Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Belum usai


__ADS_3

Alaglosa menatap tidak percaya pada suaminya yang mulutnya sangat lemes sekali mengatakan jika wanita yang selama ini menjadi pusat perhatian banyak pria, dengan satu kata, ' bau '. Di kehidupan Alaglosa yang dulu saja, semua orang mengakui jika Circe adalah salah satu wanita cantik di ibukota Amanecer. Tapi lihat, pria yang ada di depannya ini sama sekali tidak terpikat oleh Circe.


Alaglosa jadi penasaran dengan perasaan suaminya ini pada putri Wilona yang pada masa kehidupan dirinya yang dulu, merupakan istri dari pria yang adalah suaminya di kehidupan ini. Apakah boleh jika Alaglosa menggoda pria ini dengan membawa nama mantan calon istrinya dulu?


" Kenapa mengatakan wanita itu bau? Padahal banyak pria tertarik padanya. " Tanya Alaglosa mulai menggoda.


" Dia itu bau.. Semua penyihir hitam itu bau.. Masak kau tidak tahu.. " Jawab Tyrian yang semakin membuat Alaglosa tidak percaya.


" Kenapa begitu? Jika wanita itu bau, lalu bagaimana dengan tuan putri yang merupakan calon istri mu sebelum kau bertemu dengan ku? " Tyrian merotasikan bola matanya jengah. Istrinya ini selalu memiliki banyak ide untuk menggodanya.


" Kenapa bertanya seperti itu? Apa kau tidak tahu alasan aku menerima keputusan King buruk rupa itu untuk menikahi putrinya? " Dengan santainya Alaglosa menggeleng.


FYYUHHH..


Tyrian menghembuskan nafas lantaran frustasi. Seenaknya saja istrinya ini mengoloknya tanpa tahu duduk permasalahannya. Apa selama Alaglosa mengasingkan diri ke lembah penyihir, istrinya ini tidak mendengar rumor yang beredar di masyarakat.


Tyrian tidak serta merta menerima usulan pernikahannya dengan putri dari pamannya sendiri. King yang disebut buruk rupa oleh Tyrian itu, menjadikan kelemahan Tyrian untuk membuat Tyrian menikahi putrinya. Lalu, saat bertemu dengan Alaglosa, dan Kaisar Proston mengizinkan dirinya menikahi Alaglosa, tidak ada yang bisa dilakukan oleh King Kriston.


Satu-satunya orang yang ditakuti oleh King Kriston adalah Kaisar dari wilayah selatan. Kemampuan dalam perang dan juga melobby para bangsawan, membuat King Kriston harus berpikir ratusan kali bahkan ribuan kali untuk mencari gara-gara dengan penguasa wilayah selatan ini.


" Memang ada alasan tertentu kenapa kau menerima permintaan pernikahan yang diajukan oleh king Amanecer? " Tanya Alaglosa yang memang tidak tahu cerita tentang ini.

__ADS_1


Di kehidupan dulu, saat Tyrian ditolak oleh Alaglosa dan kemudian Alaglosa memilih menikah dengan Saturn, setahun kemudian Tyrian menikahi Wilona. Tidak ada yang tahu alasannya, bahkan menurut gosip yang beredar, Tyrian lah yang mengajukan permintaan pernikahan ini. Jadi, apakah alasan sekarang dengan di kehidupan yang dulu akan sama.


" Karena dia adalah paman ku.. Dan dari dulu hingga sekarang, wilayah selatan dan timur selalu terikat dengan hubungan pernikahan. Seperti suratan dewa bahwa keturunan Acfica harus menikahi keturunan Bialus untuk menjamin kedamaian Anchestral Land.. " Alaglosa mendesah pelan. Rasanya, dirinya ini terlalu berharap lebih mengenai alasan dari Tyrian menikahi Wilona.


" Kenapa kau nampak terlihat kecewa? " Tanya Tyrian.


" Tidak.. Aku pikir ada alasan yang lebih dari sekedar perjanjian dengan leluhur.. " Ucap Alaglosa kentara sekali kecewa.


Tyriha geleng kepala melihat wajah sangat istri yang memang terlihat jelas kecewa. Dalam pikirannya, Tyrian menyimpulkan sepertinya Alaglosa ini menginginkan jawaban yang lebih dari itu. Seperti Tyrian menikahi Wilona demi Alaglosa atau demi wilayah selatan.


Di saat keduanya tengah diasyikan dengan obrolan yang bersifat pribadi. Alpus datang untuk menyampaikan pesan dari Kaisar Proston yang terpaksa meninggalkan kastil karena ada sedikit masalah.


" My Lord.. Maaf mengganggu waktu anda.. " Alpus menundukkan kepala memberi hormat.


" Yang mulia Kaisar menyampaikan bahwa saat ini juga, beliau akan berangkat menyusul pangeran Zeco. Ada masalah penting di sana yang membutuhkan yang mulia Kaisar untuk turun tangan langsung. Yang mulia, meminta anda menemui beliau sebentar.. " Ucap Alpus menyampaikan pesan sesuai dengan ucapan Kaisar tadi.


" Kita ke sana.. " Tyrian langsung pergi bersama dengan Alpus setelah sebelumnya mengecup dahi Alaglosa terlebih dahulu.


" Dasar.. Pandai sekali mencari kesempatan di dalam kesempitan.. " Gumam Alaglosa.


Kembali lagi ke lereng gunung berapi. Peperangan di sana, masih belum menunjukan tanda-tanda akan adanya salah satu dari kedua belah pihak yang menang. Meski Zeco sudah mengeluarkan kemampuannya sebagai keturunan dewa Haukra, namun monster dari inti bumi ini belum juga kalah.

__ADS_1


Setelah petir yang Zeco ciptakan memporak-porandakan monster ini, muncul lagi monster lain dari inti bumi. Jumlahnya memang tidak sebanyak tadi, namun ukuran tubuh monster ini benar-benar besar. Ukuran monster gelombang kedua ini, sepuluh kali lipat ukuran manusia yang memiliki tubuh kekar.


Memang pergerakan monster ini sangat lambat sehingga mudah untuk dikunci pergerakannya. Hanya saja, kulit tubuh mereka sekeras baja dan kekuatan tempur mereka tidak bisa dianggap remeh. Siapa saja yang terkena serangan monster ini, pasti akan mengalami luka parah bahkan bisa saja mati.


Zeco, mengeluarkan mannanya untuk melapisi tubuhnya agar bisa membendung kekuatan monster ini. Meski tidak bisa mencegah dirinya terkena serangan, setidaknya perisai manna nya ini bisa meminimalisir dampak dari serangan itu. Tidak lucu jika dia yang adalah pemimpin pasukan manusia ini, mati lebih dulu dibanding pasukannya.


" Gunakan perisai manna kalian.. " Teriak Zeco memberikan instruksi pada pasukannya.


" Jangan sampai kita kehilangan lebih banyak pasukan sebelum pasukan bantuan datang.. " Ucap Zeco menambahkan.


" Kulit mereka keras sekali.. Mungkin lebih keras dari kulit naga.. " Ucap Marques Vollin yang mendekati Zeco.


" Pasti ada bagian dari mereka yang tidak terlalu keras. Ingat.. Semua makhluk di dunia ini memiliki kelemahan.. " Marques Vollin mengangguk membenarkan.


Zeco, memerintahkan para penyihir membuat sebuah stigma yang mana bisa membuat kekuatan pasukannya meningkat beberapa kali lipat. Dengan begini, mereka bisa memberikan serangan yang dampaknya bisa dirasakan oleh para monster ini. Zeco, juga meminta untuk para penyihir memanggil monster yang bisa mereka ciptakan. Hitung-hitung, menggantikan pasukan yang terluka dan sudah gugur.


Cara ini memang tidak terlalu memiliki dampak yang besar. Namun, menambah jumlah dari pasukan dan bisa mengecoh para monster. Dengan begini, Zeco bisa mengulur waktu sampai pasukan ayahnya datang. Zeco hanya berharap, ayahnya tidak terlalu lama untuk sampai ke tempat ini.


" Haruskah aku mengeluarkan mereka.. Tapi, apa tidak apa jika aku mengeluarkan sesuatu yang bahkan para dewa saja tidak berani memerintah ya? " Batin Zeco bergejolak.


" Sial.. Apa ayah masih lama? " Mata Zeco melihat sekelilingnya dimana beberapa pasukannya terpental jauh karena serangan monster.

__ADS_1


Dia sekarang ini merasa dilema memikirkan langkah yang harus dia ambil. Pasalnya jika seperti ini terus, juga hanya membuang waktu dan pasukan akan lebih banyak yang gugur dan terluka. Tapi, jika mengeluarkan senjata pamungkas nya, apakah semuanya akan berjalan sesuai dengan harapannya. Atau yang ditakutkan oleh Zeco, semuanya justru berbalik menyerang dirinya.


__ADS_2