
Rombongan Keluarga Sir Draken akan kembali melanjutkan perjalanan. Disini count muda Windsor juga akan kembali ikut rombongan karena disini dia masih memiliki tugas yang berkaitan dengan masalah pasukan dan perang yang telah usai beberapa hari yang lalu. County dan countess Windsor pun melepas kepergian putra mereka satu-satunya dengan hati yang bangga.
Dari Fandaro menuju ke kastil di Eldrogo, masih membutuhkan waktu dua hari. Mereka semua akan melakukan perjalanan selama dua hari itu tanpa berhenti dulu di Cendrag dan Basilik. Toh dibandingkan dengan kemarin yang tiga hari tanpa istirahat, dua hari ini bukanlah hal yang berat. Hanya saja melewati tempat di antara Cendrag dan Basilik, memerlukan kewaspadaan yang tinggi.
Basilik memiliki wilayah penduduk paling sedikit karena di tempat itu memiliki sebuah mitos jika di dalam kegelapan malam ada dunia para ular. Ular ini mendiami bawah tanah kota Basilik. Populasi disini tidak banyak, hanya keluarga yang memiliki kontrak dengan pemimpin para ular itulah yang berhak mendiami tempat ini. Tentu saja mereka masih tunduk dengan keluarga Sir Draken, hanya saja selalu ada yang bisa berkhianat kan.
Ular-ular ini dulunya adalah naga yang dikutuk karena telah mengkhianati Acfica. Dikatakan Acfica adalah naga terakhir memang benar adanya karena itu naga yang tersisa lainnya telah dikutuk menjadi ular. Serupa dengan naga, tapi tidak bisa terbang dan hanya melata di tanah. Sebuah kutukan yang menjatuhkan harga diri mereka sebagai makhluk paling kuat dan hebat.
Kutukan itu selain mengubah mereka menjadi ular, juga menjadikan seluruh keturunan mereka sebagai bawahan dari keluarga keturunan naga. Mereka akan mendapatkan hukuman langit jika berani berkhianat pada keluarga pemimpin mereka ini. Tapi namanya makhluk hidup pasti menginginkan kekuasaan mutlak pada mereka dan bangsanya, sehingga tidak sedikit dari ular-ular ini yang memilih berkhianat.
Tok... Tok..
" Yang mulai... Kita akan segera tiba di Basilik.. Mohon jangan sampai Anda terpengaruh dengan suara-suara yang terdengar.. " Kairo memberikan peringatan pada Alaglosa. Tapi sepertinya Lady Alaglosa ini tidak paham dengan apa yang diucapkan oleh Kairo.
" Basilik adalah kota yang dipenuhi oleh keturunan ular besar. Mereka memiliki kekuatan untuk menjatuhkan manusia ke dalam dunia ilusi. Jika kita terluka atau mati di dunia ilusi itu, maka kita akan mengalami hal serupa di dunia nyata ini.. " terang dokter Lance.
" Mereka menggunakan kekuatan mereka melalui bisikan-bisikan, dan jika kita melakukan apa yang mereka perintahkan dalam bisikan mereka, maka kita akan terjatuh di dunia ilusi itu.. Karena itu, saya harap yang mulia mau mengacuhkan suara-suara apapun sampai kita keluar dari Basilik.. " dokter Lance menambahkan karena takut Alaglosa tidak. paham.
" Ternyata ada makhluk seperti itu ya.. " ucap Alaglosa tidak percaya. Di kehidupannya yang dulu, dia tidak tahu menahu tentang hal ini.
__ADS_1
" Konon menurut legenda, dulunya mereka adalah pasukan naga dibawah kepemimpinan Ratu Acfica. Tapi karena mereka berkhianat, membuat ratu Acfica murka dan mengutuk mereka menjadi ular.. Karena kutukan itu membuat mereka semua kehilangan kehormatan mereka sebagai bangsa dari makhluk terkuat yang bisa terbang di angkasa.." cerita dari dokter Lance.
" Apa tidak ada penduduk disini? Bukankah wilayah ini yang paling dekat dengan Eldrogo."
" Tentu saja ada penduduknya di sini yang mulia, meski tidak banyak karena hanya mereka yang memiliki perjanjian dengan penghuni asli Basilik lah yang bisa tinggal disini. Mereka harus memberi para ular besar itu makanan dan mereka tidak akan diganggu ataupun dibunuh.. " Alaglosa bergidik ngeri memikirkan tentang ular yang begitu besar berada didepannya. Rasanya geli sekali..
Setelah menambah pengetahuan tentang banyak hal dari dokter Lance tentang wilayah Basilik. Alaglosa kembali larut dalam pikirannya yang terus terganggu dengan kejadian dimana dia bisa melihat suatu kejadian di tempat lain, mungkin diwaktu yang sama. Hanya saja itu terasa seperti mimpi atau khayalan. Tapi dia benar-benar merasa bahwa itu adalah nyata. Tentang apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar saat itu.
Lama Alaglosa larut dalam pikirannya, dia tidak menyadari ketika kehadirannya telah membangunkan sosok yang lama tertidur di dalam bawah tanah kota Basilik. Monster besar yang merupakan satu dari antara monster besar lainnya yang menerima kutukan langsung dari ratunya terdahulu.
" Sssssshhhhhh.... Bau ini.. " ucapnya sambil mulia menggerakkan badannya. Tentu saja yang ada di tempat itu terkejut melihat pemimpin mereka yang lama tidur kini terbangun.
" Raja... Pasukan dari keluarga penguasaan wilayah selatan telah kembali.. Mereka sedang berada di atas tanah milik anda.. " ucap penjaga yang selama ini melayani monster besar ini.
" Tidak... ssshhhh... Ini bukan bau keturunan Iynx... Ini sssshhhhh... Ini bau milik istri ku... Yah,, ini bau miliknya... " setelah mengatakan hal itu, monster besar itu terus menuju ke tempat dimana dia paling banyak merasakan bau dari istrinya.
Banyak penjaga yang mencegahnya karena di atas tanah mereka ada penguasa wilayah selatan yang paling tidak senang melihat keberadaan mereka di atas. Seperti sebuah dendam yang mengalir di dalam darah secara turun temurun, jika monster ini bertemu keturunan Acfica, maka dia akan merasakan kesakitan dan kebencian disaat yang bersamaan.
" Raja hentikan... Raja... " pengawal itu terus mengejar rajanya agar tidak melakukan tindakan yang bodoh.
__ADS_1
" Sssssshhhhh... DIIIAAAMMMMM... AKU INGIN ISTRI KU... ISTRI KU... " monster itu seperti hilang kendali dan pergi dari sarangnya.
Kembali ke Alaglosa, karena hari sudah malam, dia pun tertidur di dalam kereta. Namun dia terbangu.n oleh suara-suara bisikan terdengar sedikit mengerikan di telinganya.
" Sssshhhh... Istri ku... Istri ku.... " Alaglosa bergerak kesana kemari karena merasa takut dengan sesuatu yang terdengar jelas di telinganya.
" Kau kembali... Kemarilah... Kemarilah istri ku... "
Alaglosa membuka matanya kemudian melihat sekelilingnya. Semuanya terlihat tidur begitu nyenyak sama sekali tidak terganggu dengan suara-suara yang sepertinya hanya didengar oleh dirinya seorang.
" Apa itu ya? Suara apa itu? Tunggu.. Jangan-jangan itu suara makhluk penghuni asli tempat ini.. Dewa tolong lindungi aku.. " batin Alaglosa kembali memejamkan matanya. Dia menutup kedua telinganya, dan kembali berusaha untuk tidur.
" Sssshhhh... Jangan takut.. Aku hanya ingin melihat mu.. Kemarilah istri ku... Kemarilah.. " suara bisikan itu terdengar lagi.
Alaglosa tidak menanggapi, bibirnya terkatup rapat dan dia sama sekali tidak menuruti apa yang bisikan itu katakan. Sungguh dirinya sangat ketakutan saat ini. Ingin meminta tolong, tapi dia takut justru membuat suasana jadi kalau. Menurut yang dokter Lance katakan, siapa saja yang masuk dalam pengaruh dunia ilusi itu akan melakukan apapun perintah dari makhluk itu. Bahkan jika diminta untuk membunuh pun, dia akan membunuh.
Lama Alaglosa tidak lagi mendengar suara bisikan itu lagi. Dia bisa kembali bernafas lega karena mungkin kini semuanya sudah melewati daerah itu. Jadi pengaruh dari makhluk itu sudah menghilang. Namun, sungguh tanpa diduga sama sekali, ketika Alaglosa kembali membuka mata, dia tidak berada di keretanya. Dia seperti berada disebuah gua, karena terlihat dindingnya terbuat dari bebatuan.
" Selamat datang istri ku.... Sssssshhhhh.. "
__ADS_1
" AAAARRRGGHHHH..... "