Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Pembicaraan serius bersama


__ADS_3

Selang beberapa menit setelah Kaisar Proston bertanya pada Alaglosa, namun menantunya itu belum juga mengucap sepatah kata pun untuk menjawab. Meski begitu, dengan jelas Kaisar Proston mendengar semua isi kepala Alaglosa dan bisa menyimpulkan dari sana tentang benar dan tidaknya apa yang dia pikirkan selama beberapa waktu ini.


" Apa kau lupa jika aku bisa membaca pikiran? Dari diam mu itu aku tahu pikiran mu yang bicara.. Begini saja, jika kau menceritakan apa rahasia di balik diamnya diri mu, maka aku juga akan menceritakan sebuah rahasia yang juga sangat penting.. Bagaimana? " tawar Kaisar Proston.


Alaglosa masih terdiam, namun kali ini dia tengah menimbang tawaran dari ayah mertuanya. Tapi yang menjadi ketakutan Alaglosa adalah rahasia dari ayah mertuanya ini yang akan diceritakan tidak begitu penting baginya. Alaglosa sedikit dilema, tapi tidak ada salahnya jika menuruti tawaran dari ayah mertuanya ini, asalkan apa yang akan diucapkan Alaglosa, akan menjadi rahasia mereka berdua.


" Bisakah anda merahasiakan apapun yang akan kita bahas pada siapapun termasuk pada suami saya"? tanya Alaglosa sedikit gugup.


" Tentu.. Karena rahasia yang akan aku ceritakan juga pada orang lain.. Setuju.. " Alaglosa mengangguk.


" Tepatnya saya menggunakan kekuatan ruang dan waktu atau tidak saya tidak tahu.. Hanya saja naga bernama Acfica pernah mendatangi mimpi saya dan mengatakan bahwa seseorang dari keturunan terakhirnya telah menggunakan kekuatannya sebagai penguasa waktu untuk kembali memutar waktu kehidupan saya.. " cerita Alaglosa apa adanya.


" Acfica? Kau yakin? " Alaglosa mengangguk. Kaisar Proston tahu gambaran cerita yang diceritakan oleh menantunya ini. Keturunan terakhir, dia pun tahu siapa orang itu. Berarti di kehidupan lain, orang itu menyadari kemampuannya sebagai penguasa waktu.


" Bisa kau lanjutkan.. Kenapa waktu mu diputar kembali dan apa yang terjadi pada mu? Jika kau menjawab jujur aku akan menjawab rasa penasaran mu tentang siapa yang memutar waktu mu.. " pinta Kaisar Proston tapi lebih mirip sebuah perintah.


" Anda tahu siapa orangnya? " Kaisar mengangguk. Akhirnya Alaglosa melanjutkan ceritanya, " Sebagai darah murni Elf, saya dipersembahkan untuk membangkitkan kemampuan dari putra mahkota, dan saya meninggal dibakar oleh api suci. Tapi saat saya tersadar saya kembali ke usia tujuh belas tahu. " Kaisar mengangguk-angguk paham.

__ADS_1


Rupanya apa yang selama ini dia perkirakan memang benar-benar terjadi. Putra mahkota menginginkan kekuatan dewa Iynx agar bisa menandingi kekuatan dari Tyrian yang merupakan keturunan naga. Rupanya orang-orang tidak tahu diri itu ingin menguasai seluruh daratan Anchestral Land, bukankah jika seperti itu dirasa sia-sia saja bangsa elf mengemis kekuasaan mutlak.


Kaisar Proston rasanya ingin tertawa mengejek di depan pemimpin bangsa elf yang sekarang adalah besannya. Beruntung mereka bertemu dan semaunya tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh penguasa wilayah utara itu.


" Baik.. Karena kau sudah mengatakannya, maka aku akan menuntaskan rasa penasaran mu... Keturunan Acfica adalah suami mu sendiri. Dia adalah keturunan Acfica yang menguasai pengendalian waktu.. " Alaglosa jelas saja terkejut. Hatinya mendadak nyeri mendengar ucapan dari ayah mertuanya sendiri.


Jika dikaitkan antara ucapan Acfica dan Kaisar Proston, secara garis besar dapat disimpulkan oleh Alaglosa bahwa saat itu, Tyrian mempertaruhkan hidupnya dan seluruh kaumnya hanya demi mengulang waktunya. Tapi bagaimana caranya? Apakah sekarang ini Tyrian tahu akan kekuatannya? Pertanyaan itu terlintas di pikiran Alaglosa.


" Dia tidak tahu karena keliatannya disegel oleh ibunya sendiri.. Tapi, jika yang kau katakan benar, berarti ketika masa hidup mu yang pertama, putra ku mengetahui kemampuannya itu. Jadi bisa aku simpulkan, kekuatannya bangkit karena sesuatu hal.. " Kaisar menjawab pertanyaan yang terlintas di pikiran Alaglosa.


" Ada... Di pesta kedewasaan dua tahun yang lalu, seharusnya keluarga kerajaan Amanecer tidak hadir, tapi saat itu mereka hadir. Saya pun seharusnya ketika usia saya delapan belas tahun, masuk istana untuk menjalani pendidikan sebagai putri Mahkota. Dan perang kemarin, melawan pasukan serigala. Di kehidupan saya yang lalu, seharusnya terjadi dua tahun dari sekarang. Hasilnya tetap sama, pasukan Lord Tyrian muncul sebagai pemenang.... Dan... " Alaglosa menjeda sebentar, haruskan dia menceritakan hal ini karena melihat bagaimana sikap ayah mertuanya saat pertemuan dengan keluarga kerajaan Amanecer.


" Apa? Katakan saja. !! "


" Lord Tyrian menikahi putri Wilona di kehidupan saya yang lama.. " Alaglosa nyengir kuda. Melihat wajah ayah mertuanya berubah menjadi masam, Alaglosa merasa tidak enak karena itu semua karena Tyrian ingin melindunginya


" Seleranya buruk sekali.. Hiii... Awas saja dia... " Kaisar Proston terlihat kesal.

__ADS_1


Keduanya kembali membahas hal-hal yang masih diingat oleh Alaglosa di kehidupan yang dia jalani dulu. Ada beberapa hal yang perlu dia tanyakan dan konfirmasi dari ayah mertuanya. Dan jujur saja itu sangat membantunya. Alaglosa seperti menemukan teman bicara yang bisa diajak dalam suasana dan situasi seperti apapun. Untuk pertama kalinya, Alaglosa terlihat begitu akrab dengan orang yang baru beberapa hari saja dia kenal.


Kaisar Proston juga senang berbincang dengan Alaglosa, setidaknya menantunya ini tidak bersikap seperti putrnya yang memang payah sekali diajak berbincang dan berdiskusi seperti ini. Cita-cita dari Kaisar Proston yang pernah menginginkan anak perempuan, kini bisa terwujud dari menantunya. Rasanya kebahagiaan yang dia inginkan dan janjikan pada permaisurinya sudah mulai dia tepati


" Setelah mendengar cerita mu barusan.. Bisa aku tanya apa motif mu mau menikahi Tyrian? " tanya Kaisar Proston mulai menanyakan apa yang menjadi tujuan sebenarnya.


" Lord Tyrian, adalah pria yang mengabdikan hidupnya pada saya. Dia rela melakukan apapun demi saya, bahkan mencintai saya yang sudah menolaknya dengan sangat kasar..Janji saya ketika mata saya tertutup ketika kematian datang pada saya adalah jika saya diberi satu kesempatan lagi, maka saya tidak akan menyakiti pria ini.." ujar Alaglosa menitikkan air mata tapi bibirnya tersenyum.


Kaisar Proston juga ikut tersenyum, ternyata menantunya ini hanya ingin mengubah keputusan mengikuti kata hatinya. Entah situasi apa yang dulu menjebaknya sehingga tidak bisa melakukan apa yang dia lakukan sekarang. Tapi karena Alaglosa sekarang adalah menantunya, maka dia akan melindungi gadis ini dari apapun yang mengancamnya.


" Kita hentikan sampai disini dulu pembicaraan ini, kita lanjutkan lain kali. " Alaglosa mengangguk, dan setelahnya Kaisar bangkit berdiri meninggalkan Alaglosa yang masih ingin duduk di sana menatap bunga.


Baru beberapa langkah sampai di dekat pintu masuk ke kastil, Kaisar Proston berbalik menatap menantunya.


" Aku sarankan jangan menghindar ketika dia meminta haknya sebagai suami mu... Ingat aku sudah tua dan ingin cepat dapat cucu... " kemudian Kaisar melambai dan pergi meninggalkan Alaglosa yang wajahnya merah seperti tomat.


" Oh ya,, malam pertama ku... Malam nanti... "

__ADS_1


__ADS_2