
Tyrian adalah naga ungu yang dipercaya sebagai reinkarnasi dari naga ungu Acfica yang hidup di zaman bersama para dewa yang tinggal di Anchestral Land. Sebagai naga ungu, Tyrian memiliki kemampuan yang hampir semua sama dengan Acfica. Contohnya saja api hitam yang tidak bisa padam kecuali objeknya sudah berubah menjadi abu. Ada lagi, kemampuan mengendalikan waktu, meski kemampuan mengendalikan ruang dia tidak menguasainya.
Sebagai ganti kemampuan mengendalikan ruang, naga ungu, Tyrian memiliki kemampuan yang cukup langka dimiliki oleh para keturunan naga. Tyrian bisa mengubah apa saja yang terkena apinya menjadi patung. Api berwarna merah sana seperti warna kedua matanya, mampu memuat apa saja yang terkena olehnya menjadi patung.
Akan tetapi, meski Tyrian disebut sebagai dewa perang dan juga makhluk paling kuat di Anchestral Land, dirinya belum cukup mampu menghadapi monster naga yang hidup dari kebencian yang ada di dalam dirinya. Naga putih yang kemudian memakan semua kegelapan makhluk hidup demi melindungi wanita yang dia cintai dan bangsanya, justru menjadi penyebab wanitanya mati dan bangsanya punah.
Monster naga yang besarnya tiga kali lipat dari naga biasa. Namun sama sekali tidak mengurangi kecepatan nya dalam bergerak, jelas menyulitkan lawannya yang ingin menyerangnya. Seperti sekarang, Tyrian terhempas oleh ekor milik Hydragoneus dan terlempar jatuh ke bawah tepat di dekat Alaglosa..
" TYRIANNNNN..... " teriak Alaglosa saat melihat naga merah melesat jatuh di dekatnya.
" Yang mulia.. Anda tidak boleh ke sana.. " Dalyor langsung mencekal lengan Alaglosa yang hendak mendekat ke tubuh naga merah yang tersungkur di tanah.
" Lepas, Dalyor.. Aku ingin melihat suami ku.. " Ucap Alaglosa berusaha memberontak dari cekalan Dalyor.
" Jika sesuatu terjadi pada anda.. Maka Lord Tyrian tidak akan bisa fokus menghadapi monster naga itu.. Jadi saya mohon, ikut saya untuk bersembunyi dan saat nanti waktu anda tiba untuk menyegel monster itu, saya akan mengantar anda ke tempat Lord Tyrian berada.. " Dalyor berusaha untuk membujuk Alaglosa.
Beruntung Dalyor berhasil membujuk Alaglosa, terbukti sekarang Alaglosa mau dia tarik untuk segera masuk ke kastil es meski matanya tidak pernah lepas dari tubuh naga yang belum bergerak meski sudah cukup lama tersungkur di tanah.
GGGGRRRRRRRRR
GGGRROOOOWWWW
GGGGRRRRRRRRR
Naga merah mendengus kesal lantaran berhasil jatuh karena ekor dari monster sialan yang dia hadapi saat ini. Meski dalam wujudnya sebagai naga, Tyrian tetap memiliki kesadaran seperti saat dirinya menjadi manusia. Karena itulah, dia tidak pernah sampai salah sasaran meski dirinya dikuasai kekuatan sebagai naga.
Dengan perlahan, tubuh naga merah besar itu, bangkit dan bersiap kembali terbang. Niatnya adalah menggiring monster naga berkepala tiga itu untuk menjauh dari kota menuju ke bagian pinggir Eldrogo yang terdapat danau besar dan hutan. Tujuan Tyrian agar kerusakan akibat pertempuran ini tidak sampai membuat ibu kota menjadi kota tua lantaran tidak ada yang tersisa di sini.
SYUTTTT
BUGH
__ADS_1
GGGRRROOOOOWWWW
GGGGRRROOOOWWWWW
Hydragoneus terkena semburan api Tyrian hingga sebagian dari kulit yang ada di bagian kaki depannya berubah menjadi tanah. Meski hanya sebagian kecil, karena besarnya tubuh dari monster naga berkepala tiga ini.
Tyrian melesat menjauh dari ibukota, menuju ke arah danau besar di pinggiran Eldrogo. Di sana, sudah ada pasukan Barfort dan Furcas yang akan membantunya untuk mengecoh monster naga dan mengulur waktu hingga Kaisar dan Pangeran Zeco kembali. Butuh beberapa jam, agar pasukan di lereng gunung bisa kembali. Yang membuat Tyrian heran, kenapa pasukan yang ada di lereng gunung tidak bisa mengetahui bahwa monster naga ini sudah keluar dari dimensinya.
" Lihat.. Itu adalah Lord Tyrian... Semua pasukan bersiap.. " Teriak Barfort ketika di langit terlihat naga merah melesat ke arahnya diikuti naga yang ukurannya sangat besar di belakangnya.
" Pasukan pemanah siap.. " Teriak Furcas yang memang pasukannya adalah pemanah. Namun, mereka semua bukan pemanah biasa. Panah mereka dialiri sihir tingkat tinggi yang pastinya memiliki dampak yang luar biasa jika terkena lawan.
SYYUUUTTT
GGRRRRRGG
BOOM
BOOM
BOOM
" SEMUA... TEMBAK..!!! " Furcas berteriak memberi aba-aba agar pasukannya lekas melesatkan anak panah mereka saat monster naga itu masuk dalam jangka tembak mereka.
SYUTT
SYUTT
SYUTT
Ribuan anak panah melesat ke udara, tepat mengarah pada monster naga yang tengah mengejar naga ungu di langit malam yang dipenuhi bintang.
__ADS_1
GGGGRRRRRRRWWW
GGGROOOWW
GRROOWW
Monster itu meraung saat ribuan anak panah melesat ke arahnya. Jelas saja banyak sekali, karena semua pemanah menggunakan sihir yang bisa memperbanyak jumlah anak panah. Meski satu yang dilesatkan ke arah musuh, namun begitu terlepas dari busur, panah ini langsung memperbanyak jumlahnya hingga bisa sepuluh kali lipat.
" Pasukan tombak bersiap.." Furcas mengintruksikan pada pasukan yang merupakan pasukan yang memakai tombak sebagai senjata mereka.
" Furcas... tahan.." teriak Berfort.
" Biarkan monster sialan itu lebih rendah lagi dari posisinya sekarang. Jika kau memaksa melemparkan tombak, bisa beresiko mengenai Lord Tyrian.." ucap Berfort mencegah pasukan tombak melesatkan tombak mereka.
" Baik.. Kau pancing dia turun.." Furcas meminta agar Berfort yang merupakan penyihir yang mampu menciptakan monster, mengeluarkan kemampuannya.
Dengan munculnya monster, diharapkan monster naga itu akan terbang redah karena terpancing oleh monster-monster ini. Semakin rendah terbang monster naga ini, maka akan semakin mudah dari pasukannya untuk menyerang. Akhirnya, Berfort, komandan pasukan Tyrian menciptakan beberapa monster yang memiliki kemampuan terbang rendah.
" Bawa monster sialan itu turun kemari.." perintah Berfort pada monster ciptaannya.
Mungkin sekitar ada puluhan monster yang Berfort ciptakan, melesat ke arah monster naga dan mengecohnya agar mengikuti monster ini agar terbang semakin rendah. Dan benar saja, sifat naga yang memang selalu memangsa monster kecil, langsung mengikuti monster-monster ciptaan Berfort untuk terbang rendah.
Hal ini dimanfaatkan oleh pasukan Furcas untuk melesatkan tombak beracun ke arah monster naga berkepala tiga ini. Sebisa mungkin mereka mengarahkan serangan mereka tepat mengenai kepala yang konon memiliki kulit lebih tipis dibandingkan dengan kulit di bagian lainnya.
GGGGRRRROOOOWWW
GGRROOOWW
GRROOW
Monster naga itu terjatuh ke tanah lantaran tidak bisa mengendalikan bobot tubuhnya yang oleng karena terkena serangan tombak. Karena jarak antara monster dan pasukan yang melesatkan tombak tidak terlalu jauh, hal ini menyebabkan efek yang sangat kuat dari benturan antara ujung tombak yang tajam dengan bagian kulit naga, apalagi jika itu adalah kulit dari bagian kepalanya.
__ADS_1
" AWAS... SEMUANYA MENYINGKIR..!!!!! " Berfort dan Furcas serta pasukan mereka lekas melesat menjauh lantaran tidak ingin jika mereka tertimpa tubuh naga yang sangat besar itu.
" Kalian ini kenapa bodoh sekali... Ck...ck...ck..." seorang pria yang berada di langit, terkekeh pelan melihat pasukan milik Tyrian kocar kacir karena melarikan diri.