Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Kesibukan pemimpin wilayah


__ADS_3

Selama beberapa hari ini, Alaglosa terus memantau tugas yang dia maupun kaisar berikan pada ketiga gadis yang akan menjadi orangnya nanti. Alaglosa harus tahu dengan benar kelebihan dan kekurangan masing-masing gadis ini, kemudian barulah dia menempatkan mereka bertiga sesuai dengan kemampuan mereka.


Satu nama sudah Alaglosa kantongi untuk ditempatkan sebagai asistennya, tinggal dua orang lagi yang harus Alaglosa cermati kembali sebelum meminta mereka mengurus semua kepentingan dirinya. Satu tempat tersisa sebagai dayang yang mengurusi keperluan pribadinya dan satu lagi dayang yang mengurusi pekerjaannya. Sedangkan asistennya nanti akan menangani semua yang berhubungan dengan pekerjaan Alaglosa termasuk melobby orang-orang yang berada di bawah kuasa Alaglosa.


" Apa nyonya sudah memutuskan siapa yang akan menjadi asisten anda?" tanya Roden yang ikut dalam penilaian.


" Hm... Tinggal dua orang lagi yang perlu aku lihat lagi.. Aku bingung siapa yang menjadi dayang pribadi dan dayang yang membantu ku mengurus pekerjaan.." ucap Alaglosa yang tengah mengamati tiga gadis itu yang Alaglosa minta untuk membuat laporan tentang apa yang mereka kerjakan hari ini.


" Kalau saran saya, dayang pribadi sebaiknya yang berasal dari Basilik.. " ucap Roden.


" Alasannya? "


" Karena dia diperintahkan langsung oleh Jasraj, artinya dia tidak hanya pandai mengurusi sesuatu tapi juga pandai melakukan pertahanan diri.."


" Kalau kau lupa, aku sudah punya dua penjaga.. Untuk apa dayang yang bisa mempertahankan diri lagi.."


" Semakin banyak yang melindungi maka semakin anda akan berada dalam kondisi yang baik nyonya... Yang mulia tidak setiap waktu berada di wilayah apalagi jika ada perang ataupun masalah pertahanan dan keamanan, Yang mulia akan sering berada di luar sana.."


Alaglosa membenarkan juga ucapan Roden. Dia ingat dulu saja ketika Alaglosa masih menjadi ratu, memang sangat jarang dia melihat Tyrian ke ibukota. Alasannya pria ini tengah mengurus perang ataupun keamanan di Anchestral Land. Rupanya di kehidupan ini tidak berubah sama sekali. Suaminya tetaplah pria yang sibuk.

__ADS_1


" Ehmmm... Nyonya,, ini hanya saran saya.. Besok adalah pesta syukur petani, saya harapkan anda sudah mengumumkan tugas ketiga gadis itu untuk berjaga-jaga jika anda memiliki banyak pekerjaan.." ucap Roden memberi saran.


" Sepertinya memang harus begitu ya... Sore nanti mari kita katakan pada mereka. semoga saja mereka tidak merasa kecewa dengan keputusan ku.." Alaglosa pun beranjak dari tempat duduknya untuk masuk ke kamar dan beristirahat.


Ketika Alaglosa berbaring di tempat tidurnya, pikirannya menerawang jauh ke masa kehidupannya yang lalu. Tidak banyak yang berubah meski dia telah memilih jalan yang lain. Jika dulu dia adalah ratu, maka lain dengan sekarang yang adalah calon permaisuri. Tugasnya sama, mensejahterakan rakyat di wilayahnya, namun yang berbeda adalah di sini, banyak orang yang membantunya.


Dulu semua Alaglosa kerjakan sendiri ketika dia menjabat sebagai ratu di Kerajaan Amanecer. Semua rakyat sejahtera, para kesatria hidup dengan berkecukupan, bangsawan pun semakin melebarkan sayap mereka dengan meraup kekayaan yang banyak dari bisnis mereka. Tapi lihat orang-orang yang dia majukan kehidupannya, justru berdiri paling depan ketika dirinya dipersembahkan kepada dewa.


Tidak banyak yang sebenarnya Alaglosa inginkan, dia hanya ingin hidup damai tanpa adanya masalah dan perebutan kekuasaan. Hanya dirinya dan keluarga kecilnya, bisa hidup di dunia yang tidak saling berusaha untuk merebut kekuasaan yang bukan miliknya. Namun, sungguhkah ada tempat seperti itu. Jika ya, maka Alaglosa akan membawa suami dan anak-anak nya kelak untuk tinggal disana.


Lamunan yang panjang membawa Alaglosa tertidur juga akhirnya. Siang ini, dia tidur bertemankan sepi karena suaminya tengah menuju ke Fandor untuk melihat tanah pertanian yang sebentar lagi akan mulai ditanami. Jadilah selama dua malam nanti, Alaglosa akan tidur sendiri tanpa suami di sampingnya.


***********


" Selamat datang kembali di Fandor yang mulia Lord Tyrian.. " sapa count Windsor, Arthur.


" Terima kasih atas sambutannya.. Apakah bisa kita melihat-lihat segera? Aku tidak memiliki banyak waktu karena harus segera kembali ke kastil lusa pagi.


" Tentu tuan.. Mari saya antar Anda.. " count Windsor mengantarkan Lord Tyrian menuju ke tanah yang selama ini dijadikan tempat bercocok tanam untuk memenuhi semua bahan pangan wilayah selatan.

__ADS_1


Sebenarnya selain di Fandor, masih ada beberapa lahan garapan di Cendrag, tapi memang yang di Fandor adalah yang paling besar dan paling menghasilkan banyak panenan. Sebagian di Cendrag hanya untuk buah-buahan dan sedikit sayur karena di sana air tidak melimpah seperti di Fandor.


Fandor menjadi tempat dimana pangan utama ditanam, selain kentang masih ada jagung, gandum dan ada ternak juga di sini. Meski Fandor adalah kota pertama setelah benteng pertahanan, tapi bisa dipastikan aman karena hampir tujuh puluh persen pasukan wilayah selatan mendiami kota ini sebagai bentuk penjagaan.


" Tanah... Apakah tahun ini tanah di tempat ini sudah kembali subur seusai dengan pertama kalo? Karena hasil panen tahun kemarin tidak sebaik tahun sebelumnya. " tanya Tyrian yang melihat beberapa orang tampak menanam gandum di tanah yang sudah diperbaiki PH dan unsur haranya.


" Tentu tuan.. Bagian penelitian, viscount Moin, sudah melakukan segala upaya untuk membuat tanah kembali subur. Meski belum sempurna hasilnya, tapi bisa dipastikan akan dua kali bahkan tiga kali lebih baik hasil pangan kita tahun ini dibanding tahun kemarin.. " lapor count Windsor.


" Bagus.. Usahakan untuk terus meningkatkan hasilnya karena kalau tidak salah, tahun ini akan menjadi musim panas terpanjang setelah sepuluh tahun yang lalu.. " pesan Tyrian.


" Tentu tuan.. Kami sudah menambahkan beberapa lahan tambahan di Cendrag. Anda tidak perlu khawatir.. " Tyrian mengangguk paham.


Lahan dengan luas puluhan hektar itu adalah lahan yang menjadi sumber pangan untuk wilayah selatan. Meski mereka melakukan barter dengan wilayah lain selama ini untuk memenuhi lumbung pangan mereka ketika musim panas dan gugur, tapi mereka tetap berusaha agar semakin bisa menekan pengeluaran keuangan wilayah untuk membeli bahan pangan dari luar wilayah.


Lord Tyrian ikut turun ke ladang dan membantu beberapa pekerja yang terlihat sedang menanam jagung. Salah satu makanan pokok yang paling banyak menyumbang hasil untuk pangan wilayah selatan. Meski masa tanamnya cukup lama, tapi hasilnya rusak pernah diragukan karena mampu menjadi sumber makanan pokok.


Setelahnya dari melihat lahan tanam, Lord Tyrian mengajak rombongan untuk melihat ternak yang ada di tempat tidak jauh dari lahan tadi. Ada sapi, ayam, kambing yang menjadi ternak peliharaan di Fandor. Jika sapi akan diambil daging dan susu nya, ayam dan kambing diambil daging dan bulunya. Bulu-bulu inilah yang diolah dan akan dijadikan barter untuk mendapatkan bahan pangan dari wilayah lain.


" Tahun ini jika memungkinkan, tambahkan jumlah ternak kita. Kita harus persiapkan populasi yang meledak di wilayah kita jika orang-orang itu bermigrasi kemari.. " titah Tyrian.

__ADS_1


Pria ini menatap hamparan tanah lapang yang biasanya digunakan untuk mengumbar ternak agar ternak-ternak di sini tidak sampai stress. Meski raganya disini, tapi tidak dengan hati dan pikiran Tyrian yang sekarang sedang melanglang buana ke tempat dimana sang istri berada.


" Kau pasti senang andai melihat ini semua Ossa.. "


__ADS_2