Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Ramalan


__ADS_3

Di luar gua, Alaglosa menolak ketika kereta kudanya akan membawa dirinya ke kediaman Baron Dassilas. Alaglosa bersikeras ingin menunggu sampai Tyrian keluar. Dia takut jika Tyrian lepas kendali dan justru membahayakan dirinya sendiri. Alaglosa tengah ketakutan saat ini, dan dia ingin melihat suaminya berada di sampingnya.


" Yang mulia saya mohon jangan persulit posisi saya.. Dengan kejadian ini, yang mulia Kaisar pasti akan meminta pertanggungjawaban dari saya, apalagi jika anda menolak saya antar ke kediaman saya. Maka saya akan berada di posisi yang sulit yang mulia.. " tegur Baron Dassilas meski masih bicara dengan nada yang halus.


" Apa yang dikatakan tuan Baron benar nyonya.. Mari kita pergi terlebih dahulu, karena disini pun kita tidak akan bisa membantu beliau.. " Barfort ikut merayu Alaglosa agar mau ikut dengan mereka.


" Kalian yakin dia akan baik-baik saja? " tanya Alaglosa menatap ke arah Barfort.


" Yang mulia adalah seorang yang memiliki julukan penguasa perang, dia tidak akan terluka karena monster itu. Dan lagi, karena kutukan, membuat monster itu tidak akan bisa melukai yang mulia.. " ujar Barfort sangat yakin.


Alaglosa pun menaiki kembali kereta kudanya dan langsung menuju ke kediaman baros Dassilas yang jaraknya sedikit jauh dari tempat itu. Menurut cerita Baron, karena tanah ini memang tanah kekuasaan monster itu, sehingga manusia hanya bisa mengambil tempat tinggal didekat perbatasan dengan Eldrogo.


Di dalam gua, tepatnya di kediaman monster itu, Tyrian terlihat tengah memberikan hukuman pada monster yang telah berani menculik istrinya. Belum lagi ucapannya yang aneh-aneh tadi, semakin membuat Tyrian marah besar. Monster itu dikurung dalam sebuah jeruji yang menghasilkan tegangan listrik tinggi sama seperti petir. Meski begitu, monster ini tidak akan pernah mati karena kutukan yang dia miliki.


" Aaaaaarrrrggggghhhh.... Sssshhhh... aaarrrrrggghhhhh... Lepaskan aku... sssssssshhhhh.. " teriak monster itu.


" Ini hukuman mu karena sudah menculik istri ku, dan apa maksud ucapan mu tadi.. Sekarang juga katakan pada ku.. " sentak Tyrian.


" Lepaskan aku... sssshhhh... Aku akan bicara.. aaaaarrrggghhhh, lepaskan aku.. "


KLANG...


Jeruji besi itu tiba-tiba hancur dan menghilang dari depan mereka. Monster itu tersungkur di lantai sama sekali tidak bisa bergerak karena tubuhnya benar-benar sangat sakit. Rasanya seperti tercabik berulang kali, terus menerus hingga tidak bersisa.


" Katakan!!! " titah Tyrian. Dia berjalan menuju ke sebuah kursi yang sangat besar, lalu duduk di sana, menatap monster itu.

__ADS_1


" Kau dan dia.... Adalah soul stone Acfica yang dipecah dan dipancarkan ke dua tempat untuk melindungi keturunannya.. Kalian.... Tidak bolah bersatu,, atau akan.. muncul malapetaka seperti ramalan.. " ujar monster itu.


" Jasraj.. Kau tahu aku tidak akan percaya kata-kata mu kan.. " Tyrian berucap sangat dingin sekali. Bahkan tubuh Jasraj yang besar itu sampai menggigil.


" Itu adalah kenyataan. Acfica mati diracun oleh Bialus ketika dia mengandung anak dewa Iynx. Sebelum mati Acfica membelah soul stone miliknya. Satu diberikan pada anak dalam telurnya, satu lagi diberikan pada teman baiknya yang mengandung. Dan saat itulah ramalan muncul.. "


Όταν οι απόγονοι της Acfica ενώνουν με το ήμισυ των ψυχών τους, θα έρθει η καταστροφή. Ο κυβερνήτης του χώρου και του χρόνου θα ανέλθει σε απάντηση απάντησης


Ótan oi apógonoi tis Acfica enónoun me to ímisy ton psychón tous, tha érthei i katastrofí. O kyvernítis tou chórou kai tou chrónou tha anélthei se apántisi apántisis


* Ketika keturunan Acfica bersatu dengan setengah jiwanya.. Maka bencana akan datang..


Penguasa ruang dan waktu akan bangkit untuk menuntut balas.. *


Degh...


" Kau penguasa ruang dan dia adalah penguasa waktu.. Karena itu dia memiliki aroma yang sama dengan Acfica, tapi aku tahu dia bukan Acfica.. Huhuhuhu.... Maafkan aku Acfica,, maafkan aku... Huhuhuhu... " terdengar monster itu menangis. Rasanya begitu pilu mendengar tangis penyesalan yang monster ini lakukan. Suara tangisannya bahkan terdengar sampai ke Fandor, Cendrag, dan Eldrogo.


" Yang menentukan takdir ku adalah aku sendiri, bukan kau, bukan Acfica, atau bukan Peramal itu. Aku yang menentukan dengan siapa aku akan bersama dan aku yang akan membuat semuanya sesuai dengan apa yang aku inginkan.. Camkan itu baik-baik,, jangan berani lagi kau meletakan tangan mu pada istri ku.. " ancam Tyrian.


" Aku akan membantu mu.. " langkah Tyrian terhenti mendengar ucapan dari Jasraj.


" Untuk? " Tyrian berbalik setengah putaran menatap Jasraj yang masih lemah.


" Mematahkan ramalan itu.. Aku terkesan dengan kegigihan mu.. " jawab Jasraj.

__ADS_1


" Hahahahahaha... Aku tidak butuh kau mengakui ku seperti ini. Siapa kau berani berucap seperti itu? " cibir Tyrian.


" Istri mu pasti akan memilih dayangnya ketika sampai di kastil di Eldrogo. Biarkan orang ku menjadi salah satu dayangnya.. " pinta Jasraj berdiri menghampiri Tyrian.


" Kau yakin tidak akan berkhianat pada ku? "


" Tidak akan.. Kutukan ku akan membuat ku merasakan kesakitan yang teramat jika aku kembali mengkhianati keturunan naga.. " ucap Jasraj yakin.


" Akan aku pikirkan.. " Tyrian kemudian pergi meninggalkan tempat tinggal Jasraj.


" Dia mirip dengan mu Acfica, keteguhan hatinya... Dan seorang lagi memiliki kelembutan mu, benar-benar keduanya adalah pencerminan diri mu.. " ucap Jasraj kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


************


Keesokan harinya, ketika Alaglosa terbangun, dia sudah berada di kastil yang ada di Eldrogo. Rupanya Alaglosa sudah tertidur dua hari dua malam, karena itu dia melewatkan perjalanan dari Basilik ke Eldrogo. Ketika Alaglosa bangun, di sampingnya sudah ada Bhuralea dan Briareth yang sejak tadi menantinya bangun.


" Nyonya.. Akhirnya anda bangun juga.. " Briareth langsung memeluk tubuh Alaglosa.


" Memangnya ada apa? Dan dimana ini? " tanya Alaglosa yang bingung melihat kamar ini bukan kamar yang dia tiduri semalam.


" Ini Kastil Sir Draken di Eldrogo nyonya.. Dan Anda sudah dua malam tidak bangun.. " ucap Bhuralea membantu Alaglosa bangun.


" Benarkah? Pantas rasanya ketika bangun tubuh ku seger sekali.. " Alaglosa tersenyum.


Bhuralea dan Briareth membantu Alaglosa untuk mandi dan nanti bersiap sarapan dengan Kaisar dan Lord Tyrian. Kedua pria itu sudah menunggu Alaglosa, tapi tidak membangunkan karena tahu tubuh dan pikiran Alaglosa masih lelah karena kejadian di Basilik.

__ADS_1


Waktu menunggu Alaglosa bersiap dan turun untuk sarapan, digunakan Tyrian untuk menceritakan apa yang dikatakan oleh Jasraj padanya saat itu. Tentang ramalan dan tentang kekuatan yang dia dan Alaglosa miliki. Bukan tanpa sebab Tyrian mengatakan semuanya pada sang ayah. Tyrian yakin ayahnya tahu akan sesuatu. Ramalan dan kekuatan yang dia dan Alaglosa miliki.


__ADS_2