
Pesta kedewasaan, adalah sebuah pesta yang menandakan seseorang telah memasuki fase dewasa dimana orang itu akan siap jika dipinang atau meminang. Dan biasanya setalah prosesi pesta kedewasaan, maka orang tersebut akan mulai mengabdi pada kerajaan tempat dimana dia tinggal. Pesta kedewasaan sendiri, diadakan hanya di Forbidden Forest, tempat tinggal para elf dimana nantinya tetua elf lah yang akan memimpin ritual pesta kedewasaan ini.
Pesta ini tidak hanya dari kalangan bangsa elf saja, tapi seluruh daratan Anchestral Land akan mengadakan pesta kedewasaannya di tempat tinggal para elf ini. Dipercaya elf adalah makhluk paling mendekati dewa sehingga dipercaya bisa mendapatkan berkah dewa. Karena itu, pesta kedewasaan haruslah dipimpin oleh tetua elf.
Pada saat diadakannya pesta kedewasaan inilah, penghalang atau tabir yang selama ini menyelimuti tanah para bangsa elf sehingga tidak bisa dengan mudah dimasukin oleh orang luar, akan dibuka untuk waktu selama pesta itu berlangsung. Karena tidak hanya bangsa elf yang hadir tapi juga ada manusia, penyihir dan juga makhluk lain yang tinggal di Anchestral Land.
Pesta yang di mulai sejak pagi dan akan berakhir malam nanti, sudah didatangi oleh para peserta pesta kedewasaan berserta dengan keluarganya. Dan di antara semuanya yang paling menarik perhatian adalah putri dari bangsa elf, Alaglosa. Dengan gaun berwarna coklat pastel dengan beberapa aksesoris yang menghiasi kepalanya, belum lagi riasan yang meski tipis tapi sangat menunjukkan kecantikan alami dari wanita ini. Membuat semua mata terpesona melihatnya, termasuk dua pangeran dari negeri yang berbeda itu.
" Tuan putri, coba anda lihat itu.. Semua pada tertuju pada anda.. " bisik Bhuralea yang ada di samping Alaglosa saat ini.
" Sssttt... Diam kau... Jangan bicara hal yang sudah pasti begitu. Memang aku ini yang paling cantik, semuanya akan tersingkir jika aku ada.. " Alaglosa membanggakan dirinya.
" Ya... Ya... Dan anda juga yang paling narsis, tuan putri.. " olok Bhuralea. Bukannya marah, Alaglosa malah tertawa karena olokan dari pelayan pribadinya ini. Rasanya senang bisa seperti ini, karena dulu bahkan untuk sekedar mengobrol seperti teman pun, Alaglosa dan Bhuralea tidak pernah melakukannya. Alaglosa yang dulu sedikit angkuh, tapi dia tersadar karena yang setia padanya hingga akhir hayatnya adalah Bhuralea. Karena itulah sekarang dia sangat penyayangi pelayan pribadinya itu.
" Ehm... Bhuralea.. Jika aku bertanya pada mu tentang sesuatu, janji kau akan merahasiakan ini.. " Alaglosa menatap pelayan pribadinya ini dengan tatapan memohon.
__ADS_1
" Tentu saja tuan putri, jika saya melanggar maka kepala saya taruhannya. Apa yang akan ada ingin tanyakan? " Bhuralea balik bertanya.
" Diantara yang mulia putra mahkota dan juga Jendral yang bernama Kaida yang duduk di dekat putra mahkota itu, menurut mu siapa yang tampan? " Alaglosa bertanya dengan suara lirih dan terlihat malu.
" Eh... Jangan bilang anda ingin kedua-duanya.. "
" Tentu saja tidak.. Cepat saja kau katakan, mana yang paling tampan menurut mu!! "
" Keduanya memiliki kharisma yang berbeda tuan putri, jika yang mulia putra mahkota, beliau itu terlihat seperti bulan, sedangkan Jendral Kaida itu terlihat seperti matahari. Tapi keduanya adalah benda yang indah yang menghiasi langit, jadi itulah menurut saya. " pendapat Bhuralea terdengar ambigu.
" Maksud mu bagaimana,, aku tidak paham? " tanya Alaglosa yang masih menuntut jawaban dari Bhuralea.
Alaglosa memutar bola matanya jengah melihat tingkah pelayan pribadinya ini. Tapi benarkan, semua pasti akan lebih suka dengan Jendral Kaida. Bagaimana pun pria itu memang terlihat tidak tersentuh dari jauh, tapi ketika sudah dekat, dia adalah pria yang baik. Alaglosa terlihat menatap Jendral Kaida yang kini juga terlihat memandangnya. Keduanya sama-sama tersenyum meski sangat tipis dan hanya mereka yang tahu.
Alaglosa rasanya ingin tertawa geli, ketika dia berjanji tidak akan jatuh cinta pada yang namanya pria. Tapi kini tanpa sadar dia sudah jatuh cinta dengan sosok pria yang bergelar sebagai Jendral itu. Tampan dengan warna mata ungu gelap, rambut hitam yang selalu tertata dengan rapi mencerminkan bagaimana orangnya yang juga tapi. Dan yang paling Alaglosa sukai adalah, aroma yang keluar dari tubuh Jendral Kaida. Seperti aroma therapy uang menenangkan.
__ADS_1
Degh...
Jantung Alaglosa terasa hampir saja berhenti berdetak karena terkejut. Sebuah tangan terulur di depannya. Rupanya pesta dansa sudah dimulai dan terlihat seorang pria mengulurkan tangannya pada Alaglosa. Dia jadi geli sendiri, karena melamun sampai tidak melihat sekitarnya.
Ketika Alaglosa mendongak untuk melihat yang di depannya ini ukuran tangan siapa. Sungguh dia amat terkejut melihat seseorang yang tidak Alaglosa paling harapkan mendekatinya. Pria itu adalah putra mahkota. Ketika Alaglosa hendak menolak, tangan Lord Edrahil yang duduk di sebelah nya langsung menarik tangan Alaglosa dan meletakan nya di atas telapak tangan putra mahkota.
" Berdansa lah... Kau harus menjadi perwakilan dari bangsa kita. Dan beliau ini adalah calon suami mu.. " ujar Lord Edrahil dengan tatapan mata seolah memberikan peringatan pada Alaglosa.
" Suatu kehormatan bagi saya menerima ukuran tangan yang mulia putra mahkota untuk berdansa.. " ujar Alaglosa terlihat sopan, namun di hatinya ribuan sumpah serapah sudah terucap.
" Begitu juga dengan ku, tuan putri.. " kepala putra mahkota maju untuk mengecup telapak tangan Alaglosa.
Dengan lembut dan penuh kasih sayang, putra mahkota membawa Alaglosa ke tengah lantai dansa dan itu semua tidak lepas dari tatapan kagum semua tamu yang hadir karena menurut mereka, pasangan ini sangat serasi sekali. Yang pria tampan dengan rambut berwarna emas dan juga mata berwarna kebiruan, disandingkan dengan gadis berwarna rambut hitam, bermata hijau emerald dan sangat cantik seperti bidadari.
Semua berdecak kagum melihat tuan putri bangsa elf dan putra mahkota yang berdansa bersama. Semuanya memuji dengan berbagai kata manis dan indah untuk kedua orang itu. Lain dengan seseorang yang rasanya sudah bisa lagi menahan amarahnya melihat pemandangan di depan. Dia terlihat marah dengan mata keunguannya yang sudah berkilat amarah. Rasanya seperti sesuatu yang menjadi miliknya telah disentuh oleh orang lain yang juga menginginkannya.
__ADS_1
" Sialan... Kenapa aku sangat tidak suka dengan pemandangan di depan itu..? Apa yang terjadi dengan perasaan ku? " batin orang itu.
Melihat bagaimana si pria tersenyum penuh dengan cinta pada wanita yang akhir-akhir ini menjadi obyek pikirannya, membuat hatinya dan pikirannya sinkron hingga dia telah membuat keputusan yang mungkin akan membawa petaka bagi bangsanya. Perseta nn dengan perjanjian dan pernikahan, yang dia inginkan saat ini hanya membawa wanita itu pergi agar pria yang tersenyum itu, tidak lagi akan tersenyum.