
Dengan menggunakan segala kekuatannya, kaisar dan Zeco benar-benar bisa membawa monster naga dan juga ratu kegelapan itu ke arah danau beku yang sudah diberikan stigma. Di sana, Tyrian dan juga Alaglosa sudah bersiap dengan semua hal yang mereka butuhkan untuk menyegel monster naga itu. Ratu kegelapan, akan diurus oleh Zeco dan Kaisar.
Alaglosa merentangkan tangannya ke depan, dia berdiri tepat di ujung bagian luar stigma yang dibuat oleh Zeco. Tentu saja hanya Zeco yang bisa membuat stigma ini karena ini merupakan sihit tingkat tinggi yang mana tidak semua orang bisa. Berhubung Zeco adalah keturunan dewa tertinggi, dia memiliki kemampuan untuk itu.
Monster naga harus tepat berada di bagian tengah. Jadi, kini tugas Codnille dan Saturn untuk memastikan jika monster itu benar-benar ada di bagian tengah dari stigma itu. Alasan kenapa Codnille dan Saturn yang menghadapi monster naga dan malah kaisar dan Zeco yang menghadapi ratu kegelapan adalah karena takut jika kedua sepupu Tyrian itu menyerap kegelapan dari ratu.
Sudah sejak dahulu kala diketahui jika keturunan Acfica dan Bialus akan saling membunuh satu sama lain. Hal itu karena keturunan Bialus lebih mudah dirasuki kegelapan lain dengan keturunan Acfica yang selalu bisa menghadapi kegelapan itu sendiri. Naga, memang identik dengan kegelapan tapi bukan menyerap kegelapan itu sendiri melainkan saling hidup berdampingan.
Mengantisipasi ratu kegelapan agar tidak mempengaruhi kedua keponakan pemimpin wilayah selatan ini, akhirnya kaisar sendiri yang turun tangan menghadapi ratu kegelapan itu. Dibantu Zeco yang adalah keturunan dewa yang pastinya memiliki kekuatan cahaya yang suci untuk bisa mengalahkan ratu kegelapan.
" Hei.. Pastikan dia di tengah.. Kalian berdua bodoh sekali.. " Sarkas Tyrian berteriak meneriaki kedua sepupunya
" Kau.. Tidak tahu bagaimana rasanya jadi diam saja.. " Teriak Codnille tidak Terima.
" Bertukar saja... Bisa? " Tyrian sudah akan berniat meninggal kan posisinya namun suara teriakan dari sang istri membuatnya menciut.
" YA.. KITA TIDAK PUNYA BANYAK WAKTU... SAMPAI KAPAN KALIAN AKAN BERHENTI MAIN-MAIN!!! " Alaglosa sudah sangat tidak bisa menahan amarahnya lagi. Benar-benar ketiga pria ini, tidak pernah berubah sejak dulu maupun sekarang.
" Ck.. Codnille.. Kita harus cepat.. " Saturn akhirnya ikut menanggapi setelah mendengar teriakan Alaglosa.
__ADS_1
" Dasar bucin.. " Sarkas Codnille pelan agar tidak di dengar oleh Saturn.
Monster naga itu masih terus berputar-putar di atas hutan beku dan belum sama sekali mendekat tepat di atas danau beku. Entah dia merasakan sesuatu hingga tidak ingin, atau ada hal lain yang membuat monster naga ini mengalihkan perhatiannya.
Akan tetapi, tanpa semua ketahui monster naga ini sebenarnya tengah melihat seseorang yang menurutnya sangat mirip dengan seseorang di masa lalunya dan juga wangi mereka begitu sama. Dan untuk mendekat ke arah orang itu, monster ini tidak akan pernah bisa. Karena di kekacauan yang dia ciptakan dahulu kala, dia pun juga tidak bisa untuk mendekati orang dengan wangi yang sama.
" Alaglosa.. Menyingkirlah dari saja terlebih dahulu.. " Teriak kaisar yang memang bisa membaca pikiran apapun mahkluk hidup di tanah Anchestral ini.
" Maksudnya? " Alaglosa terlihat seperti orang bodoh karena hanya menengok ke kanan dan ke kiri karena tidak tahu apa maksud dari kaisar yang meneriakinya itu.
" AAARRRGGGHHHH... "
" OSSA.. " Tyrian berteriak kencang saat melihat ada sosok yang tidak jelas terlihat olehnya, tengah membawa alaglosa terbang meninggalkan tempatnya tadi berada.
" Codnille... Saturn.. Buat naga itu jatuh ke bawah!! Ingat.. Ini perintah.. " Ucap kaisar menekankan di akhir kalimatnya.
" Siapa paman sampai berani memerintahkan? " Ucap Codnille terlihat sombong..
Dengan kemampuan Saturn, dia membuat pohon-pohon di hutan beku itu tiba-tiba saja hidup dan langsung menjulur panjang ke atas untuk meraih tubuh monster naga yang sudah mulai terbang rendah karena sesuatu yang mengganggunya sudah tidak ada.
__ADS_1
Hal itu dimanfaatkan oleh Saturn dan juga Codnille, dimana batang pohong berhasil meraih tubuh monster naga itu dan dihempaskan tepat di atas stigma penyegel. Agar danau beku itu tidak sampai hancur, Codnille memanfaatkan tanah beku di sekitarnya untuk membuat lapisan air tepat dibawah monster naga yang terjatuh. Sehingga, monster naga jatuh bukan di danau beku, melainkan di atas lapisan air milik Codnille.
WWUUSHSHHH
SYUUUT
" TYRIAN.. SEKARANG..!! " Teriak kaisar yang sudah kembali membawa tubuh Alaglosa ke tempatnya seharusnya berada.
Alaglosa dan Tyrian lekas mengaktifkan kemampuan mereka dan di sekitar stigma itu muncul cahaya berwarna kuning terang hingga cahaya itu menembus langit yang kembali menjadi gelap. Pertarungan yang rupanya cukup panjang karena dari hari gelap kembali ke hari gelap.
GGGGRRROOWWW
GGRRRROOWWWWW
Suara naga yang seperti kesakitan benar-benar terdengar sampai memekakkan telinga siapa saja yang di sana. Monster ini pun langsung menghilang dalam waktu beberapa detik saja ketika cahaya kuning terang tadi sudah menghilang dari tempat monster itu tadi berada.
Suara sorakan dari semua orang yang ada di sana mulai terdengar saling bersahutan. Akhirnya, semua bencana ini berakhir meski dengan mengorbankan banyak sekali pasukan dan juga kekuatan yang sudah tidak bersisa lagi. Namun, ada yang sedikit aneh ketika semua orang berteriak saking senangnya, Alaglosa juga termenung di posisinya berada.
Air matanya tiba-tiba saja menetes dengan sangat deras. Hatinya sakit namun apa yang membuatnya sakit hati seperti ini tidak ada yang mengetahuinya. Tyrian yang awalnya larut dalam kegembiraan bersama pasukannya dibuat heran ketika melihat sang istri justru menangis seperti itu.
__ADS_1
" Ossa.. Apa yang terjadi? " Tanya tyrian yang sudah berada tepat di samping Alaglosa.
Bukannya menjawab, Alaglosa justru menunjuk ke arah dimana monster naga tadi menghilang. Entah apa maksudnya tapi Tyrian sama sekali tidak tahu maksud dari apa yang dilakukan oleh sang istri.