Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Cincin serupa dengan kedua mata


__ADS_3

Rumah kaca yang ada di kastil keluarga Draken di ibukota kerajaan Amanecer, telah diubah menjadi tempat dimana nantinya Tyrian dan Alaglosa akan mengucapkan janji suci pernikahan mereka. Rumah kaca yang dijadikan tempat Permaisuri untuk menanam tanaman, kini sudah dirombak menjadi latar suci pemberkatan pernikahan.


Alagkosa tengah didandani di dalam kamar yang entah milik siapa karena kamar di kastil ini cukup banyak. Dengan dress pengantin bermodelkan lonceng, dengan warna putih gading bermotif bunga green hydrangea, ditambah dengan beberapa aksen berwarna emas benar-benar terlihat hijau seperti bola mata Alaglosa.


Wajahnya dirias dengan riasan yang tipis tanpa sedikit merona di bagian pipi karena selain itu karena riasan, hal itu juga karena pipi Alaglosa yang merona. Namun jika dilihat, hal itu semakin membuat wajah Alaglosa terlihat sangat cantik dan menawan. Semua pelayan yang merias Alaglosa begitu yakin, jika putra mahkota wilayah selatan itu akan terpesona dengan kecantikan dari calon istrinya ini.


" Anda sungguh sangat cantik sekali nona.. Dari semua pengantin wanita yang pernah kami rias, anda adalah yang tercantik.." puji pelayan yang merias Alaglosa.


" Kalian bisa saja.. Bagaimana dengan permaisuri? Apakah beliau tidak cantik?" tanya Alaglosa penasaran. Pasalnya ketika putranya akan menikah, permaisuri tidak menampakan hidungnya sama sekali.


" Permaisuri sangat cantik nona.. Tapi bukan kami yang merias beliau, karena pernikahan Kaisar diselenggarakan di wilayah selatan, sedangkan kami dari dulu memang pelayan di tempat ini.." jawab yang paling tua diantara para pelayan yang ada di kamar tempat Alaglosa dirias.


" Permaisuri memiliki mata dengan warna merah menyala seperti darah. Rambut yang berwarna putih dan sangat panjang. Meski warna matanya mengerikan tapi beliau adalah orang yang lemah lembut dan baik hati. Siapa pun yang pernah bertemu beliau tidak akan ada yang mengatakan keburukan beliau karena memang beliau sangat baik.." Alaglosa jadi semakin penasaran dengan wajah dari ibu Tyrian yang memang tidak pernah dia lihat baik di kehidupannya yang dulu maupun yang sekarang.


Selesai dengan merias wajah mempelai wanita, kini saatnya mengantarkan mempelai ke altar suci yang sudah disediakan dan dipersiapkan oleh pihak kuil.Karena keluarga Alaglosa tidak mengetahui tentang hal ini, maka yang akan menjadi pria pendamping Alaglosa menuju ke altar suci adalah asisten pribadi Kaisar yang bernama Alpur.


Begitu memasuki rumah kaca yang sudah disulap menjadi tempat pernikahan Tyrian dan Alaglosa, semua mata menatap kagum pada mempelai wanita termasuk pria yang tengah berdiri di altar suci bersama pendeta kuil yang akan menikahkan mereka berdua.

__ADS_1


" Ehmmm... Calon lady kita benar-benar sangat cantik ya..." pangeran Codnille yang datang tanpa diundang itu tangah menggoda teman baiknya yang sekarang tengah terpesona itu.


" Tutup mulut mu atau kau tidak akan pernah lagi bisa bicara selamanya.." Tyrian langsung menengok ke arah sepupu laknatnya itu dan menatapnya horor.


" Hiiiii... Aku takut.."


" Gila..." sarkas Tyrian yang kesal ada yang mengganggu momennya terpesona oleh kecantikan gadis yang beberapa menit lagi akan menyandang status sebagai istrinya.


Singkat cerita, keduanya sudah selesai membaca sumpah mereka di depan utusan dewa yang diwakilkan oleh pendeta kuil. Tyrian sudah memasangkan cincin di jari manis Alaglosa, begitu juga sebaliknya. Cincin dengan permata berwarna hijau berpadu dengan warna ungu pekat. Sama persis dengan kedua warna bola mata Tyrian dan Alaglosa. Di dalam permata yang berbentuk bulat itu juga ada ukiran nama keduanya. Alaglosa memakai cincin bertuliskan nama Tyrian, dan begitu sebaliknya.


Alaglosa tersenyum melihat cincin yang kini tersemat di jari manisnya dengan bertuliskan nama pria yang sudah menjadi suaminya dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam setelah lamaran dadakan tadi di istana. Tidak Alaglosa sangka, pria yang terkesan dingin dan tidak tersentuh oleh wanita itu memiliki sifat romantis. Terbukti dari cincin pernikahan mereka yang bertuliskan nama keduanya.


" Kau memang benar-benar tidak boleh bicara... Mulut mu itu busuk seperti sampah,, pantas saja putri kediaman bangsawan Owen menolak mu..." cibir Tyrian yang sukses membuat Codnille ingin memukulnya itu. Kenapa penolakan yang dialaminya terus terusan diungkit oleh sepupu gilanya ini.


" Dia adalag Codnille Ottile, putra dari adik ratu terdahulu..Sepupu putra mahkota juga.." ujar Tyrian mengenalkan sepupunya pada sang istri. Padahal sebenarnya Alaglosa sudah mengetahui tentang sepupu itu karena di kehidupan yang lalu, beberapa kali mereka terlibat percakapan serius.


" Salam kenal pangeran... Saya Alaglosa.." Alaglosa memberikan penghormatan pada Codnille dengan cara menekuk kedua lututnya, namun kaki kiri ke belakang dan kedua tangan Alaglosa menggenggam samping dressnya dan membungkuk.

__ADS_1


" Jangan melakukan itu, status ku lebih tinggi dibandingkan pria busuk ini.." ucap Tyrian langsung membuat Alaglosa salah tingkah.


" Lupakan dia My Lady... Perkenalkan saya adalah Eluchil Ellwort dari keluarga bangsawan Ellwort.. Selamat atas pernikahan anda.." Eluchil hendak mencium punggung tangan Alaglosa sebagai bentuk penghormatan dan sapaan, tapi langsung ditepis begitu saja oleh Tyrian.


" Hohoho... Tuan posesif.." ledek Eluchil tapi sama sekali ditanggapi oleh Tyrian.


Alaglosa tersenyum tipis melihat bagaimana suaminya ini bersikap posesif padanya. Siapa saja juga tidak akan percaya pria ini bisa melakukan hal seperti ini. Lord Tyrian dari wilayah selatan adalah yang paling terkenal dingin dan tidak tersentuh oleh seorang wanita manapun, baik itu gadis atau sudah tidak lagi gadis.


Biasanya dalam sebuah perang yang tidak akan selesai hanya dalam dua sampai tiga hari, maka King secara sengaja dan ada anggarannya juga akan menyediakan wanita panggilan untuk melayani para pasukan yang berperang. Dan diantara semua yang berangkat berperang, hanya Tyrian yang tidak akan mau melakukan itu dengan wanita yang disediakan oleh Kaisar itu.Tapi lihat sekarang, pria ini menjadi si paling posesif pada sang istri dan tidak ingin orang lain menyentuh kulit dari sang istri barang sedikit saja.


" Sepertinya yang mulia putra mahkota telah menemukan orang yang tepat, yang mulia kaisar.." ucap Alpus yang kini menemani tuannya minum teh.


" Sepertinya... tapi gadis ini tidak sesederhana yang kita pikirkan ataupun Tyrian pikirkan.. Gadis ini memiliki sesuatu yang mungkin tidak akan bisa dipercaya oleh semua orang.." ucap Kaisar Proston santai sambil menyesap teh melati miliknya.


" Sepertinya gadis ini juga telah berhasil menarik perhatian anda, yang mulia kaisar. " Alpus tersenyum.


" Setidaknya kau perlu memastikan gadis yang akan menjadi menantu ku tidak berpotensi menjadi musuh dalam selimut.." Kaisar Proston sepertinya telah mengetahui sesuatu yang dia sendiri tidak bisa percaya, tapi mau tidak mau dia harus percaya karena kenyataan itu tengah berdiri dihadapannya.

__ADS_1


Berpedoman pada keyakinannya, sepertinya Kaisar akan mencari tahu tentang apa yang dia baru saja ketahui tentang menantunya. Sebenarnya tadi sudah ingin Kaisar tanyakan, tapi karena semua disibukan oleh acara pernikahan ini, maka Kaisar terpaksa menunda pembicaraan. Tapi besok, sebelum mereka kembali ke wilayah selatan, dia harus bertanya pada Alaglosa dengan jelas tentang apa yang dia baca dari pikiran Alaglosa.


__ADS_2