Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Pertarungan


__ADS_3

Di langit timur, sudah mulai nampak semburat warna oranye menandakan jika pagi akan segera tiba. Untuk pertama kalinya dalam hidup Alaglosa, dia bisa melihat indahnya langit dari ketinggian yang sangat tinggi. Lebih tepatnya, Alaglosa dapat melihat langit dari jarak yang cukup dekat, karena saat ini dia sedang berada di punggung naga ungu.


Untuk mempersingkat waktu menuju ke kota Eldrogo dari kastil, Tyrian sengaja mengubah bentuk menjadi naga. Di belakangnya, pasukan rahasia miliknya mengikutinya. Pasukan rahasia milik Tyrian yang tidak ada siapapun yang mengetahuinya selain kaisar dan Pangeran Zeco. Pasukan yang selalu melindungi Tyrian tidak peduli meski nyawa mereka sebagai taruhan atas keselamatan dari tuannya.


Dari punggung naga ungu, terlihat bagaimana ibukota wilayah selatan saat ini sudah sangat kacau. Rumah milik penduduk banyak yang hancur, di setiap jalan ada banyak monster yang entah berasal dari mana. Bukankah monster dari inti bumi sudah diurusi oleh Kaisar dan Pangeran. Lalu kenapa sampai ada pasukan monster yang menyerang ibukota.


" Mungkinkah.. " Gumam Alaglosa yang sepertinya bisa menebak dari mana asal pasukan monster yang menyerang ibukota.


" Tyrian.. Kau bisa mendengar ku? " Tanya Alaglosa sedikit berteriak agar suaminya mendengar ucapannya.


" Ada apa? Dan jangan berteriak karena aku sama sekali tidak kehilangan fungsi pendengaran ku.. " Alaglosa terkejut sekali. Dia pikir, jika menjadi seekor naga, maka suaminya akan memiliki bahasa yang sama dengan naga. Mungkinkah ini bentuk evolusi naga.


" Sepertinya yang di kota itu, hanya sebuah pengalihan.. Tujuan mereka, membawa perkamen ke arah monster naga.. " Tutur Alaglosa.


Ditunggu selama beberapa detik, tidak ada respon sama sekali dari Tyrian. Alaglosa yang berpikir jika Tyrian tidak mendengarnya, kemudian kembali mengulang ucapannya supaya Tyrian bisa memahami ucapannya. Padahal, diamnya Tyrian bukan karena tidak mendengar tapi sedang berpikir bagaimana caranya menangani masalah ini agar tidak sampai semakin buruk situasinya.


" Hei.. Aku dengar.. Kenapa kau terus mengulanginya? " Tanya Tyrian yang mana dari suaranya terdengar sedang kesal.


" Kau tidak memberikan tanggapan. Aku pikir kau tidak dengar.. " Alaglosa nyengir kuda.


" Ck.. Sudah aku katakan kalau aku tidak kehilangan fungsi pendengaran. Lagi, aku sedang berpikir.. Pegangan kita akan turun.. " Setelah mengatakannya, terbang Tyrian langsung menukik tajam menuju ke daratan. Alaglosa yang terkejut langsung berpegangan erat pada sisik naga di bagian punggungnya agar tidak sampai terjatuh. Alaglosa belum ingin mati muda bila sampai terjatuh dari tubuh sang suami yang berubah menjadi naga.


BOOM

__ADS_1


BOOM


Tyrian tepat mendarat di tengah bagian kota Eldrogo. Ada lima jalan yang bisa menuju tengah kota ini. Dan semuanya sudah dipenuhi monster dengan berbagai jenis. Tebakan Alaglosa benar adanya, jika yang ada disini hanyalah pengalihan. Buktinya, monster yang menyerang kota adalah monster dengan jenis yang sama dengan yang menyerang kota saat adanya pesta syukur petani.


" Khazad.. Apakah jumlah pasukan kita bisa lebih unggul dari para monster ini? " Tanya Tyrian.


" Saya kurang yakin yang mulia.. Pasukan milik Roszak dan Marlos belum sampai kemari setelah dari lereng gunung berapi. Hanya ada pasukan milik Fandim. Dan pasukan ini, bukan tipe dalam pertarungan seperti ini. " Jawab Khazad sesuai situasi dan kondisi di tempat ini.


" Ada ide? " Tyrian kembali bertanya. Bukan dia tidak bisa mencari ide dengan otaknya yang jenius itu. Hanya saja, terlalu banyak yang dia pikirkan, sampai dia sendiri tidak tahu harus mengambil keputusan apa dalam situasi seperti ini.


" Pindahkan saja mereka.. " Jawab Alaglosa terkesan sangat santai. Namun, usulan darinya itu sama sekali tidak bisa dianggap hal yang santai.


" Maksudnya? " Alis Tyrian berkerut.


" Yakin bisa memindahkan mereka? " Alaglosa mengangguk mantap.


" Tapi.. Berikan manna mu ya.. " Tyrian hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah tengil istrinya.


" Pindahkan saja ke inti bumi.. Memindahkan mereka semua ke amanecer, bukanlah pilihan yang tepat untuk saat ini.. " Alaglosa kembali mengangguk. Tadi dia berucap seperti itu, sebenarnya hanya bercanda saja.


" Kalau begitu, bisa kau buat para monster itu berada di area yang bisa aku pindahkan.. Dari tempat ku sekarang, sampai sepuluh meter ke depan.. "


" Kau gila ya.. Jarak seperti itu akan membuat pasukan kita kewalahan menghadapi sisanya. "

__ADS_1


" Ck.. Akan aku buat barier yang kuat, agar mereka tidak sampai masuk ke area kita.. Perintahkan pada Fandim untuk ikut membuat barier.. "


Meski sedikit kurang percaya dengan ide sangat istri, tapi Tyrian tidak bisa membantah dan tetap melaksanakan sesuai arahan dari istrinya. Sebagai tindakan jaga-jaga, Tyrian mengubah kembali bentuknya menjadi naga. Melawan monster dengan bentuk sebesar ini, akan membuat dirinya menjadi tameng untuk pasukannya agar segera mengambil tindakan.


Alaglosa pun mempersiapkan dirinya dan juga manna miliknya yang sudah ditransfer oleh Tyrian. Alaglsoa akan membuat mereka semua pindah ke inti bumi, sesuatu dengan visual yang diperlihatkan oleh Tyrian. Tanpa mengetahui bagaimana kondisi dari tempat yang akan menjadi tujuan pindah ruang yang dilakukan oleh Alaglosa maka hasilnya juga akan percuma saja.


Meninggalkan Tyrian dan Alaglosa di tengah kota Eldrogo, sekarang mari kita lihat apa yang terjadi di wilayah beku yang sekarang menjadi tempat pertempuran antara kaisar dan juga monster naga. Kaisar Proston masih tetap mempertahankan wujudnya sebagai naga perak, untuk mengimbangi kekuatan tempur dari monster naga berkepala tiga ini.


Perbedaan kekuatan mereka sangat lah besar, tapi pengalaman Kaisar dalam peperangan membuat perbedaan itu tidaklah memberikan pengaruh apapun dalam pertempuran dua naga ini.


" Yang mulia Pangeran.. Apakah masih lama Anda membuat stigma? " Tanya Furcas.


" Kenapa? " Bukannya menjawab, Zeco malah balik bertanya.


" Ini terlalu lama.. Saya khawatir yang mulia Kaisar akan kewalahan menghadapi monster naga sialan itu.. " Furcas menunjuk ke arah langit di mana ada dua naga yang ukurannya tidak sama tengah bertarung.


" Ck.. Kemana Tyrian itu? Bukankah hanya mengambil istrinya saja.. Kenapa lama sekali? " Gerutu Zeco. Tugasnya membuat stigma belum selesai. Karena untuk menyegel monster sebesar dan sekuat Hydragoneus, pastilah membutuhkan stigma yang rumit.


" Kalian saja yang membantu ayah.. Aku belum selesai.. " Furcas menganga mendengar ucapan Zeco.


Bukan meragukan kemampuan dirinya sebagai komandan pasukan dari Tyrian, si raja perang. Hanya saja, dirinya tidak bisa terbang lalu bagaimana membantu Kaisar di atas sana. Akan lebih menguntungkan jika di sini ada pasukan dari Fandim, karena sebagian besar pasukannya memiliki kemampuan seperti itu.


Furcas tidak tahu harus bagaimana lagi Berfort sedang membantu Zeco membuat stigma dan pasukan mereka masih bersiaga kalau saja ada serangan mendadak. Dalam hatinya, Furcas sama sekali tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Dan seolah dewa tengah menjawab doanya, tiba-tiba saja ada sebuah cahaya yang melesat ke arah Kaisar dan membantu Kaisar menghadapi monster naga itu.

__ADS_1


" Siapa mereka? " Gumam Furcas.


__ADS_2