Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Menghilang dan bertemu kembali dengannya


__ADS_3

" Apa yang kalian lakukan? Kenapa sudah selama ini kalian tidak kunjung kembali? " Codnille berteriak memanggil siapa saja yang bisa menjawab rasa penasaran nya karena sudah dua hari sejak perang berakhir, tapi tidak satupun pasukan dari selatan kembali ke Laborn.


" Kami tidak bisa kembali sebelum menemukan Lord Tyrian.. Beliau menghilang setelah pertempurannya dengan pemimpin pasukan serigala.. " Radolf mendekat dan menjawab pertanyaan dari Codnille.


" APA? MENGHILANG? " pekik Codnille terkejut.


" Tidak mungkin pria gila itu menghilang, apa kalian sudah mencari dibawah puing-puing bangunan? Bisa saja dia di sana.. " Codnille bicara seolah benar-benar tidak percaya pada laporan dari Radolf.


" Kami sudah menyisir kota ini beberapa kali tapi tetap tidak menemukan beliau. Terakhir kami melihat, beliau sudah dalam mode melampaui batasannya sehingga saya yakin life stream milik beliau berhenti. Kami tidak bisa kembali ke ibukota, karena jika kami kembali tanpa Lord, maka Kaisar Proston akan mengamuk dan anda pasti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.. "


GLEG.


Codnille menelan ludahnya kasar, benar apa yang dikatakan oleh Radolf. Jika sampai Kaisar Proston yang adalah pamannya ini mengetahui bahwa anaknya hilang, sudah bisa dipastikan pamannya akan murka dan apa yang terjadi selanjutnya bisa lebih buruk dari perang dengan manusia serigala yang telah berakhir ini. Yang paling ditakutkan adalah Kaisar dari negeri selatan itu akan merubah dirinya menjadi naga, jika sampai putranya tidak diketemukan.


" Bawa pasukan lebih banyak lagi kemari.. Dan segera bangun tenda, kita akan tinggal disini sampai Tyrian ditemukan...!!! " titah Codnille.


*******


" Eeuughh... " tubuh Alaglosa mulai bergerak. Rasanya begitu sakit sekali, meski terpejam dia sudah sadar sebenarnya, tapi untuk bangun tubuhnya sedang tidak baik-baik saja saat ini.


" Sudah bangun? " tanya seseorang yang ada didekat Alaglosa. Sontak membuatnya segera bangkit karena dia mulai mengingat siapa orang yang bersuara ini.


" Kau baik-baik saja kan? " Alaglosa bergeser untuk melihat kondisi pria yang ada di depannya ini.

__ADS_1


" Ehm.. Kau sendiri? Sepertinya kaki mu terkilir.. " jawab pria itu.


" Isshh.. " Alaglosa mendesis karena merasakan memang kakinya sakit untuk digerakkan.


" Tak apa.. Sini, biarkan aku yang mengobatinya.. " tangan pria ini hendak terulur menyentuh pergelangan kaki Alaglosa, tapi langsung tubuh Alaglosa bergeser kembali ke belakang.


" Kenapa? Kau tidak mau ku sentuh? Aku hanya ingin membantu mu.. " ujar pria itu sedikit tersinggung.


" Maaf.. Kita tidak saling kenal,, aku juga tidak tahu kau baik atau jahat.. Jadi biarkan saja seperti ini. " ujar Alaglosa.


Alis pria itu berkerut ketika mendengar ucapan Alaglosa. Tidak saling kenal, lalu apakah Alaglosa tidak ingat siapa dirinya. Meski sedikit marah, tapi biarlah, dua tahun ini memang banyak yang berubah darinya, wajar jika gadis di depannya ini tidak mengingatnya.


Ketika mencoba untuk kembali mengeluarkan kekuatannya, ternyata dia sudah bisa melakukannya. Bersyukur tidak sampai terlalu lama dia kehilangan kendali pada life streamnya. Dengan begini, dia bisa memberikan sinyal pada anak buahnya agar mereka semua datang padanya.


Pria ini kemudian menatap gadis yang masih berada di depannya ini Terlihat tubuh gadis itu menggigil kedinginan. Sepertinya di luar sedang badai salju, suatu yang biasa memang terjadi di tempat ini. Pria itu segera melepas mantelnya dan memberikan mantel itu pada Alaglosa.


" Pakai saja kau kedinginan... Dan jangan menolak, karena aku tidak mau mengurus mayat mu nanti.. " bibir Alaglosa langsung mencebik kesal mendengar ucapan pria yang dia selamatkan tadi.


Setelah itu tidak ada yang bicara di kedua orang ini. Mereka hanya diam dan sibuk memikirkan hal yang hanya keduanya yang tahu. Jika Alaglosa memikirkan cara keluar dari tempat ini, maka pria itu memikirkan apa yang terjadi pada gadis ini selama dua tahun belakangan ini, sampai dia melupakan si pria. Sungguh kejam, dulu mereka saling berjanji untuk tidak saling melupakan tapi kini justru gadis ini yang melupakan dirinya.


Alaglosa memang masih terlihat cantik sama seperti dua tahun lalu, tapi wajahnya kini terlihat lebih dewasa dari dua tahun lalu. Perawakannya juga bertambah tinggi, meski hanya sedikit. Tapi kecantikan gadis ini dari tahun ke tahun sama sekali tidak berubah. Dia tetap gadis tercantik yang pernah pria ini temui, dan keinginan pria ini pun ingin dia laksanakan. Karena keinginan itu adalah bentuk dari mewujudkan janjinya yang terucap dulu.


" Kali ini aku tidak akan pernah melepaskan mu.. Sungguh kau harus menjadi milik ku apapun yang terjadi.. " batin pria ini menatap wajah cantik milik Alaglosa.

__ADS_1


" Siapa nama mu? " tanya pria itu.


" Ossa.. Lalu anda? " tanya balik Alaglosa.


" Tyrian.. " pria itu sedikit tersenyum dan langsung membuat Alaglosa berdebar.


" Apa luka anda masih sakit? Perlu aku obati? Kebetulan aku membawa beberapa tanaman obat di sini.. " Alaglosa menunjukkan sebuah tas yang dia sampirkan di bahunya.


" Tidak perlu,, kini aku sudah baik-baik saja. Kau bisa mengobati pergelangan kaki mu saja. Tidak usah mencemaskan ku.. " ujar Tyrian menolah dengan halus.


Baik Tyrian dan Alaglosa bingung hendak bicara paa lagi. Keduanya akhirnya hanya diam lagi, dan entah melakukan apa yang penting tidak benar-benar diam. Sampai tiba-tiba saja ada suara yang begitu keras terdengar, membuat Alaglosa berjengit kaget, dan refleks langsung memeluk Tyrian.


Degh..


Tubuh keduanya menegang secara bersamaan. Baik Tyrian maupun Alaglosa sama-sama merasakan sesuatu yang begitu hangat mengalir di dalam tubuh mereka. Rasanya perasaan ini baru pertama kali keduanya alami dan itu sangat menenangkan. Alaglosa dan Tyrian menyukai apa yang kini mereka rasakan itu.


Tapi tunggu, Alaglosa kemudian mengingat sesuatu, tentang nama itu, Tyrian, bukankah itu nama dari seseorang yang berada di masa lalu Alaglosa. Tapi wajahnya, karena ada beberapa lebam dan luka membuat Alaglosa tidak bisa mengenalinya tapi, dalam hati Alaglosa bertanya-tanya, mungkinkah ini pria itu. Tapi apa dulu mereka berdua bertemu dengan cara seperti ini. Alaglosa tidak mengingatnya, tapi dia harus bisa memastikan benar dan tidaknya saat ini.


" Ehmm.. Maaf tuan,, tapi apakah anda berasal dari wilayah selatan? " tanya Alaglosa setelah melerai pelukannya dan dia bertanya dengan mimik takut.


" Ya.. Aku berasal dari sana, apa kau mengenali ku? " tanya Tyrian yang penasaran dari mana Alaglosa tahu asalnya. Dulu saja bahkan gadis ini tidak mau repot bertanya asalnya, lalu dia tahu dari mana.


" Tidak... Aku tidak mengenal ada... Aku... aku hanya... oh ya,, lambang di jirah anda.. Aku memastikan benar tidaknya dari situ.. " jawab Alaglosa terdengar sangat masuk akal meski bagi Tyrian, alasan itu tidaklah benar.

__ADS_1


Tyrian mengangkat bahunya acuh, rasanya dia sudah kecewa dua kali waktu yang tidak terlalu jauh. Sungguh menyedihkan sekali hidupnya saat ini. Bagaimana bisa lupa gadis ini padanya tapi malah bertanya tentang asalnya padahal ingat dirinya saja tidak.


Namun sebenarnya tanpa keduanya ketahui, pertemuan mereka ini justru membuat seseorang yang mengincar Alaglosa bisa merasakan kembali life stream milik Alaglosa yang dia tahun ini menghilang. Orang ini begitu senang karena akhirnya apa yang dia rencanakan sebentar lagi akan terwujud. Rencana yang gagal dua tahun lalu, kini akan mulai kembali dia lakukan.


__ADS_2