Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Masih takut


__ADS_3

Alis Tyrian berkerut karena dirinya pun juga mendengar ucapan dari ratu kegelapan itu pada sang istri. Mengubah takdir, hukum alam, dan dirinya, apakah ada hubungan tiga hal itu sehingga ratu kegelapan bisa berucap seperti itu. Tyrian melihat wajah Alaglosa yang sudah pias dan ada gurat ketakutan di matanya, membuat Tyrian yakin jika sang istri telah menyembunyikan sesuatu darinya.


" Maka aku akan mengubah takdir itu.. Meski hukum alam yang akan aku hadapi, tidak akan aku biarkan putra ku menderita.. " Ucap Kaisar Proston terdengar sangat yakin.


" Hahahahaha.. Benarkah? Bahkan kau tidak bisa berbuat banyak ketika putra mu menyalahi hukum alam.. Lalu apa yang bisa kau lakukan saat ini, yang mulia.. " Sarkas ratu, dan hal ini membuat Kaisar tidak lagi bisa menahan emosinya yang memang sudah berada di ubun-ubun begitu ratu kegelapan ini muncul.


" Tutup mulut mu.. Jangan sampai karena mulut mu itu, aku akan menghancurkan wilayah kekuasaan mu.. " Kecam Kaisar.


" Hei... Hei.. Sebelum kau menghancurkan wilayah ku, maka akan lebih dulu wilayah mu yang hancur.. " Ratu kegelapan melirik monster naga yang sudah bersiap untuk kembali terbang.


" Tidak akan mudah untuk kalian mengalahkan monster ini.. Tidak ada yang tahu, seberapa banyak kegelapan yang dia serap demi cintanya.. Akan tetapi, cintanya lah yang telah menyegel dirinya selama ratusan tahun ini.. Terbayang berapa marahnya monster ini... Hahahahahahaha.." Ratu kegelapan terlihat sangat senang sekali.


" Selamat menikmati hadiah dari ku ini.. " Setelah mengatakan hal itu, ratu kegelapan lekas mendekat ke arah monster naga itu.


Entah apa yang diucapkan sebagai mantra oleh ratu kegelapan ini. Tapi tak lama setelahnya tubuh ratu kegelapan ini ditelan oleh monster naga berkepala tiga itu. Tarian dapat merasakan jika kekuatan monster ini sudah berubah, tidak lagi seperti tadi.


" Sial.. Ini akan semakin sulit untuk kita.. " Gumam Tyrian.

__ADS_1


" Tenang... Kau memiliki kami yang akan selalu membantu mu.. Sedangkan monster jelek itu hanya sendirian saja.. Acfica bisa menang karena dia mendapatkan bantuan dari Iynx dan Bialus.. Dan kali ini, kau dan Alaglosa akan menang karang bantuan dari kami semua.. " Zeco menepuk pelan pundak Tyrian.


Tugas Zeco membuat stigma sudah selesai. Sampai masa tertentu dengan segara monster itu harus disegel atau nantinya mereka harus membuat stigma ulang. Karena sudah selesai dan mereka sekarang diburu oleh waktu, Zeco pun memutuskan untuk membantu adik dan sepupunya untuk mengalahkan monster naga yang menyerap kegelapan ini.


Ditempatnya berdiri, Alaglosa masih saja gemetaran. Ucapan dari ratu kegelapan cukup mempengaruhi dirinya dan sekarang ini dia ketakutan. Perasaannya tidak enak semenjak dia mendengar ucapan ratu kegelapan tentang hukum alam. Saat ini, sungguh Alaglosa sangat takut karena dirinya sudah tidak lagi bisa memprediksi masa depannya dan Tyrian setelah dia mengubah keputusannya dalam kesempatannya hidup kali ini.


" OSSA.. " teriak Tyrian memanggil sang istri ketika dirinya terbang dan mendekati tempat di mana sang istri berada.


" Tyrian.. " Gumam Alaglosa. Tiba-tiba saja dia merasa sangat sedih kali ini.


" Iya.. Maafkan aku sempat merasa bimbang dengan semuanya.. Sekarang, kita harus segera menyelesaikan semua bencana ini.. " Tyrian mengangguk. Istrinya sudah kembali lagi, dan kini saatnya dia dan sang istri membuat perhitungan dengan orang-orang yang sudah membuat semua bencana ini.


Tyrian, Alaglosa, Saturn, dan Codnille, mereka dengan kemampuan mereka masing-masing berusaha untuk menghentikan pergerakan monster naga yang semakin lama semakin cepat saja gerakannya. Hal itu membuat mereka semua kewalahan.


Jika Tyrian dan kawan-kawannya berusaha untuk menghentikan pergerakan naga, maka kaisar dan Zeco sibuk dengan ratu kegelapan yang masih belum menyerah untuk membantu monster naga itu agar kembali memperoleh kemampuannya. Ratu kegelapan telah berhasil setidaknya mendapatkan enam perkamen kuno yang merupakan tempat untuk menyegel kemampuan Hydragoneus yang sesungguhnya.


" Sialan.. Wanita itu kenapa pergerakannya cepat sekali.. Oh tidak... Tubuh tua ku.." keluh kaisar yang kelelahan saat mengejar ratu kegelapan yang terus bergerak ke sana dan kemari tiada henti.

__ADS_1


" Bantu ayah mengunci gerakannya, Zeco.. Gunakan kemampuan mu itu.. Masa bertarung kau sama sekali tidak mau mengeluarkan kemampuan mu yang sesungguhnya." omel kaisar yang jengah dengan perilaku putra pertamanya ini.


" Ciptakan pengekang. Aku akan membawanya untuk masuk perangkap kta.." Zeco pun mengangguk.


Dirinya sudah terlampau lelah dengan panjangnya pertarungan yang dia alami. Mulai dari kejadian di lereng gunung hingga kini melawan monster naga ini. Sudah beberapa hari Zeco tidak berisitirahat dan kini fisiknya mulai melemah.


" Ayah.. Awas!!!!!!" teriak Zeco memberikan peringatan pada ayahnya saat melihat ratu mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya.


" Aaarrggghh.." erang kaisar saat lengannya tergores pisau yang dilayangkan oleh ratu kegelapan.


" Ayah.. Kau tak apa?" tanya Zeco yang terlihat cukup khawatir dengan kondisi sang ayah.


" Hm.. Mari balas wanita itu.. Berani-beraninya dia melukai ku.." muncul seringai yang sangat menakutkan di wajah ayah dari Zeco ini.Sungguh pemandangan saat ini rasanya sudah lama sekali dirinya tidak lihat. Dan jujur saja, Zeco mengagumi sang ayah.


Ketika Zeco berusaha untuk mengobati luka ayahnya, hal ini dimanfaatkan oleh ratu kegelapan untuk menyerang keduanya. Karena itulah Zeco dengan sigap melindungi ayahnya dari serangan ratu kegelapan.


" Ayah... Arahkan mereka kemari!!!" kaisar dengan jelas mendengarkan ucapan dari hati sang putra. Karena itulah dia pun lekas mengarahkan monster naga berkepala tiga ini pada danau beku yang ada di dalam hutan beku.

__ADS_1


__ADS_2