Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Mengetahui sesuatu


__ADS_3

Ditanya seperti itu oleh Tyrian membuat Alaglosa membisu. Tidak tahu harus bagaimana menceritakan semuanya karena Alaglosa takut jika suaminya membencinya karena derita yang dialami Tyrian ini karena campur tangannya. Alaglosa mulai menanyakan kebenaran dari pilihannya untuk mengubah takdirnya dengan menikahi Tyrian. Apakah hasilnya akan sama andai saat itu dia menikahi Saturn.


Saat ini Alaglosa hanya bisa menghela nafas karena pembicaraan tadi terhenti karena tabib datang untuk memeriksa kondisi Tyrian saat ini. Sekarang pun, Tyrian kembali tertidur setelah meminum obat yang menurut Tyrian sendiri sama sekali tidak berpengaruh pada rasa sakit yang dia rasakan.


Mengingat ucapan Tyrian tentang buku yang dibaca olehnya di perpustakaan yang ada di Amanecer, haruskan dia meminta seseorang untuk membawakannya kemari agar dia bisa membacanya. Dari ingatan yang tersisa dari kehidupan Alaglosa yang lalu, dia tidak pernah membaca buku yang Tyrian maksudkan. Kegiatan yang bisa dia lakukan saat kehidupan yang itu memang hanya membaca di perpustakaan tapi seingatnya memang tidak ada buku seperti yang Tyrian maksud.


Alaglosa yang tengah asyik melamun, sampai tidak menyadari kehadiran dari seseorang yang menyumbang paling banyak rasa sakit padanya. Seseorang yang patut disalahkan atas apa yang telah terjadi di kehidupan ini, Saturn.


" Bisa kita bicara?" tanya Saturn yang tiba-tiba saja sudah mengambil di depan Alaglosa.


" Untuk? Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi.." Alaglosa hendak pergi namun ucapan Saturn berhasil membuatnya kembali untuk duduk.


" Sebagai ganti karena kau telah menemani ku bicara, maka aku akan mengatakan sesuatu yang aku ketahui tentang apa yang Tyrian alami saat ini.. Kau hanya perlu menemani ku berbincang dan menjawab pertanyaan ku. Bagaimana?" Saturm menawarkan.


" Kau tidak pernah berubah, baik dulu maupun sekarang." Alaglosa tersenyum tipis. Sayangnya Saturn tidak tahu maksud dari ucapan Alaglosa.

__ADS_1


" Bisa kau katakan pada ku alasan mu menolak menikah dengan ku?" tanya Saturn tanpa basa basi lagi. Dia selama ini memendam keingintahuannya atas apa yang terjadi saat itu.


" Karena aku tidak mau menjadi wanita bodoh yang memberikan segalanya pada mu tapi kau justru memiliki hubungan dengan wanita itu." alis Saturn berkerut.


" Wanita? Siapa yang kau maksud?"


" Siapa lagi kalau bukan wanita yang selalu berada di samping ratu. Wanita yang akan menghalalkan segala cara demi mencapai tujuannya. Aku tidak ingin memiliki hubungan dengan pria yang tidak bisa tegas dengan keinginannya sendiri."


Saturn memang mendengarkan Alaglosa berbicara saat ini. Tapi otaknya sama sekali tidak bisa menerima apa maksud dari ucapan Alaglosa. Seingatnya dan dia memang ingat, hubungannya dengan wanita yang Alaglosa sebut tidaklah sedekat itu sampai dia rela kehilangan wanita yang berhasil membuat dirinya mabuk kepayang.


" Yang dialami oleh suami mu adalah harga yang harus dia bayar karena telah melawan suratan takdir yang sudah dewa tentukan. Kau pasti tahu kan apa yang dilakukan oleh Tyrian sampai seperti ini?" Saturn menyeringai.


Alaglosa hanya bisa memejamkan matanya rapat-rapat saat apa yang dia khawatirkan benar terjadi. Alaglosa tidak mau ambil pusing dengan ucapan di akhir kalimat yang diucapkan oleh Saturn. Alaglosa pikir pasti orang ini mengetahui semua itu karena mendengar ucapan drai ratu kegelapan ketika pertarungan dengan monster naga beberapa waktu yang lalu.


" Kau mau tanya apa lagi?" Alaglosa berucap dengan malas. Kalau bukan karena suaminya, mana mau dia duduk di ruangan yang sama dengan Saturn dan hanya berdua saja.

__ADS_1


" Apa jiwa mu berasal dari dunia lain atau kehidupan lain, dan tersesat disini?" Alaglosa terbelalak. Ingin mengabaikan ucapan Saturn tentang dia yang mengetahui penyebab Tyrian seperti ini, tapi sayangnya setelah pertanyaan ini Alaglosa yakin jika Saturn telah menyelidiki semuanya.


" Aku tidak paham maksud mu.. Tapi meman aku bukan dari dunia ini.." terpaksa Alaglosa mengatakan ini namun dia tidak mengatakan detailnya.


" Semakin lama soul stone milik Tyrian akan semakin menghitam dan kemudian dia akan mati.. Jadi, jika kau tidak ingin menjadi janda di usia yang muda, temukan cara untuk menyelamatkannya sebelum soul stone miliknya menghitam." Saturn pun bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan Alaglosa begitu saja. Dia sudah mendapatkan jawaban dari apa yang inggin dia ketahui jadi tidak ada gunanya dia di sini terus menerus.


" Kau tidak tahu bagaimana cara menyelamatkannya?" nada bicara Alaglosa terdengar sangat putus asa sekali.


" Tidak.. karena semua orang yang mengalami hal ini berakhir dengan kematian.." Saturn pun berlalu.


Alaglosa tidak tahu lagi harus bagaimana. Permasalahan ini sangat membuatnya kelelahan, baik fisik maupun batinnya. Rasanya tidak sanggup lagi Alaglosa menjalani ini semua. Dia lebih memilih andai saja dia yang menanggung semuanya karena kenyataannya karena dia lah Tyrian berbuat hal yang membuatnya sampai menyalahi takdir.


Dalam diamnya, Alaglosa dikejutkan dengan suara langkah kaki yang berlarian di luar ruangan tempatnya berada. Alaglosa yang penasaran pun lekas keluar untuk menanyakan apa yang terjadi.


Ketika pintu ruangan ini dibuka Alaglosa, dia dikejutkan dengan seorang pelayan pria yang dia ketahui merupakan pelayan pria pribadi suaminya berlari ke belakang dengan pakaian yang penuh darah.Tubuh Alaglosa langsung membeku di tempatnya saat ini. Dalam pikirannya dipenuhi tentang darah siapa yang ada di pakaian pribadi Tyrian.

__ADS_1


__ADS_2