
Tyrian menatap datar seseorang yang kini tengah berdiri di depannya dan senyum yang menjijikan bagi Tyrian. Ingin kesal, tapi tidak bisa karena memang sudah sewajarnya di setiap tahun akan seperti ini. Tapi entah mengapa tahun ini rasanya Tyrian tidak suka melihat orang-orang ini datang ke wilayahnya.
" Jangan tersenyum seperti orang bodoh begitu.. Membuat ku jijik saja.. " sarkas Tyrian yang sejak tadi ingin sekali memakan orang hidup-hidup.
" Ck... Memangnya kau tidak senang bertemu dengan teman sekaligus saudara mu sendiri? Atau karena ada saingan mu di sebelah sana, jadinya kau kesal.. " Codnille menunjuk sepupunya dengan dagu sambil menaik turunkan alisnya di depan Tyrian.
" Kenapa kau membawanya? Apa tidak ada orang lain? " protes Tyrian tidak sedang dengan kehadiran Saturn, mantan calon suami dari istrinya.
" Lalu, aku harus mengajak siapa? Putri Wilona begitu? Apa kau tidak takut jika disini akan terjadi perang ke IV? " Codnille masih asyik terus menggoda Tyrian.
" Diam.. Atau kau ingin aku lempar ke lembah gunung api.. " Tyrian sudah menunjukkan tanduknya karena kesal.
" Ho.. ho.. ho.. Aku takut.. " ucap Codnille.
Hampir saja Tyrian benar-benar akan melempar Codnille, tapi langsung dia urungkan ketika mendengar suara istrinya yang memanggilnya dirinya. Rupanya istrinya ini ingin menyambut dirinya kembali pulang setelah dari Fandor beberapa hari. Tapi sayangnya, di sini juga ada Saturn dan itu membuat Tyrian rasanya kesal saja. Apalagi melihat Saturn memandang sang istri yang dengan tatapan mendamba, ingin rasanya Tyrian mencongkel matanya.
" Jangan berlarian.. Kau bisa terjatuh.. " Tyrian menegur sang istri.
" Maaf kan aku.. Tapi aku senang sekali melihat kau akhirnya pulang.. " Alaglosa langsung masuk ke dalam pelukan suaminya. Mencium aroma tubuh sang suami yang selama ini selalu mampu menenangkan pikiran dan jiwa nya.
" Aku merindukan mu Ossa.. " bisik Tyrian tepat di telinga Alaglosa.
__ADS_1
" Ekhem... Ekhem... Tolong kasihanilah jiwa jomblo kami yang tengah meronta-ronta ini.. " ucapan sirik dari Codnille, menghentikan momen romantis Tyrian dengan Alaglosa.
" Kau.... Kemari kau, aku akan benar-benar melempar mu.. " Tyrian sudah mengambil ancang-ancang akan mengejar Codnille yang sepertinya memang sengaja ingin menggodanya.
Codnille pun dengan cepat langsung mengambil langkah seribu agar tidak terkena amukan dari Tyrian. Memang seperti inilah mereka sejak kecil, Codnille yang jahil dan juga Tyrian yang sangat polos sehingga sering kali Tyrian dikerjai oleh Codnille dan selalu kena. Keduanya pun pasti akan berakhir saling kejar mengejar seperti ini.
" Mereka memang selalu seperti itu.. Sangat kekanak-kanakan.. " ucap Saturn yang kini sudah berada di dekat Alaglosa meski masih berjarak.
" Terkadang kita sebagai orang dewasa juga perlu bersikap seperti itu, agar hidup kita bisa berwarna.. Terlalu serius juga tidak baik.. " ucap Alaglosa menanggapi ucapan Saturn.
" Apa kau juga begitu? " Saturn menatap wajah Alaglosa, wanita yang sebenarnya masih merajai hatinya Tapi karena kepentingan kerajaan membuatnya mengubur dalam-dalam anggannya itu.
" Yah.. Saya bahkan lebih sering bersikap kekanakan daripada mereka.. Toh saya masih muda, yang mulia.. Selagi bisa hidup, kenapa tidak mencoba menjalani hidup dengan baik.. Karena jika kita tidak lagi bisa hidup, maka kita akan menyesal jika belum melakukannya hal konyol seperti mereka.. " Alaglosa tersenyum dengan mata memandang suaminya yang telah berhasil menangkap Codnille, dan membanting nya ke tanah.
Setelah puas menghajar sepupunya, Tyrian kembali menghampiri Alaglosa karena mendapatkan sinyal dimana dia harus waspada karena Saturn mendekati sang istri. Tyrian tidak akan biarkan jika sampai Saturn berbuat sesuatu untuk memikat sang istri. Entah kenapa rasanya Tyrian seperti sudah berjuang sangat keras untuk mendapatkan Alaglosa dan dia tidak akan semudah itu kehilangan wanita yang dia cintai ini.
" Jangan dekat-dekat istri ku... Kau... Masih perlu aku awasi!!! " Tyrian menunjuk wajah Saturn tepat di depan mata semua orang.
" Turunkan tangan mu jika kau tidak ingin dianggap memberontak!!! " Saturn menegur Tyrian.
" Kau lupa dimana kau berada? Disini aku memiliki kekuasaan dan status lebih tinggi dari mu.. Oh... Kau ingin mengandalkan King, yang adalah ayah mu itu.. Tapi kira-kira, siapa yang akan dia bela jika kita berdua benar-benar berseteru? " tantang Tyrian.
__ADS_1
Melihat kondisi sudah tidak bisa dianggap sepele lagi, Codnille pun segera maju dan melerai dua pria gila karena cinta itu. Tidak akan dibiarkan, dua pria ini memperkeruh hubungan antara dua wilayah setelah kedua pamannya dulu juga melakukan hal sama. Codnille selalu diwanti-wanti oleh ayahnya yang merupakan sepupu dari ayah Tyrian dan ayah Saturn.
" Dua orang itu memiliki potensi mengulang sejarah.. Karena itu kau sebagai saudara mereka, harus mengusahakan segala upaya untuk membuat hubungan kedua wilayah tidak semakin memburuk.. Nampak saja terlihat baik, tapi dua kakak sepupu ku itu sebenarnya mempersiapkan senjata mereka untuk saling menyerang... Generasi berikutnya tidak boleh seperti itu lagi.. Kau mengerti Nill... "
" Benar kata ayah.. Seperti sejarah akan terulang, entah karena cinta atau obsesi.. Dasar dia pria gila.. " batin Codnillle
" Hei kalian.. Mau sampai kapan kita di luar seperti ini.. Ayo cepat masuk!! " Codnille melewati dia pria itu tepat ditengah mereka.
" Hei kau gila!!! Dimana sopan santun mu... Yak!!! " tegur Saturn.
" Terserah.. " Codnelle melambai sambil terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam kastil depan. Mereka akan tinggal di kastil ini sampai kembali ke wilayah mereka nanti.
Di dalam kastil rupanya sudah ada Kaisar Proston dan beberapa bawahannya menyambut dua keponakannya. Biarkan saja dendam terjadi di generasinya, tapi dia tidak mendendam sedikit pun pada keponakannya yang merupakan anak dari adik tirinya. Kaisar selalu menyambut hangat keponakannya setiap kali berkunjung..
" Kenapa kau masuk sendiri, Nill.? Mana dia sepupu mu? " tanya Kaisar Proston menatap ke arah pintu.
" Sepertinya masalah di generasi paman akan terulang di generasi mereka.. Keduanya tengah sibuk menarik perhatian menantu paman.. " jawab Codnille kemudian langsung berlalu ke ruang makan dan duduk disana. Dia lapar, dan dia butuh makan untuk memiliki tenaga menghentikan Tyrian dan Saturn.
" Benarkah? Menurut mu siapa yang akan menang? Aku bertaruh putra ku.. " Kaisar Proston menyusul keponakannya. Anehnya, pria ini tidak takut sekali masalah di generasi terdahulu terulang kembali. Ternyata Codnille punya teman se frekuensi.
" Karena dulu paman kalah jadi sekarang paman memilih Tyrian, belum tentu juga paman.. " komentar dari Codnille.
__ADS_1
" Harus.. Tyrian harus menang.. Dan,, dulu itu aku tidak kalah, hanya mengalah... Ingat itu, aku mengalah.. " Codnille terkekeh geli. Pamannya ini selalu sewot jika dibilang kalah dari paman yang satunya.
Tak lama, ketiga orang yang ada di depan tadi ikut masuk dan langsung duduk di meja makan untuk menikmati jamuan makan siang bersama. Jika saja tidak ada tamu, meja ini selalu kosong di tiap harinya. Penghuni kastil ini lebih suka makan siang di kamar mereka atau diluar jika tengah dalam. sebuah pekerjaan.