
Sungguh aku begitu bersyukur dengan kehidupan ku saat ini. Aku diangkat menjadi ratu, menjadi wanita yang dicintai dan disayangi oleh Raja muda. Mimpi semua wanita telah aku dapatkan, dan hari-hari ku menjadi lebih penuh warna dan aku bahagia.
Suami ku, raja muda Saturn, begitu menyayangi ku dan kehidupan rumah tangga kami sangat baik. Dia selalu mengatakan aku sangat piawai di ranjang dan juga memenuhi semua kebutuhannya. Aku merasa sangat senang mendapatkan pujian seperti itu. Dan, aku semakin mencintai dirinya.. Tapi benarkah yang aku rasakan ini cinta.
Saat ini aku dan suami ku tengah duduk bersama di taman bunga milik ratu terdahulu. Kami memang senang menghabiskan waktu berdua di tempat Tini. Menurut suami ku, tempat ini sangat indah sekali karena dipenuhi oleh bunga-bunga. Meski begitu, rasanya sedikit aneh menurut ku karena hampir setiap hari suami ku mendatangi tempat ini.
" Aku dengar ratu ku telah membuat kebijakan baru,, apa itu? " tanya suami ku ketika kami tengah menikmati minum teh bersama.
" Saya menaikan upah buruh dan petani. Menurut saya, upah mereka saat ini sangat kecil. Kita tidak akan bisa menikmati makanan lezat kalau bukan dari hasil keringat mereka, bukankah sudah sepatutnya kita membuat mereka memiliki kehidupan yang lebih baik.. " jawab ku dengan yakin.
" Kau bisa menjadi musuh para bangsawan jika melakukan itu.. " suami ku berkomentar.
" Melakukannya atau tidak juga saya sudah menjadi musuh para bangsawan. Menurut mereka saya hanya mensejahterakan rakyat tapi tidak dengan mereka. Namun menurut pemikiran saya, adanya sebuah kerajaan itu berasal dari pengakuan rakyat, bukan para bangsawan yang sibuk memperkaya diri mereka sendiri.. "
" Ratu ku benar-benar luar biasa.. Tapi aku ini juga bangsawan lho,, apakah aku tipe yang kau sebutkan tadi..? "
" Eh... Maafkan saya,, bukan begitu maksud saya... " aku langsung panik karena aku pikir telah berucap hal yang menyinggung dirinya.
__ADS_1
" CUP... Aku senang dengan keberanian mu, dan cara berpikir mu itu sungguh luar biasa.. Andai saja kita akan bersama selamanya,, pasti menyenangkan.. " ucapnya sedikit ambigu.
" Bukankah kita akan bersama selamanya? Itu janji suci yang kita buat ketika pernikahan kita diberkati oleh dewa.. Kenapa anda bicara seolah saya akan meninggalkan anda dan sebaliknya? " tanya ku yang menang sedikit terganggu dengan ucapannya.
" Tentu saja kita akan bersama selamanya.. Tapi maut siapa yang tahu,, iya kan... " wajahnya terlihat sedikit panik, tapi aku tidak ingin membicarakannya.
Obrolan kami pun berlanjut dengan sangat lancar dan sesekali kami akan tertawa bersama. Rasanya aku benar-benar bahagia sekarang ini, aku memiliki semua yang para wanita lain inginkan. Sungguh betapa beruntungnya diri ku. Namun, keasyikan kami harus terganggu ketika seorang pelayan yang aku tahu untuk siapa dia bekerja mendatangi kami dan mengatakan ada situasi darurat pada suami ku
Tanpa berpamitan dengan ku, suami ku langsung saja bergegas berlari mengikuti pelayan tadi. Hati ku tiba-tiba saja terasa begitu perih, seistimewa itukah wanita dulu melayani ratu, hingga ketika ratu terdahulu meninggal dunia, perempuan itu masih berada di istana bahkan mendapatkan pelayan juga. Pelayan dilayani oleh pelayan, sungguh hati ku benar-benar kesal setiap mengingatnya.
" Apa yang terjadi? " aku bertanya pada seseorang yang tiba-tiba saja muncul di sampingku.. Dia adalah pengawal pribadi ku, yang ' dia ' berikan pada ku.
" Menurut mu, jika aku juga sakit sekarang, apa suami ku akan memilih menemani ku, atau menemani perempuan hina itu? " tanya ku. Dia yang ada di samping ku ini diam cukup lama, dan diamnya dia membuatku tahu bahwa tentu saja, aku tidak akan sebanding dengan wanita itu.
Beberapa bulan setelah kejadian itu, di ibukota tersebar berita yang mengatakan bahwa Ratu mandul. Menikah selama tiga tahun lebih dengan raja muda, namun hingga kini tidak kunjung memiliki keturunan. Hal ini tentu membuat ku merasa geram. Sebelum aku diangkat sebagai putri mahkota, sebelumnya aku sudah mendapatkan pemeriksaa dari dokter istana terutama bagian rahim ku. Saat itu dokter yang memeriksa ku mengatakan bahwa kandungan ku baik-baik saja. Tidak ada yang bermasalah, aku pasti bisa hamil.
Tapi sekarang berita itu menyebar ke seluruh wilayah ibukota, membuat istana gembar. Belum lagi selesai masalah rumor tidak sedap ini, raja muda pulang dari perjalanan tugasnya membawa seorang wanita yang aku kenal, dan kini bisa ku lihat perut wanita itu begitu besar.
__ADS_1
" Mulai hari ini, kalian semua disini harus melayani Lady Circe dengan baik. Karena saat ini dia tengah mengandung keturunan ku, yang mana ratu tidak akan pernah bisa berikan. Jadi kalian harus mendengarkan perintahku ini, barang siapa saja yang berani membuat mood Lady Circe buruk, maka aku pastikan aku sendiri yang akan menghukum kalian.. Aturan ini juga berlaku untuk anda, Yang mulia Ratu..."
Degh....
Lamunan ku seketika buyar saat Bhuralea dengan suara cemprengnya masuk ke dalam menghampiri ku untuk mengantarkan makan siang ku. Tentu saja aku akan tetap memakannya, bagaimana pun juga hidup di tempat yang dingin, kita memang harus makan untuk tetap menjaga kehangatan tubuh.
" terima kasih Bhuralea... Kau juga pergilah makan.. Aku akan makan sendiri, tidak perlu kau layani.." ujar ku .
"Kalau begitu aku permisi dulu ya nona..." aku mengangguk.
Sesuap nasi mulai aku masukan dalam mulutku, karena di tempat ini padi menjadi bahan pokok utama sebagai makanan. Jadi aku yang biasanya hanya makan sayuran, jadi belajar makan nasi. Itupun semua karena Briareth yang mengajarkan ku.
Sambil makan, aku kembali melanjutkan acara melamun ku. Tapi kali ini bukan tentang raja muda , Saturn yang merupakan suami ku. Melainkan tentang jendral besar perang dari selatan, Lord Draken. Kenapa aku memikirkannya? Karena dia adalah pria yang membuat ku tetap berdiri tegap ketika rumor tentang aku yang mandul memenuhi seluruh ibukota di kehidupan ku yang dulu.
" Ada kau tiba-tiba muncul?" tanya ku pada pengawal pribadi ku yang ' dia ' peruntukan bagi ku.
" Saya mengantarkan pesan dari tuan untuk anda, yang mulia.." jawabnya sambil memajukan sedikit tubuhnya dan membungkuk sembilan puluh derajat kemudian berbisik di teling ku.
__ADS_1
" Beliau mengatakan agar anda tidak perlu khawatir dengan rumor itu,. Tuan sendiri yang akan turun tangan menghapuskan rumor itu.Dan selalu jaga kesehatan anda.."
Setelah mengatakan hal itu, pengawal ku itu tiba-tiba menghilang. Aku masih termenung ketika sekarang aku hanya sendiri berada di dalam kamar pribadi ku. Aku kembali memikirkannya, ' dia ' adalah seorang pria yang dengan tulus membantu ku bahkan ketika dia tahu cintanya tidak berbalas dan aku bahkan menjadi luka yang amat menyakitkan dalam hidupnya. Tapi ' dia ' sama sekali tidak pernah pergi dari sisi ku, dan selalu menjadi orang terdepan membantu ku, bahkan saat suami ku sendiri mulai membuang ku.