
Di sebuah menara tinggi yang ada di kastil tua, terlihat dua orang pria dan wanita tengah berlutut di depan sebuah asap hitam. Mereka nampak tengah berbincang dengan sangat serius. Bisa dilihat wajah dia orang yang berlutut itu terlihat ketakutan dan menunduk. Semua ini terlihat di penglihatan Alaglosa. Sepertinya dia kembali berada di tempat lain, meski tubuhnya tidak berada di tempat itu.
" Sampai kapan?? Sampai kapan kalian membuat ku menunggu?? Apa begitu sulit mendapatkan wanita yang bahkan tidak sadar dengan kekuatannya?? " terdengar suara yang menggelegar di menara ini, tapi bisa Alaglosa katakan bahwa itu bukan suara dua orang yang tengah berlutut itu. Lalu suara siapa?
Karena merasa penasaran, Alaglosa semakin maju dengan mengendap-endap untuk bisa mendekat ke tempat dimana dua orang itu tengah berlutut. Betapa terkejutnya Alaglosa saat melihat ada kepulan asap hitam yang memiliki mata yang bersinar terang berwarna emas. Alaglosa sedikit merasa takut melihat kepulan asap itu, seperti ada sebuah perasaan familiar dimana dia juga pernah melihat ini semua. Tapi Alaglosa tidak ingat dimana dia melihatnya.
" Maafkan kami nyonya... Tiba-tiba saja wilayah selatan datang mengganggu rencana kami.. " ucap seorang wanita yang tengah berlutut disebelah kiri seorang pria.
" Sir Draken sialan... Tidak leluhurnya tidak keturunannya, mereka semua selalu mengusik ku.. Tidak bisa dibiarkan, jika mereka mendapatkannya bisa-bisa mereka menguasai makhluk jahat itu.. Tidak boleh.... Kalian berdua lakukan sesuatu atau aku akan mengutuk hidup kalian... " sentak kepulan asap itu. Alaglosa heran, kenapa bisa hal semacam itu bisa bicara. Sungguh sangat aneh menurutnya.
" Kami telah menyusun rencana, nyonya.. Kami tidak akan melewatkan rencana kami ini sama seperti sebelumnya.. Kami hanya perlu menunggu Sir Arnulfo kembali pulih dari cideranya akibat pertempuran dengan wilayah selatan.. " ucap wanita yang sepertinya adalah seorang penyihir. Terlihat dari bola matanya yang berwarna gelap, biasanya mereka adalah penyihir yang mengabdikan dirinya pada kegelapan.
" Apa mereka penyihir? Lalu bagaimana bisa aku berada di sini? Apakah aku mengalami semua ini lagi, tapi apa maksud semua ini? " batin Alaglosa.
" Ho... Ho.. Ho... Rupanya kita kedatangan tamu... Hei kau yang bersembunyi di balik tirai,, apa kau ingin menyerahkan jiwa mu pada ku.. Sayangnya yang aku butuhkan adalah darah mu... Jiwa dan raga mu, melihatnya saja aku sangat membencinya.. " ucap kepulan asap hitam itu. Tubuh Alaglosa menegang karena yang bersembunyi dibalik tirai adalah dirinya.
" Nyonya.. Apa maksud anda? " wanita yang berlutut tadi melihat ke arah yang dimaksud kepulan hitam itu, tapi tidak melihat apapun di sana.
__ADS_1
" Pengendali ruang rupanya sudah bisa menggunakan kekuatannya. Meski baru jiwanya saja yang berpindah, tapi ini sungguh luar biasanya... Hahahahahahahaha.... " kepulan asap itu langsung bergerak ke arah Alaglosa dan begitu Alaglosa membuka matanya, dia sudah berada di tempat dimana tadi dia berada, kastil wilayah selatan.
" Hah... Hah.. Hah.... " nafas Alaglosa tidak beraturan.
" Nyonya apa anda tidak apa? " tanya Siroselle yang kebetulan menemani Alaglosa di ruangan itu.
" Aku tidak apa Elle.. Apa yang kau lakukan disini? " tanya Alaglosa pada dayang yang mengurusi pekerjaannya.
" Saya ingin memberikan surat dari Kerajaan Amanecer untuk anda, nyonya.." Siroselle memberikan kepada Alaglosa, surat yang memiliki cap stempel kerajaan Amanecer.
" Kenapa mereka mengirim surat untuk ku? Ini cukup aneh.. " gumam Alaglosa.
Dalam surat itu tertulis bahwa, Codnille meminta izin untuk bisa memasuki wilayah selatan karena dalam waktu dua hari, dia dan rombongan akan datang sebagai perwakilan untuk mengikuti pesta syukur petani. Alaglosa tidak menyangka bahwa di pesta itu juga akan mengundang wilayah kerajaan Amanecer. Mungkin karena kedua wilayah ini merupakan saudara.
" Bukankah hal semacam ini seharusnya yang mulia Kaisar yang mengurusi nya? " Alaglosa bertanya pada Siroselle.
" Tidak nyonya.. Urusan ini memang merupakan tugas permaisuri karena sebelumnya memang permaisuri sendiri yang menilai orang ini boleh atau tidak masuk ke wilayah selatan. " jawab Siroselle. Sebagai dayang dari istri pewaris tahta, Siro selle dituntut untuk mengetahui segala macam hal mengenai keluarga baik internal dan eksternal para penghuni kastil ini.
__ADS_1
" Apa aku perlu bertanya pada yang mulia kaisar atau Lord Tyrian dahulu sebelum memutuskan? " Siroselle tersenyum. Dia memaklumi Alaglosa yang terus bertanya karena ini adalah hal baru yang dia lakukan.
" Anda tidak perlu bertanya nyonya, anda tentu boleh membuat keputusan. Tapi memang biasanya akan ada perwakilan dari wilayah lain yang mengikuti pesta ini.. " Siroselle menjelaskan.
" Kau begitu buatkan surat balasan untuk mengizinkan mereka masuk.. " Alaglosa membuat keputusan.
" Baik nyonya.. "
Selepas Siroselle meninggalkan ruangannya, Alaglosa kembali memikirkan tentang apa yang tadi dia lihat dalam lamunannya. Ucapan kabut hitam sebelum dia tersadar itu cukup mengganggu pikirannya. Pengendali ruang sudah mulai bisa mengendalikan kekuatannya meski hanya jiwa yang berpindah, adalah kalimat yang mengarah untuk nya, dan Alaglosa tahu akan hal itu.
Ingatan Alaglosa jatuh di hari dimana Jasraj menjelaskan tentang semua yang selama ini menjadi misteri tentang kejadian ratusan tahun yang lalu saat Acfica masih ada. Jasraj menjelaskan tentang soul stone Acfica dan juga kekuatan yang dibawa oleh dua soul stone Acfica yang sengaja dipecahkan. Juga tentang ramalan tentang malapetaka jika dua soul stone Acfica bersatu.
" Satu dari dua soul stone itu membawa kekuatan pengendali waktu, satu lagi membawa kekuatan pengendali ruang. Dan tentang ramalan itu, malapetaka yang akan datang jika keduanya bersatu adalah, apa yang Acfica segel dalam dimensi lain akan menilai dekati dimensi kita.. Sesuatu yang mengerikan dan tidak terkalahkan , Hydragoneus, akan kembali bangkit.. "
" Hydragoneus, apa itu ya? Sepertinya jika itu dibangkitkan pasti akan menjadi masalah.. Tapi pengendali waktu adalah suami ku, jangan-jangan pengendali ruang adalah aku? Tapi mungkinkah? " tanya Alaglosa pada dirinya sendiri.
" Sepertinya aku harus mendiskusikan hal ini dengan Kaisar.. Dimana beliau sekarang ya? " Alaglosa lekas bangkit dari tempatnya dan bergegas keluar ruangan untuk mencari ayah mertuanya.
__ADS_1
Banyak misteri yang belum terungkap, salah satunya tentang keberadaan penerus dua soul stone milik Acfica. Belum lagi jika benar Lord Tyrian adalah pengendali waktu seperti apa yang Kaisar Proston ucapkan, kenapa Lord Tyrian sama sekali tidak menunjukan kekuatannya. Hal itu cukup aneh mengingat jika kekuatan itu digunakan, maka Lord Tyrian tidak akan terkalahkan oleh siapapun.
Namun yang menjadi kecemasan Alaglosa saat ini bukan kekuatan suaminya, melainkan maksud dari asap hitam tadi dan apa yang ramalan sebutkan tentang bersatunya soul stone milik Acfica. Sungguhkah apa yang dijelaskan Jasraj benar terjadi, tapi kenapa sekarang masih tenang padahal Alaglosa dan Lord Tyrian sudah bersatu.