Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Keindahan di kastil Windsor


__ADS_3

Setelah drama kehebohan yang Alaglosa buat, sekarang dia dan keluarga kerajaan wilayah selatan tengah duduk di meja makan di kastil milik count Windsor untuk menikmati makan malam bersama. Berbagai jenis masalah khas kota Fandor dan wilayah selatan tersaji di meja makan yang panjangnya lebih dari setengah ruangan ini. Di tengah ada Kaisar Proston, tepat di samping kanannya adalah Lord Tyrian, Alaglosa dan beberapa anggota rombongan mereka. Di sisi kiri Kaisar adalah keluarga Windsor, dimulai dari count Windsor, countess Windsor dan anak laki-laki mereka yang usianya mungkin seusia Tyrian.


Anak laki-laki dari count Windsor ini ternyata adalah panglima perang di dalam pasukan dari Tyrian. Dia adalah panglima yang memimpin pasukan ketiga bernama Marlos Windsor. Alaglosa baru menyadarinya karena banyaknya anggota pasukan Tyrian, jadi dia tidak bisa mengenali dengan tepar satu di antara lainnya. Hanya dua pengawalnya saja yang dia ingat wajah dan namanya.


" Apa ada yang tidak berkenan untuk anda my Ladu? " tanya countess Windsor yang melihat Alaglosa sedari tadi tidak menyentuh makanannya.


" Eh.. Iya? " Alaglosa tentu terkejut. Sedari tadi dia melamunkan kejadian yang dia lihat saat dia tertidur saat dalam perjalanan ke tempat ini.


" Apa anda tidak senang dengan hidangannya? Saya akan meminta koki untuk menyiapkan hidangan sesuai dengan selera anda.. Maafkan atas ketidak tahuan saya dengan apa yang My Lady sukai.. " countess Windsor mengulang ucapannya.


" Ini saja sudah cukup.. Saya hanya tidak tahu saja apa nama masakan ini, jadi saya sedang berpikir apa kiranya bahan-bahannya. Hehe.. " Alaglosa tersenyum dipaksakan karena dia sebenarnya berbohong.


Kaisar Proston yang sejak tadi sudah bisa mendengar banyak sekali pertanyaan di kepala Alaglosa, menatap menantunya itu dengan tatapan mencurigakan. Alaglosa pun tersenyum menatap ayah mertuanya karena sepertinya ayah mertuanya tahu akan sesuatu.


" Kalau benar begitu, saya akan menjelaskan apa saja nama dan bahan-bahan dari hidangan ini.. Yang itu... " ucapan countess langsung dipotong oleh Tyrian.


" Semua ini masakan yang khas dari Fandor dan wilayah selatan.. Dijelaskan pun kau juga tidak akan paham.. Lebih baik nanti kita pelajari saat sudah sampai di kastil.. " ucap Tyrian. Kapan makan malam ini akan selesai kalau countess saja menjelaskan semua hidangan yang ada banyak ini.

__ADS_1


" Hahahaha... Benar kata anda My Lord.. Maafkan istri saya yang terlalu antusias karena ini pertama kalinya kami semua melihat My lady.. " count Windsor ikut angkat bicara.


" Kalau begitu kita lanjutkan saja makan malamnya. Setelah itu semua orang beristirahat agar besok kita bisa lekas kembali melakukan perjalanan.. " titah Kaisar Proston yang langsung diangguki oleh semua orang yang ada di meja makan.


Sesekali memang ada perbincangan antara para pria-pria, seperti Kaisar, Tyrian, count dan count muda Windsor. Kebanyakan yang mereka ceritakan adalah mengenai perang dengan manusia serigala yang telah memiliki evolusi sempurna dan kekuatan bulan yang menambah kekuatan mereka. Alaglosa yang tidak tahu menahu tentang perang itu tidak sama sekali memperhatikan pembicaraan itu dan hanya menikmati makanan yang nyatanya sangat lezat itu.


Countess Windsor senang melihat Alaglosa begitu lahap menyantap hidangan yang ada di depannya. Sudah sejak menerima kabar bahwa penguasa wilayah selatan akan mampir ke Fandor dengan membawa menantunya, saat itu juga countess uang paling sibuk mempersiapkan ini dan itu untuk menyambut mereka. Countess ingin agar kunjungan pertama Lady Alaglosa mendapatkan kesan yang baik pada keluarganya dan wilayah tempat dimana suaminya menjadi pemimpin.


" Apa anda ingin berjalan-jalan sebentar dengan saja? Berjalan setelah makan sangat baik untuk tubuh wanita, agar tidak mudah menjadi gendut.. " ucap countess meminta waktu Alaglosa untuk sekedar berjalan bersama menikmati malam di Fandor.


" Tentu.. Saya dengar anda memiliki koleksi yang unik disini. Maaf bukannya saya lancang tapi saya mendengar itu dari para pelayan.. " ucap Alaglosa.


Keduanya berjalan menuju ke sebuah bangunan yang terletak di sisi lain kastil utama tempat Alaglosa makan tadi. Di bangunan ini, rupanya hidup berbagai jenis burung yang nampak sangat cantik bulu dan suaranya. Bagian atap ternyata terbuka meski masih ada jaring-jaring yang bisa menghalangi burung-burung ini lepas tapi sinar matahari bisa masuk untuk menyinari tempat hidup para burung ini.


" Waaaaaooowwww... Ini yang dimaksud koleksi anda? " tanya Alaglosa yang terpesona melihat tempat di depannya ini. Di depan Alaglosa terlihat seperti hutan lindung dimana tempat ini sangat cocok untuk perkembangbiakan burung-burung ini.


" Awalnya saya hanya iseng saja, tapi kemudian banyak dari teman suami dan juga para petinggi wilayah selatan yang menghadiahi saya burung-burung ini, sehingga saya membuat tempat untuk mereka hidup.. " terang countess.

__ADS_1


" Luar biasa.. Anda pasti sering sekali menghabiskan waktu disini.. Selain pemandangannya indah, udaranya juga sangat bagus. " puji Alaglosa.


" Anda benar.. Saya setiap kali banyak pikiran dan lelah dengan kegiatan saya, pasti saya akan langsung kemari.. Nah, itu... itu adalah burung ya g paling menarik perhatian saya sejak awal.. Namanya buruk merak, ketika ekornya mengembang seperti kipas, itu terlihat sangat indah sekali.. " countess begitu menggebu menceritakan pada Alaglosa tentang burung-burung yang ada di tempat ini.


Jika biasanya wanita bangsawan paling senang merawat bunga, maka lain dengan countess Windsor yang lebih suka memelihara burung. Menurutnya suara kicauan burung ini begitu indah di dengar dan bisa membuat hati tenang karena mirip seperti nyanyian. Alaglosa yang memang memiliki jiwa ingin tahu, terus bertanya ini dan itu pada countess. Sungguh countess Windsor sangat sabar menjawab satu per satu pertanyaan Alaglosa.


Keduanya asyik mengobrol sampai tidak menyadari bahwa waktu sudah semakin malam. Tyrian yang menunggu Alaglosa sambil berbincang dengan count muda Windsor, sampai harus menyusul istrinya itu untuk diajak istirahat.


" Ossa.. Sudah malam, ayo istirahat..!! " ajak Tyrian menghampiri istri dan countess Windsor ditemani Owlh count muda.


" Oh.. Maafkan saya yang mulia, saya begitu lama menahan My Lady disini sehingga waktu istirahat beliau jadi terlambat.. Sekali lagi maafkan saya.. " countess bersikap sopan dan meminta maaf karena menahan Alaglosa untuk waktu yang lama.


" Tidak apa.. Istri ku senang karena kau mengajaknya kemari... Terima kasih.. " Tyrian berucap dengan wajah yang dihiasi senyuman.


" Ayo.. Kita istirahat.. " Tyrian menggandeng tangan Alaglosa dan membawanya pergi ke kamar mereka yang sudah countess siapkan.


Dari rumah burung hingga ke kamar, tidak ada yang bicara baik itu Alaglosa maupun Tyrian. Mereka hanya bergandengan tangan dan berjalan bersama menuju ke kamar. Tapi begitu berada di dalam dan pintu tertutup, Tyrian langsung menyerang bibir sang istri yang sudah menjadi candunya. Rasanya beberapa hari tidak menyentuh nya membuat Tyrian rindu setengah mati dengan bibir milik sang istri.

__ADS_1


" Sssttt.... Aku menginginkan mu sekarang juga Ossa.. " Tyrian berbisik tepat di telinga Alaglosa yang merupakan salah satu titik sensitif milik Alaglosa.


" Aku menginginkan mu... " bisik Alaglosa memberikan izin untuk suaminya menyentuh dirinya.


__ADS_2