadaan dan masuk ketika malam hari. Ingat, kalian harus pastikan setiap malam tidak akan ada masalah..." titah ku.


" Yang kedua, aku ingin ada beberapa dari kalian yang secara pribadi menjaga anggota keluarga kerajaan. Pastikan kalian benar-benar menjaga dengan mempertaruhkan raga dan nyawa kalian. Pastikan segera melapor pada ku jika ada pergerakan yang aneh.."


" Lalu Fandim dan Roszak, aku minta kalian secara pribadi untuk menjaga putri Alaglosa. Dengan mempertaruhkan nyawa kalian..." titah ku pada dua assasin terbaik yang ada di dalam pasukan ku.


" Jendral...." sepertinya mereka hendak protes.


" Tolong..." pinta ku sekali lagi. Aku sedikit tidak nyaman dengan entah apa yang mungkin terjadi nanti.


" Baik jendral.. Nyawa kami taruhannya demi menjaga putri Alaglosa.." sudah ku duga mereka past akan melakukannya.


" Terima kasih... Sekarang kalian bisa bubar !!!" ujar ku kemudian berlalu dari sana karena aku mulai merasa gerah setelah berlari sebanyak seratus kali putaran.


POV ALAGLOSA


Hari ini tidak ada yang bisa aku lakukan, selain malas untuk melakukan apapun karena ada keluarga kerajaan Amanecer di sini, aku pun malas melakukan apapun karena kejadian kemarin ketika jendral Kaida tidak menyanggupi keinginan ku. Aku sungguh kecewa, tapi aku tidak punya hak ataupun kekuasaan atasnya, sehingga aku hanya bisa diam dan kembali melanjutkan rencana sesuai dengan apa yang sudah aku rencanakan.

__ADS_1


Kurang beberapa hari lagi, dan aku akan meninggalkan tempat ini. Aku tidak sanggup lagi jika harus kembali merasakan kematian yang menyesakan itu. Bahkan panasnya bara api suci yang membakar ku pun sampai sekarang masih sering aku rasakan. Aku sudah membuat rencana matang dengan rute yang paling cepat untuk sampai ke tempat tujuan ku.


Saat ini, yang terpenting adalah memastikan semuanya berjalan dengan lancar. Aku bisa pergi ke tempat yang akan menjadi tempat tinggal ku nanti setelah bisa lepas dari jeratan keluarga kerajaan. Aku sungguh tidak sabar untuk bisa segera menjemput kebahagiaan ku di luar sana.


__ADS_2