
Sudah beberapa buku yang dibaca oleh Kaisar Proston. Namun tidak satupun dari buku itu yang menjelaskan apa yang sedang dia dari tahu. Semua sejarah yang tertulis dibuku ini hampir sama, Acfica mati ketika hamil dan yang membunuhnya adalah Bialus. Keterangan di sana mengatakan Acfica mati karena racun dari Bialus.
Tidak tahu apa tapi Kaisar Proston merasa ada yang aneh dengan buku-buku ini. Seperti informasi yang tertulis disana hanyalah sebuah tulisan tanpa bisa dibuktikan. Kegelisahan Kaisar Proston pun dapat dilihat oleh Alpus. Orang yang menjadi penasehat Kaisar sekaligus teman baik Kaisar itu pun akhirnya menanyakan apa yang menganggu pikiran dari tuannya ini.
" Apa ada yang bisa saya bantu yang mulia? " Alpus mendekat.
" Kau ingat kelas sejarah saat kau sekolah dulu? Apa yang bisa membuat naga mati? " tanya Kaisar.
" Penyebab naga mati hanya jika soul stone miliknya dihancurkan, yang mulia... Kenapa anda bertanya seperti itu.? "Alpus sedikit heran.
" Kau yakin dengan itu? " Alpus pun mengangguk.
Kaisar Proston dibesarkan di Kerajaan Amanacer sampai kakeknya meninggal dan dia berpindah ke selatan untuk memimpin wilayah keluarganya ini. Jadi mengenai sejarah wilayah selatan, Kaisar Proston justru berada dibawah kemampuan sang putra. Karena itu dia perlu mengumpulkan apapun yang bisa menjelaskan apa yang dia ingin ketahui..
" Menurut mu siapa yang tahu tentang kejadian lengkap saat Acfica dan dewa Iynx masih bersama? Aku mencarinya ke semua buku pun rasanya tidak akan bisa mengungkap misteri waktu itu.. " gumam Kaisar yang bisa Alpus dengar.
" Setahu saya, ada seseorang yang bisa membantu Anda. Dia adalah seseorang yang memiliki masa hidup sangat panjang dan menjadi saksi atas apa yang terjadi dulu... Jasraj.. "
" Oh... Ya... Kau benar.. Kalau begitu katakan pada putra ku untuk mengundang Jasraj ke istana ini. Awasi semuanya dengan baik.. " titah Kaisar terdengar seperti tidak peduli pada perasaan anaknya sendiri.
" Apa tidak apa yang mulia? Terakhir kali, Jasraj telah membuat Lord marah besar, apa sungguh tidak apa mengundang ke kastil? " Alpus bertanya karena sedikit ragu dengan keputusan dari Kaisar.
__ADS_1
" Memangnya kenapa? Itu hanya salah paham.. Dan pesan kan ini pada Jasraj, datang ke kastil dengan tampilan manusia.. Awas jika datang kemari dengan bentuk anehnya itu.. " ujar Kaisar berpesan.
Tidak ada yang bisa Alpus katakan lagi jika Kaisar sudah bertitah. Semua tahu bahwa Kaisar memang memiliki sikap random, kadang ada saja yang aneh dia lakukan sampai membuat kesal putranya. Hanya saja tidak ada yang berani menegur, bahkan Lord Tyrian sekalipun. Semuanya maklum karena Kaisar bertindak seperti itu karena kesepian tidak ada permaisuri di sampingnya.
Namun, sepertinya kali ini Lord Tyrian siap untuk mengajak duel ayahnya karena telah mengundang monster yang menculik istri dari putranya. Tapi meski begitu, Tyrian tidak akan bisa melarang. Karena ini semua adalah jalan satu-satunya untuk menemukan jawaban dari banyaknya pertanyaan di kepala semuanya.
***********
Alaglosa menikmati waktu sore yang tenang dah damai ini, ditemani oleh dua pelayannya. Alaglosa melihat bagaimana matahari terbenam di wilayah selatan. Sepertinya kali ini sudut pandangnya sedikit berbeda dari yang biasanya dia lihat. Karena di lembah penyihir putih memang sangat jarang bisa melihat matahari terbenam. Hal itu karena cuaca ekstrem yang terjadi di sana setiap harinya.
Alaglosa menikmati teh yang mulai melekat di lidahnya. Rasanya memang berbeda dari teh yang ada di wilayah para elf, juga wilayah penyihir putih. Teh disini lebih pekat dan rasanya lebih kuat, tapi setelah meminumnya tubuh akan menjadi segar dan tidak loyo. Entah apa yang dicampurkan didalam teh ini, tapi khasiatnya memang membuat tubuh kembali bugar.
" Apa ayah akan percaya begitu saja dengan ucapan dari Kaisar? Sedikit lagi ayah, asal kita menyerahkan Alaglosa pada Amanecer, kita akan mendapatkan wilayah utara ini hanya untuk kita sendiri.. " pangeran elf yang disini sedang berbicara.
" Tapi apa yang diucapkan oleh Kaisar Proston juga bukan sesuatu yang tidak bisa dipercaya.. Kau tahu sendiri bahwa meski Amanecer memegang kuasa tertinggi di Anchestral Land, wilayah selatan tetaplah memiliki kekuatan yang tidak akan bisa dikalahkan oleh Amanecer... Kalau kita menentang Kaisar, kita bisa dihancurkan olehnya.. " Loed Edrahil yang bicara.
" Jadi maksud ayah, sekarang ini ayah menyerah begitu? " Caballero meneriaki ayahnya sendiri.
" Dimana sopan santun mu? Apakah wanita itu yang mengajari mu untuk menentang ayah? Apa penyihir sialan itu yang mengajari mu membangkang pada ayah? Dasar bodoh,, Alaglosa bahkan lebih pandai memilih pasangan ketimbang kau.. " Lord Edrahil membentak anak semata wayangnya.
" Penyihir? Siapa itu? Apakah aku melewatkan sesuatu yang penting? " tanya Alaglosa yang kini tidak takut lagi ada yang mendengar suaranya.
__ADS_1
" Jangan menghinanya ayah.. Dia adalah orang yang telah menyelamatkan ku.. Dan aku sudah bersumpah akan menjadi pendukung untuknya.. " ucap Caballero terlihat menatap ayahnya tajam.
" Ya... Ya... Dan kau tahu, bahwa wanita itu akan segera menikah dengan putra mahkota? Sungguh malang dirimu, mencintai wanita yang tidak akan bisa menghargai dirimu.. " cibir Lord Edrahil pergi meninggalkan putranya.
" Aaarrrrgghhh.. " pekik Alaglosa pelan. Rupanya Bhuralea tidak sengaja menyenggol lengannya, sehingga Alaglosa kembali ke dunia nyata.
" Kejadian seperti ini lagi.. Apa maksudnya? " gumam Alaglasa lirih.
Dia terdiam menatap langit sudah berubah malam. Dua pelayannya meminta masuk dan bersiap untuk makan malam. Alaglosa sebenarnya enggan turun karena pikirannya tengah bercabang kemana-mana. Ini kali kedua dia melihatnya, sungguh tidak adakah yang bisa menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi.
Ketika Alaglosa turun untuk makan malam, dia melihat ayah dan putranya tengah berdebat. Wajah sangat si putra terlihat merah karena kesal, tapi wajah sang ayah justru terlihat senang bukan main. Sepertinya si putra tertekan dengan apa yang tengah dibahas mereka.
" Terserah ayah saja.. Aku malas bicara.. " ujar Tyrian yang bisa didengar Alaglosa.
" Maafkan saya yang tidak bermaksud ikut campur, tapi ada apa ini? " tanya Alaglosa ketika dia sudah duduk tepat di samping Tyrian.
" Ayah akan mengundang monster yang menculik mu.. " ucap Tyrian acuh.
Alaglosa sungguh terkejut dan entah mengapa tubuhnya tiba-tiba saja bergetar hebat. Sepertinya dia sangat ketakutan karena mengingat kejadian dia diculik beberapa hari yang lalu. Seolah tahu, Kaisar mengucapkan sesuatu yang membuat Alaglosa berhasil menguasai ketakutan nya dan kini menajdi rasa penasaran yang tinggi. Tyrian tidak mau ikut campur karena kedua orang ini bisa menjadi kompak dan menekan dirinya.
" Aku pastikan kau tidak akan menyesal kali ini bertemu dengannya. "
__ADS_1