Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Keputusan besar


__ADS_3

Pagi-pagi buta, bahkan langit belum terang sama sekali, semua orang di dalam kastil berlarian keluar karena gempa bumi yang sangat dashyat sampai membuat barang-barang di dalam kastil berjatuhan. Kondisi ruangan di dalam kastil sudah seperti kapan karam saja. Ketika semua orang sudah diluar, mata mereka menatap ke arah gunung berapi yang kembali memuntahkan laharnya.


" Jika seperti ini terus, rasanya nanti malam saja, monster itu sudah akan bangkit.. " ucap Zeco.


PLAK..


" Kau tidak lupa kan, kalau ucapan yang keluar dari mulut mu bisa menjadi doa yang didengar oleh dewa dan dikabulkan.. " kaisar menggeplak lengan kekar sangat putra.


" Ayah lihat di sana.. Jika gunung itu sekarang ini sudah meletus.. Memang apa lagi yang ayah harapkan, karena yang pasti sesuatu yang dikehendaki dewa, tidak bisa kita cegah.. " omel Zeco yang tahu maksud dari sang ayah.


" Sudah.. Sudah.. Tidak malu kalian dilihat oleh Ossa.. Sayang, jangan dengarkan dua orang ini.. Kalau bertemu memang ribut sekali.. " ucap Tyrian menatap tajam kakak dan ayahnya.


" Ck.. Rasa-rasanya kok kita jadi terlihat seperti bawahan ya, kalau sudah Tyrian yang angkat bicara.. " ucap Zeco.


Hahahahahahahahahahahaha....


Kaisar hanya tertawa saja. Biarlah jika memang akan ada bencana yang melanda tempatnya. Selama dia masih bisa tertawa bersama kedua putranya, andai pun dia mati, kaisar tidak akan merasa keberatan. Karena tugas seorang ayah memang seperti itu kan.


" Apa memang sudah biasa seperti ini?" tanya Alaglosa yang memandang aneh ke arah ayah mertua dan iparnya.

__ADS_1


" Hm.. Sifat mereka sama usilnya, jadi jangan kaget kalau mereka bisa berubah jadi anak kecil kalau sedang kambuh penyakitnya." ucap Tyrian.


" Penyakit apa? Memangnya ayah ada sakit?" Alaglosa sudah terlanjur panik duluan.


" Sakit gila.." setelah mengatakan itu, Tyrian mengecek para pekerja, apakah ada yang masih tertinggal di dalam atau tidak.


Gempa memang tidak berlangsung lama karena berkat kekuatan dari Zeco yang menahan kekuatan gempa dengan kekuatannya. Infnity, memungkinkan penggunanya bisa melakukan apapun terhadap semua hal yang memiliki eksistensi di dunia ini.


Setelah melihat semuanya baik-baik saja, semua orang kembali masuk ke dalam kastil untuk membersihkan kekacauan yang terjadi karena gempa tadi. Baru setengah jalan mereka membersihkan kastil tiba-tiba saja ada pesan dari marqeuss Vollin tentang kondisi di sana.


" Yang mulia.. Maaf hanya mengirimkan pesan lewat cara seperti ini.. Tapi kami membutuhkan bantuan dari pasukan yang ada di sana. Sesuatu bermunculan dari dalam mulut gunung setelah lahar berhenti keluar.. Mereka seperti monster yang berasal dari inti bumi. Dan kami kewalahan menghadapi mereka.."


Setelah itu pesan yang berbentuk surat yang bisa bicara itu terbakar hingga tidak bersisa. Berjaga-jaga agar tidak ada orang lua yang ikut membaca surat itu.


" Kau di sini saja.. Kekuatan mu memungkin kau menjaga tempat ini dari semua dampak kekacauan yang ada di sana.." Tyrian dengan tegas menolak ide sang kakak.


" Justru kemampuan ku akan sangat berguna di sana. Lagipula, kau masih harus mencari perkamen dan juga mengurusi masalah pengungsian. Jadi masalah di sana biar aku yang selesaikan.. Tidak akan lama, aku janji.." ucap Zeco menyakinkan adik dan ayahnya.


Kaisar Proston hanya bisa menghela nafas saja. Jika sudah begini, anak pertamanya ini tidak akan menarik kata-katanya. Jadi yang bisa dilakukan hanyalah menuruti dan mendukung saja. Toh pastinya Zeco bisa menjaga diri dengan kemampuannya. Justru para musuh yang mustinya ketar ketir jika berhadapan dengan pria satu ini.

__ADS_1


Tidak menunggu besok, Zeco hari ini juga langsung berangkat menuju ke lokasi, yang mana merupakan lokasi terdekat dari gunung berapi. Wilayah itu memang dipercaya merupakan inti dari bumi. Sehingga tidak heran, monster dari inti bumi keluar setelah letusan gunung berapi yang merupakan pintu yang mana digunakan para monster untuk keluar.


Salah satu penyebab lain para monster ini keluar, tentu karena tertarik dengan kekuatan monster naga yang sedang dalam perjalanan untuk sampai ke dimensi ini. Sepertinya, Zeco harus secepatnya menyelesaikan masalah dengan pada monster dari inti bumi, agar tidak semakin merepotkan jika Hydragoneus bangkit.


" Kita tidak punya waktu untuk main-main lagi.. Segera evakuasi penduduk Eldrogo, dan berikan pengumuman kepada semua penduduk, jika semua tanggung jawab di tempat pengungsian merupakan tanggung jawab mereka.. Karena tidak akan ada pasukan yang berangkat ke sana.. " titah Kaisar.


" Ayah yakin? Bagaimana jika mereka menolak? " Tyrian bertanya.


" Maka tinggalkan saja mereka di sini.. Mereka yang mau bertanggung jawab pada segala situasi di sanalah yang akan berangkat ke sana.. Bila ada yang tidak mau, maka biarkan saja tinggal di sini yang melihat bagaimana kengerian yang akan terjadi di ibukota.. " Alaglosa yang menjawab.


" Menantu ku benar.. Sekarang kita kekurangan orang karena semua sibuk dengan tugas mereka masing-masing. Bila kita meminta pasukan ke tempat pengungsian, maka bisa dipastikan semuanya akan berantakan. Karena itu, sebagai gantinya, aku sudah memerintahkan seseorang untuk menjaga mereka.." ucap Kaisar dengan yakin.


" Baik.. Aku ikut apa saja yang sudah diputuskan.. Pasukan akan aku kerahkan untuk mempersiapkan semua kemungkinan lebih awal.. " Kaisar mengangguk.


Segala sesuatu pun lekas dikerjakan, dan benar saja sesuai dengan tebakan dari para penghuni kastil kerajaan. Penduduk yang tinggal di Eldrogo, menolak untuk diungsikan dengan alasan mereka tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Harus ada orang yang akan melalukan semua dan mereka tinggal menunggu saja semuanya beres.


Karena itu, Kaisar sudah melakukan antisipasi dengan memberikan pengumuman berikutnya. Dan tentu saja pengumuman baru itu membuat semua orang terheran.


" Titah Kaisar... Barang siapa yang enggan melakukan apa yang tertulis dalam pengumuman yang pertama maka... Kaisar akan meninggalkan semuanya di Eldrogo, dalam artian hidup mati kalian, Kaisar tidak akan lagi peduli.. "

__ADS_1


Penduduk kota langsung dihebohkan dengan pengumuman ini. Sudah ada beberapa yang ikut petugas untuk mengungsi, ada beberapa yang tetap ingin tinggal di kota. Mendengar hal itu, Kaisar hanya bisa pasrah.


" Jika itu mau kalian.. Baik, aku tidak akan peduli lagi.. Sudah cukup selama ini istana yang memikirkan nasib kalian.. Kini,seperti kalian yang tidak ingin membantu istana, maka istana tidak akan membantu mereka lagi... selamanya.. " .


__ADS_2