
Beberapa hari sudah berlalu sejak mimpi alaglosa tentang kejadian di masa lalu, dengan versi dan sudut pandang yang berbeda. Ada di dalam hatinya yang penasaran dengan apa yang terjadi saat itu, tapi disini tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya. Hanya dirinya yang memiliki jiwa yang berpindah dari waktu dan dimensi lain. Lalu kepada siapa dia harus bertanya apa yang terjadi setelah dia kehilangan nyawanya saat itu.
Selama beberapa hari ini, mulai ada yang berbeda terjadi di kastil Sir Draken. Tanpa diduga-duga, Tyrian jatuh sakit setelah kepulangannya dari lereng gunung berapi untuk mengecek kondisi dan keadaan di sana. Sakit Tyrian ini sangat aneh, karena ketika tabib memeriksanya, tidak ada hal yang aneh pada tubuhnya. Tapi Tyrian terus merasa kelelahan dan jantungnya terasa diremas-remas.
Sudah tiga hari Tyrian sakit dan sudah lebih dari lima tabib dan dokter yang dipanggil untuk memeriksa sakit yang diderita oleh Tyrian. Dari kelima dokter dan tabib yang memeriksanya, semua memiliki diagnosis yang sama. Tidak ada penyakit dalam yang diderita oleh Tyrian, semuanya baik-baik saja. Sakitnya kali ini mungkin karena dia berubah menjadi naga dalam waktu yang cukup lama setelah melepas segel kekuatannya.
Benarkah semua pendapat kelima dokter dan tabib itu. Karena sebenarnya Tyrian saat ini merasakan di dalam dirinya, seperti dia akan kehilangan jati dirinya. Tyrian takut, jika dia pergi meninggalkan sang istri padahal untuk bisa bersama dengan Alaglosa, dia rela menjadi orang yang paling dibenci oleh orang-orang di Amanecer.
" Kita berjemur dulu ya.. Apa kau merasa ada yang tidak nyaman? " Tanya Alaglosa ketika memapah tubuh suaminya untuk berjemur matahari pagi yang menyehatkan.
" Tidak ada.. Hanya rasanya lemah sekali.. Aku heran kenapa diri ku bisa begini padahal sebelumnya tidak pernah.. " Ucap Tyrian.
Alaglosa bisa melihat ada beberapa perubahan di fisik Tyrian setelah sakit selama tiga hari. Ya, sangat aneh karena baru sakit tiga hari tapi badan Tyrian seperti menanggung beban untuk waktu yang sangat lama. Tubuhnya sekarang terlihat cukup kurus dengan wajah yang berubah menjadi tirus. Warna kulitnya juga berubah menjadi tidak segar seperti biasanya. Dan yang paling aneh, kulit Tyrian berubah menjadi keriput seperti kulit orang tua.
__ADS_1
" Aku dengar, sinar matahari pagi sangat baik untuk tulang. Jadi kau harus sering-sering berjemur di pagi hari agar tulang-tulang mu tidak kaku.. " Ucap Alaglosa. Saat mengucapkan hal ini, dalam batinnya Alaglosa sangat takut jika nantinya ketakutan dirinya tentang kondisi Tyrian terjadi. Alaglosa memiliki ketakutan jika nantinya Tyrian akan berakhir lumpuh.
" Hm.. Temani aku ya, setiap berjemur.. " Pinta Tyrian. Wajahnya terlihat lesu dan matanya sayu. Bagaimana bisa tabib dan dokter itu mengatakan tidak ada yang salah dengan Tyrian padanya dilihat dengan mata telanjang saja, Tyrian sudah jelas sakit.
" Tentu.. Setiap hari kita akan berjemur.. " Alaglosa duduk di samping kursi baring Tyrian. Menatap suaminya dengan tatapan tidak terbaca.
Air mata Alaglosa tiba-tiba saja jatuh ketika didalam pikirannya dia memikirkan tentang hal yang bisa saja terjadi dengan suaminya. Alaglosa ketakutan jika pada akhirnya Tyrian akan pergi meninggalkan dirinya karena sakit yang dia derita saat ini. Alaglosa sungguh takut, sangat takut jika pada akhirnya dia berada di pihak yang menyaksikan orang yang dia cintai meregang nyawa.
Kaisar dan Zeco juga sama takutnya dengan Alaglosa jika sampai sesuatu yang buruk terjadi pada Tyrian. Kedua orang ini sibuk mempelajari semua buku yang ada di perpustakaan, siapa tahu ada yang bisa menjelaskan tentang apa yang Tyrian alami saat ini. Namun tiga hari berada di perpustakaan, sama sekali belum juga menemukan sebuah petunjuk tentang apa yang dialami Tyrian saat ini.
Untuk mengatakan apa yang pernah dia ketahui tentang gejala yang diperlihatkan penyakit yang kini Tyrian alami, dia takut karena dia sendiri mereka tidak melakukan apapun seperti yang dikatakan dalam buku tentang kemungkinan-kemungkinan dirinya menyalahi sesuatu.
" Ossa.. " Panggil Tyrian.
__ADS_1
" Ya.. Kau butuh sesuatu? " Tyrian menggeleng sambil tersenyum. Sungguh dirinya tidak sanggup melihat mata yang begitu indah milik sang istri menjadi sedih karenanya.
" Tidak.. Tapi aku mohon jangan menangis ya.. Tidak akan ada yang berubah meski air matanya sampai memenuhi ember sekalipun.. Aku yakin apa yang terjadi pada ku adalah karma yang harus aku tempuh.. "
Deg..
Mata Alaglosa membola ketika ucapan Tyrian ini mengingatnya pada sesuatu yang bisa saja menjadi kemungkinan semua ini terjadi. Apakah benar adanya ketakutan nya selama ini kini telah terjadi. Tapi kenapa bisa secepat ini semuanya terjadi, bukankah masih ada beberapa tahun lagi..
" Tyrian.. Jangan-jangan.. " Alaglosa tidak bisa melanjutkan ucapannya.
" Aku pernah membaca dalam sebuah buku ketika aku berada di Kerajaan Amanecer. Seseorang yang telah dengan sadar mengubah karma dan takdir seseorang, maka dirinya akan mendapatkan apa yang disebut dengan hukum alam.. Pertanyaan ku, apa kau tahu apa yang telah aku lakukan? " Tanya Tyrian.
Lidah Alaglosa rasanya kelu, dirinya tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya. Lebih tepatnya Alaglosa tidak percaya dengan apa yang mungkin saja bisa terjadi. Dari semua orang, jelas dirinya yang paham betul apa yang terjadi. Jadi bisa kah ini dikatakan sebagai kesalahannya. Atau kesalahan dari Saturn dan juga Circe yang saat itu menempatkan Alaglosa dalam situasi dan kondisi yang pada akhirnya membuat Tyrian berkorban.
__ADS_1
" Bisa kau katakan kepada ku, karma dan takdir mana yang berubah karena diri ku? Apa yang dimaksud dengan diri mu yang merupakan jiwa yang bukan berasal dari dunia ini? " Tyrian kembali bertanya.
Alaglosa sungguh tak mampu mengatakan apapun apalagi menjawab dan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya pada suaminya. Di tengah tangisnya, Alaglosa hanya bisa berulang kali mengatakan maaf, maaf dan maaf, atas apa yang dialami oleh pria yang telah menjadi pemilik dari hatinya ini.