Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Terlambat mengetahui


__ADS_3

Pagi ini, Alaglosa dan juga Tyrian, mengantarkan rombongan dari kerajaan timur yang akan kembali ke kerajaan mereka sendiri. Pesta telah usai dan masalah penyerangan juga sudah diselesaikan dengan baik, meski dalang sebenarnya belum tertangkap. Tapi Tyrian dan ayahnya sudah menebak kiranya siapa yang mungkin melakukan ini semua.


" Terima kasih ya... Semoga selamat sampai tujuan.." ucap Alaglosa ketika dia dan suaminya sudah harus melepas kepergian orang-orang dari kerajaan Amanecer.


" Iya.. Terima kasih juga untuk My Lady yang banyak meluangkan waktu untuk kami... Kami pamit.." ujar Codnille sebagai ucapan perpisahan.


Alaglosa dan Tyrian melihat dengan kedua mata mereka sendiri bagaimana orang-orang dari Amanecer ini hilang ditelan oleh lorong waktu yang pastinya terhubungan dengan tempat yang tidak jauh dari kerajaan. Sudah biasa sekarang setiap perjalanan jauh akan menggunakan lorong waktu ini selain untuk mempersingkat waktu, juga sangat efisien karena semuanya tdak perlu lelah melakukan perjalanan .


Perbandingan waktu jika menggunakan lorong waktu dengan tidak, bisa mencapai dua minggu bahkan bisa lebih jika mereka menggunakan lebih banyak soul stone. Tentu saja sejak ditemukannya soul stone tanam yang bisa membuka lorong waktu ini, semua berlomba mendapatkan soul stone tanam ini untuk kepentingan pribadi.


Soul stone tanam adalah soul stone yang berasal dari inti bumi. Soul stone ini dialiri oleh kekuatan life stream alam sehingga mereka bisa tumbuh menjadi soul stone. Karena soul stone sendiri biasanya hanya ada di dalam tubuh makhluk hidup sesuai dengan jenis kekuatannya.


Kembali lagi pada sepasang pengantin baru ini. Setelah mengantarkan orang-orang dari wilayah timur, kedua orang ini sepakat untuk melakukan perjalanan untuk sekedar berkeliling kota. Kegiatan mereka waktu itu harus terganggu karena serangan musuh. Jadilah sekarang inilah Alaglosa bersama sang suami jalan bersama berkeliling kota.


" Jendral Kaida... Apa kabar? " seru seorang pria yang berjalan tertatih mendekati Tyrian yang tengah bersama Alaglosa.


" Hai... Jangan memanggil ku jendral lagi... Kau tahu sendiri, aku sudah lama bukan lagi seorang jendral.. " ucap Tyrian terlihat akrab dengan pria ini.


Tapi bukan keakraban Tyrian dengan pria ini yang menarik perhatian Alaglosa. Melainkan nama Jendral Kaida yang membuat Alaglosa terdiam. Jendral Kaida, bagi Alaglosa nama ini adalah benda Keramat nya. Cinta pertamanya, dan pria yang telah berhasil membuat dirinya bisa keluar dari takdir kelamnya. Namun, sosok itu tidak pernah Alaglosa temui lagi setelah terakhir kali saat Alaglosa pergi dari wilayah utara.

__ADS_1


Alaglosa masih tidak percaya, bahwa orang yang dipanggil jendral Kaida adalah suaminya sendiri. Bukankah mereka tidak mirip sama sekali, karena paras suaminya ini sangat jauh dari kata manis. Rahang tegas dengan bulu-bulu tipis disekitarnya, mata tajam, dan garis tegas wajah yang memang membuat Tyrian terlihat sangat dewasa. Sedangkan bagaimana dengan pria yang disebut Kaida, jawabannya berbanding terbalik dengan diri Tyrian sekarang. Wajar lah, jika Alaglosa sampai tidak mengenali.


" Jendral Kaida? Siapa itu? " tanya Alaglosa menatap penuh harap ke mata suaminya.


" Aku.. " mulut Alaglosa menganga tidak percaya.


" Jadi... Kamu... Eh Anda adalah Jendral Kaida? Kok bisa? " Alaglosa bertanya dengan wajahnya yang terlihat seperti orang bodoh.


" Tentu saja bisa... Nama ku Tyrian Kaida Sir Draken, hanya saja saat belum menapaki jalan ku sebagai pewaris tahta disini, memang aku adalah Jendral. Dan daripada di panggil Tyrian, aku lebih memiliki di panggil Kaida.. Lebih menyamarkan jatidiri ku saja. " terang Tyrian.


" Oh dewa.. Lihatlah, berapa bodohnya aku... Aku pikir aku jatuh cinta pada orang lain, nyatanya sejak dulu hanya dia.. Kenapa dulu aku tidak sadar bahwa cinta pertama ku adalah dia? " batin Alaglosa menyesal.


Pemimpin kedua wilayah ini memang dekat sejak dulu. Terbukti dari ucapan kaisar Proton, bahwa ibu dari Alaglosa pernah datang ke wilayah selatan. Tidak seperti wilayah barat dan timur yang bermusuhan, wilayah selatan dan utara terkenal dengan hubungan baik mereka.


Kala itu, Alaglosa kecil melihat Tyrian muda turun dari kudanya. Mata mereka bertemu tatap sepersekian detik sampai Alaglosa memalingkan pandangannya karena malu. Mungkinkah ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama, karena ini yang untuk pertama kalinya Alaglosa nampak memandang seorang lawan jenis dengan cara pandang yang berbeda.


" Lama tidak berjumpa.. " Proston menyapa.


" Iya... Dan ini adalah putra Anda, tampan seperti Anda ketika muda, dan bersinar seperti ibunya.. Hai nak, siapa nama mu? " tanya ibu Alaglosa.

__ADS_1


Kejadian ini terjadi sebelum akhirnya ibu Alaglosa meninggal karena jatuh sakit. Penyakit disebut dengan penyakit hati karena kehilangan ayah Alaglosa dalam perang berkepanjangan melawan wilayah barat. Saat itu, pertemuan rutin antara kedua wilayah ini diadakan di lembah Para penyihir yang selama dua tahun menjadi tempat dimana Alaglosa bersembunyi.


" *Nama saya Kaida, My Queen.. " ujar putra Proston.


" Hahahaha... Lihatlah, dia sifatnya mirip dengan Anda yang mulia.. Suatu saat ketika kamu besar nanti, pasti akan banyak gadis-gadis yang memuja.. Tapi, maukah ketika kau besar nanti, kau bisa menjaga putri ku? " tanya ibu Alaglosa.


Tyrian kecil mengangguk dengan mantap, hal itu juga membuat Alaglosa langsung menunduk malu. Ternyata pemuda yang berhasil menarik perhatiannya ini, juga tertarik padanya*.


***********


" Apa sejak saat itu? Apa sejak saat itu kau memiliki... perasaan,, pada ku? " tanya Alaglosa dengan pandangan mata menatap suaminya dan juga sudah berkaca-kaca.


" Ada apa? " tanya Tyrian. Melihat istrinya terkesan aneh menatapnya, Tyrian membawa sang istri menjauh dari kerumunan.


" Apa sejak saat pertama kali kita bertemu di lembah penyihir? Apa sejak itu kau memiliki perasaan pada ku? Apa itu karena permintaan ibunda ku atau.... "


" Ya... Sejak saat itu.. Aku sudah tertarik pada mu dan memutuskan untuk mengejar mu sejak saat itu.. Aku pikir kau tidak mengingat kejadian saat itu.. " Alaglosa langsung berjongkok sambil menenggelamkan wajahnya dalam-dalam.


Alaglosa menangis, menyesali takdir bodoh yang telah dia lakukan dulu. Bagaimana bisa dia melewatkan pria yang menjadi cinta pertamanya dan menyakiti pria itu begitu dalam di kehidupannya yang lalu. Bahkan pria ini membangkitkan dirinya dari kematian, entah dengan cara seperti apa. Rasanya Alaglosa sangat menyesal sekali, karena tidak mampu mengenali pria yang telah menguasai hatinya sejak dulu.

__ADS_1


" Maafkan aku... Maafkan aku suami ku... "


__ADS_2