
Sepertinya Tyrian telah salah bertanya pada ayahnya, juga salah mempercayai bahwa ayahnya adalah seseorang yang tahu segalanya. Lihat saja betapa santai nya pria yang menjadi penguasa wilayah selatan itu mengatakan kata ' tidak tahu ' dengan entengnya. Padahal Tyrian sampai berbusa bercerita tentang semua yang dia dengar dari Jasraj.
" Menyesal aku bertanya pada ayah.. " ujar Tyrian malas.
" Hei... Ayah baru berusia 58 tahun, bagaimana ayah bisa tahu cerita yang sudah ribuan tahun lamanya.. Tanya saja Jasraj yang pasti tahu apa yang terjadi saat itu.. " ucap kaisar Proston tidak Terima disalahkan putranya.
" Setidaknya tentang ramalan atau pasti tahu kan? " tanya Tyrian.
" Kalau ramalan, ibu mu yang jauh lebih tahu karena dia adalah penyihir.. " Tyrian sudah benar-benar dibuat kesal oleh ayahnya sendiri. Bolehkah jika Tyrian menghajar pria ini. Tentu saja tidak boleh, pria itu ayahnya sendiri.
" Kalau begitu aku tanya ibu saja.. " Tyrian sudah hendak meninggalkan ruangan itu, namun langkahnya terhenti ketika melihat Alaglosa sudah berhenti di depannya.
" Anda mau kemana, yang mulia? " tanya Alaglosa.
" Tidak jadi.. Ayo kita sarapan dulu saja.. " Tyrian pun mengurungkan niatnya dan memilih menemani istrinya sarapan.
Sarapan kali terasa sangat spesial karena di meja ini akhirnya kedatangan anggota baru keluarga Sir Draken. Setelah sekian lamanya, bukan hanya Kaisar saja yang menikmati sarapan setelah ini. Putranya selalu sibuk dengan urusan keamanan wilayah, membuatnya harus sering sendiri di kastil tua ini.
" Kehadirannya benar-benar membawa angin dan warna baru untuk tempat ini.. Tapi ucapan Tyrian tadi, sepertinya aku harus mencari tahu.. Sama seperti ucapan menantu ku, akan ada hari dimana dia mengetahui tentang kekuatannya mengendalikan waktu.. " batin Kaisar.
__ADS_1
Sebenarnya dia tahu maksud Tyrian tadi, dan bukannya dia malas menanggapi, hanya saja dia masih harus memikirkan sebab akibat jika Tyrian mengetahui semuanya. Dan apakah benar-benar harus digunakan kekuatan itu untuk melindungi wilayah ini. Jika keluarga adik tirinya mengincar Alaglosa untuk membangkitkan kekuatan bulan Saturn, pasti alasannya adalah lepas dari ikatan dengan wilayah selatan.
Begitu sarapan selesai, semuanya bubar dengan urusan masing-masing. Kaisar pun memilih pergi ke perpustakaan dimana semua buku yang mencatat tentang sejarah ada di sana. Kaisar merasa perlu mempelajari tentang ramalan dan juga tengah dua jiwa yang menyatu seperti inti dari ramalan.
" Carikan aku buku tentang ramalan yang menyangkut keturunan Acfica..! " titah Kaisar pada seorang pengurus yang memang diperintahkan untuk mengurusi buku-buku di perpustakaan ini.
Meninggalkan Kaisar yang sibuk membaca ditemani teh pu erh, Tyrian sedang mengajak Alaglosa untuk bertemu dengan orang-orang yang bekerja membantu Kaisar mengurus kastil dan wilayah. Alaglosa diharapkan bisa ikut membantu karena dirinya sekarang adalah istri Tyrian, dengan kata lain adalah calon permaisuri mengingat apa yang terjadi pada Permaisuri.
Tyrian dan Alaglosa duduk di meja bundar dengan beberapa orang yang Alaglosa tidak kenal baik di kehidupan lalu maupun sekarang. Mereka semua nampaknya adalah seorang bangsawan dilihat dari cara berpakaian mereka. Jujur saja Alaglosa sedikit gugup saat ini, rasanya seperti tengah disidang saja.
" Untuk semua yang ada disini, yang ada di samping saya ini adalah istri saya.. Dengan kata lain kalian harus menghormatinya seperti kalian menghormati ku dan yang mulia Kaisar.. Sampai disini kalian paham.. Jika ya, silahkan perkenalkan diri kalian.. " ujar Tyrian memulai pembicaraan ini.
" Alaglosa... Anda bisa memanggil saya dengan panggilan itu.. " ujar Alaglosa cepat.
" Baik... Salam kenal yang mulia Lady Alaglosa, saya adalah Elzard Nelle, saya bergelar viscount yang juga menangani masalah bendahara kastil dan wilayah. " viscount Nelle memberi hormat pada Lady Alaglosa.
" Beliau ini ayah Roszak.. Kau tahu kan, ketua divisi dua pasukan ku? " Tyrian menambahkan. Alaglosa terang mengangguk karena sebelumnya sudah pernah melihat dan sedikit berbincang dengan pria bernama Roszak itu.
" Salam kenal yang mulia Lady Alaglosa, saya adalah Aura Rashieka.. Saya menggantikan suami saya yang sudah meninggal dan saya mengurusi masalah internal Kastil.. Ke depannya saya dan Anda akan memiliki waktu lebih banyak dalam mengurusi kastil, mohon kerja samanya yang mulia. " countess Rashieka terlihat sangat sopan sekali dalam bertutur kata.
__ADS_1
" Beliau adalah sepupu Kaisar.. " Tyrian kembali menambahkan. Alaglosa sedikit terkejut, tapi kemudian dia mengangguk sebagai balasan sapaan dari countess.
" Kenalkan saya adalah Liv Hawke, yang mulia.. Saya berada di bawah perintah yang mulia Lord Tyrian karena saya mengurusi pertahanan dan keamanan Eldrogo.. Senang bertemu dengan Anda.. " Alaglosa mengangguk. Rupanya di depannya ini adalah baron Hawke yang namanya dulu pernah Alaglosa dengar karena kehebatannya dalam membuat strategi pertahanan hingga wilayah Eldrogo tidak pernah tersentuh oleh orang luar.
" Saya adalah Corn Ergin, saya bertugas untuk mengurusi pangan dan persediaan air wilayah, yang mulia. Senang berkenalan dengan Anda.. " viscount Ergin memberi hormat.
" Maaf sebelumnya, bisakah anda menjelaskan kepada saya tentang tugas Anda, viscount Ergin?" titah Alaglosa karena dia memang ingin tahu mengenai tugas itu.
Viscount Ergin tersenyum, sepertinya istri dari tuannya ini memang pandai seperti rumor yang beredar. Karena ke depannya viscount Ergin akan sering berdiskusi dengan Alaglosa, dia pun menjelaskan secara detail maksud daripada tugasnya. Ini semua berhubungan dengan musim dan kondisi daerah mereka.
Dari tata letak wilayahnya, wilayah selatan atau biasa disebut ciutal Natal del dragon memiliki empat musim yang lebih ekstrem daripada wilayah lain. Ketika musim panas dan gugur, cuaca akan sangat panas dua sampai tiga kali lipat dari umumnya, dan saat itu bahan pangan dan air akan sedikit. Lain dengan ketika musim dingin dan semua, cuacanya tidak terlalu dingin terkesan hangat, dan bahan pangan serta air melimpah ruah.
Disini tugas viscount Ergin adalah mengolah data yang ada agar dua musim kekurangan pangan dan air itu bisa ditutupi dengan hasil ketika dua musim lainnya. Cukup rumit, karena ini menyangkut semua wilayah selatan, tidak hanya di Eldrogo saja. Tentunya akan dibantu oleh pemimpin kota bagian wilayah selatan ini.
Kebetulan juga, sebagai istri Tyrian, tentu Alaglosa akan ikut mengurusi masalah itu. Jadi count Nelle, countesa Rashieka dan juga viscount Ergin, ketiganya akan bekerja bersama dengan Alaglosa untuk kemajuan wilayah mereka. Pembicaraan berlanjut dengan keempat orang ini melaporkan pekerjaan mereka selama Tyrian dan Kaisar berada di Amanecer.
Sedikit bingung, tapi pengalaman yang pernah menjadikan dirinya ratu di Amanecer bahkan kebijakan yang dia buat telah mensejahterakan rakyat di sana meski balasannya menyakitkan. Ternyata dari kedua wilayah ini ada perbedaan besar dalam menjalankannya. Salah satunya adalah masalah distribusi pangan.
" Kenapa jika mereka adalah pasukan yang pergi berperang, mereka memiliki tambahan pangan? " tanya Alaglosa setelah mencerna semuanya tapi tidak kunjung paham.
__ADS_1