Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Melemah


__ADS_3

Pergi ke sebuah lembah yang dulunya merupakan tempat hidup para naga. Lembah yang dulunya menjadi kali pertama Hydragoneus muncul sebagai monster naga berkepala tiga yang menyerap semua kegelapan di seluruh Anchestral Land.


Tempat ini, dulunya menjadi tempat dimana Tyrian membangkitkan Hydragoneus untuk meminjam kekuatan dari monster naga ini demi bisa membuatnya memutar waktu untuk wanita yang dia cintai. Dirinya yang saat itu terkena racun, tidak mengorbankan darah naga nya demi bisa memutar waktu. Sehingga, Tyrian membuat perjanjian dimana Hydragoneus akan memberikan darahnya untuk memutar waktu dari Alaglosa, sedangkan Tyrian memberikan setengah soul stone milik Acfica yang ada di dalam dirinya.


Di tempat dimana semua berawal, maka di tempat ini pula semuanya akan diakhiri. Waktu yang Tyrian miliki tidak lama lagi. Perkiraan dia masih memiliki waktu setidaknya sampai bulan depan, nyatanya tidaklah benar. Waktu Tyrian hanya tinggal beberapa hari lagi, karena itu hari ini mereka akan melakukan apa yang Iynx katakan pada mereka.


Dengan tubuh Tyrian yang seperti saat ini, tidak akan mampu untuk mengaktifkan kekuatannya meski soul stone nya masih memiliki sedikit bagian yang berwarna ungu. Karena itu, sebagai gantinya, permaisuri, ibu Tyrian akan mengambil alih kemampuan tubuh Tyrian hingga bisa mengaktifkan kemampuan pengendalian waktunya.


Permaisuri bangun dari tidur panjangnya diwaktu yang tepat, dimana Tyrian dan semua orang membutuhkannya. Pernah berada dalam tubuh Tyrian untuk menyegel kemampuan Tyrian, membuat permaisuri benar-benar mengenali tubuh Tyrian dengan baik. Hal ini memudahkannya untuk mengambil alih tubuh Tyrian untuk mengaktifkan kemampuan pengendalian waktu sebelum semuanya terlambat.


" Ibu.." panggil Tyrian ketika jiwanya dan jiwa permaisuri bertemu di dalam tubuh Tyrian.


" Putra ku.. Tidak ku sangka kau benar-benar mewarisi ketampanan dari ayah mu.. Jika seperti ini, kau hanya menjadikan ibu mu ini tempat mu untuk tumbuh saat masih di dalam kandungan.." permaisuri terkekeh.


" Aku sangat merindukan ibu. Akan tetapi sebentar lagi aku harus pergi ke tempat yang sangat jauh.." Tyrian terlihat bersedih.


" Tidak apa asalkan ibu tahu jika kau masih hidup, itu sudah cukup nak.." permaisuri mengusap rambut Tyrian dengan sayang.


" Bagi kami orang tua, yang terpenting adalah anak-anak kami bisa hidup dengan baik. Tak masalah jauh dan tidak bisa bertemu, tapi yang terpenting kami tahu jika kau baik-baik saja dan hidup." permaisuri tahu jika putranya mulai ragu karena tidak sanggup terpisah dari ibu yang sekian lama dia nantikan kehadirannya,


" Tapi ibu.. Aku sungguh tidak ingin berpisah dengan mu.. Sekian lama aku menanti, dan kini justru kita harus kembali berpisah. " Tyrian menangis memeluk sang ibu. Mirip seperti anak kecil yang tidak ingin ditinggalkan oleh ibunya. Permaisuri sampai terkekeh karena merasa sedikit lucu dengan tingkah putranya yang sudah besar ini.


" Hei.. Kenapa seperti anak kecil begini? Ibu tidak apa, yang terpenting bagi ibu kau masih hidup.. lagipula, apa kau tega membiarkan istrimu nantinya membesarkan anak kalian sendiri.." ucap permaisuri memberitahukan kabar gembira yang tidak sempat di sampaikan pada Tyrian.

__ADS_1


" Aku... punya anak?" beo Tyrian terlihat seperti orang bodoh.


" Hm.. Ossa mengandung buah hati kalian.. Dia baru mengetahui jika dirinya tengah mengandung.. Saat ini, usia kandungannya sudah masuk bulan ke dua.. Apa kau benar tidak mau bersama dengan Ossa dan anak kalian nanti?" permaisuri menggoda putranya.


Berita baik yang dibawa oleh permaisuri mampu membuat Tyrian yang awalnya ragu untuk mengikuti rencana Iynx, kini jadi mantap memilih untuk mengikuti semuanya. Meski kesempatannya tidak besar, tapi Tyrian ingin menemani Alaglosa di saat istrinya ini mengandung buah hati mereka.


Rupanya, Dewa masih sangat menyayangi dirinya. Terbukti ditengah derita yang dia rasakan, dia mengengar kabar bahagia yang sangat menggembirakan. Berita yang mana menjadi hadiah di tengah duka, menjadi oasis di tengah gurun, menjadi hujan di tengah kemarau. Tyrian sungguh berterima kasih atas kasih sayang dewa padanya.


Segala persiapan sudah dilakukan di tempat yang menjadi awal semua ini terjadi. Tyrian dibaringkan di batu besar berbentuk kotak, dan di pinggiran batu itu duduk Alaglosa tengah melakukan persiapan. Kali ini, tidak bisa dianggap sebagai hal yang biasa. Kali ini bukan permainan, melainkan pertaruhan yang dia lakukan. Jadi sebisa mungkin semuanya harus bisa berjalan dengan lancar.


Iynx, Braern dan Liapy juga ada di sana memantau keadaan. Tidak boleh terjadi gangguan sehingga ketiganya dnegan sukarela menjaga tempat itu agar proses yang akan Tyrian dan Alaglosa lakukan bisa berjalan tanpa hambatan.


Tak jauh dari tempat Tyrian dan Alaglosa berada, permaisuri terlihat duduk di sebuah batu bulat yang sangat besar. Matanya terpejam karena sesungguhnya yang ada di atas batu itu hanya raganya saja. Jiwa dari permaisuri sudah masuk ke dalam tubuh Tyrian untuk membantu putranya mengaktifkan kekuatan pengendali waktu.


" Sudah.." Alaglosa yang menjawab karena memang disini yang dalam kondisi masih sadar hanya Alaglosa saja.


" Ingat, kesempatan mu hanya satu kali.. Kau tahu apa yang menyebabkan kesempatan kita hanya satu kali?" Alaglosa mengangguk karena dia memang sudah diberi tahu oleh Iynx jika penyebab kesempatan mereka hanya satu kali karena soul stone milik Tyrian.


Benar jika Tyrian masih bisa menggunakan sisa kekuatannya yang ada karena masih ada sedikit bagian dari soul stone nya yang memiliki warna ungu. Akan tetapi, jika sampai Tyrian menggunakan kemampuannya ini, penyebaran warna hitam akan lebih cepat dua kali lipat yang artinya saat itu juga soul stone Tyrian akan menghitam.


Jika berhasil, maka Tyrian akan melewati ini semua dan jika gagal, semua ini hanya bisa disebut sebagai kondisi yang mempercepat kematian dari Tyrian.


" Dalam hitungan ketiga, kalian harus semua akan mengaktifkan kemampuan kalian.." Iynx memberi aba-aba.

__ADS_1


" Baik.." Alaglsoa berusaha keras berkonsentrasi dengan mengumpulkan semua manna yang dia miliki untuk bisa mengaktifkan kemampuan pengendalian ruang miliknya.


" 1......2.......3......Aktifkan !!!"


Tempat yang semua hanya brcahayakan temaram, kini menjadi sangat terang karena tubuh Alaglosa dan Tyrian mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata. Artinya kemampuan mereka dalam mengendalikan ruang dan waktu telah diaktifkan.


Tidak menunggu waktu saja, maka keduanya akan segera berpindah ruang dan waktu. Namun sebelum itu, jiwa ratu harus kembali ke tubuhnya terlebih dahulu. Semuanya terlihat berwajah tegang karena takut jika semuanya gagal. Ingat jika mereka hanya memiliki waktu satu kali saja.


" Iynx.. Cahayanya meredup.." teriak Braern yang sudah terlihat panik.


" Apa yang harus kita lakukan?" ucap Iynx yang merasakan jika hal buruk akan terjadi.


" Tenang.. Tenang.. Mereka sudah menjabat tangan ku, artinya kebahagiaan akan menyertai mereka.." batin Liapy yang sudah takut jika hal buruk akan terjadi.


Cahaya yang redup ini menjadi pertanda jika baik Alaglosa maupun Tyrian tidak mampu mengendalikan kemampuan mereka karena sebuah alasan tertentu. Sepertinya, karena tempat dan masa yang mereka tuju sangatlah jauh, membuat kekuatan mereka terkuras habis sebelum waktunya.


" Apa yang harus aku lakukan? Siapa saja, tolong kami.." dalam batin Alaglosa tidak berhenti berdoa agar semuanya bisa berjalan lancar.


Alaglsoa sudah ketakutan, karena dia tengah berada diambang batas kemampuannya. Alaglosa tahu jika mannan nya saat ini sudah hampir habis. Tandanya jika mereka tidak segera berpindah, maka semuanya bisa dikatakan gagal total.


Namun tiba-tiba saja, cahaya yang awalnya berwarna terang lalu redup, kini berubah warna menjadi warna merah yang menyala sangat terang. Semua yang di sana dibuat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.


" Jangan takut.. Kami akan membantu mu."

__ADS_1


__ADS_2