
Di pusat ibukota, tepatnya di tengah kota Eldrogo, monster mulai mendekati titik yang menjadi batas yang sudah diberikan tanda oleh Alaglosa untuk memindahkan semua monster yang sudah masuk ke dalam area yang sudah ditandai. Memindahkan banyaknya monster dalam sekali proses, bukanlah perkara mudah. Alaglosa, harus menyediakan manna yang sangat besar untuk memindahkan monster itu. Beruntung, ada Tyrian yang mannanya selalu berlimpah dan tidak pernah habis.
Sebel berubah dalam wujud naga, Tyrian sudah lebih dulu mentransfer manna miliknya pada sang istri. Dia pun juga dalam situasi siaga saat ini jika nantinya Alaglosa akan kembali membutuhkan manna darinya. Dalam situasi ini, kemampuan dari Alaglosa sangat dibutuhkan untuk mempersingkat waktu. Jadi, sebisa mungkin, semua orang disini memberikan dukungan untuk Alaglosa.
" Nyonya.. " Teriak Delroy saat dia sudah memastikan jika monster masuk ke area yang diberi tanda.
BLAM
Satu detik kemudian, monster-monster itu tiba-tiba menghilang begitu saja. Namun, masih ada beberapa monster yang tersisa dan jumlahnya tidaklah sedikit. Masih ada sepertiga dari total monster yang tadi ada di tempat ini. Sekarang, giliran pasukan Khazad dan pasukan Fandim yang membereskan sepertiga monster ini. Sedangkan Tyrian dan juga Alaglosa harus segera berangkat ke tempat yang akan dijadikan tempat untuk menyegel Hydragoneus.
" Khazaad.. Aku serahkan sisanya pada mu.. Setelah selesai, lekas pergi ke danau beku!!" ucap Tyrian sebelum mengajak sang istri pergi dri tempat mereka berada saat ini.
" Baik, yang mulia." Khazad menunduk memberi hormat.
********
GGRROOOOWWW
GGRRRRROOOOOWWWWW
Tyrian mendarat tak jauh dari tempat Hydragoneus mendarat di tanah. Codnille yang tahu maksud Tyrian, lekas membawa Alaglosa yang ada di punggung Tyrian dan membawanya ke tempat dimana Zeco berada. Di sinilah tempat Alaglosa harus berada karena sepertinya Stigma akan segera selesai.
Begitu sang istri sudah tidak lagi berada di atas punggungnya, Tyrian lekas melesat terbang ke arah sang ayah berada. Merea harus mengusahakan agar Hydragoneus tidak lagi bisa bergerak dan dengan begitu penyegelan akan bisa dilaksanakan. Tentunya Hydragoneus harus berada di atas stigma yang sudah dibuat oleh Zeco.
__ADS_1
" Ayah... Kita buat monster sialan itu membeku terlebih dahulu!!" ujar Tyrian.
" Panggil Codnille!!" titah kaisar sebelum akhirnya kembali melesat ke arah monster naga itu.
Monster naga yang baru saja menghantam tanah, sudah terlihat mulia menegakan tubuhnya yang besar itu. Sayapnya yang menjadi batu juga sudah kembali seperti semula. Ternyata memnag harus disegel untuk bisa mengalahkan monster naga yang menyebalkan ini.
GGGGRRRROOOOWWW
SYUUUTT
BLASH
BLASH
BOOM
BRUGH.....
Tiba-tiba saja kaisar terpental sampai menghantam pinggiran hutan beku, oleh sesuatu yang tidak jelas apa yang menghantamnya.
Saturn yang memang ada disekitar kaisar tadi, sangat terkejut karena hampir saja dirinya tertabrak tubuh kaisar yang masih berwujud naga itu andai saja dia terlambat menghindar.
" Apa paman tidak apa?" Saturn menghampiri kaisar yang kini sudah kembali menjadi manusia.
__ADS_1
" Hm... Sialan... apa yang tadi menghantam ku.. Rasanya sakit sekali dan wujud ku langsung berubah menjadi manusia.." keluh kaisar yang sama sekali tidak ditanggapi oleh Saturn karena fokusnya teralihkan dengan sesuatu yang ada di depan sana.
" Saturn... Kau dengar aku?" kaisar bertanya.. Kemudian merasa janggal dengan tingkah keponakannya itu, kaisar pun mengikuti arah pandang Saturn dan mulutnya langsung menganga ketika melihat hal yang telah menarik perhatian keponakannya sejak tadi.
" Kita harus ke tempat danau beku sekarang juga..!!" teriak kaisar memecahkan keterkejutan dari Saturn.
Tepat di langit yang ada di atas danau eku. Tubuh Tyrian dan Codnille membeku melihat ke arah langit yang berada di dekat kaisar dan Saturn tadi. Di langit itu, terlihat seorang perempuan yang mereka semua tahu betul siapa perempuan itu. Tidak menyangka jika mereka semua kalah cepat dengan perempuan yang diketahui sebagai penguasa wilayah barat. Wilayah yang dipenuhi dengan kegelapan dan disebut sebagai asal kegelapan berada.
" HALANGI DIA?! " teriakan Tyrian membuat semua orang tersadar dari keterkejutan mereka.
Ya, Tyrian melihat jika ratu wilayah selatan itu mendekat ke arah monster naga berada. Jika sampai penguasa kegelapan itu memberikan kekuatannya pada monster naga yang memang menyerap energi kegelapan itu, sudah bisa dipastikan bahwa Tyrian dan semua orang akan kewalahan menghadapi monster itu.
Sedetik kemudian, mata Tyrian melotot tajam saat melihat tubuh dari istrinya sudah berada tepat di depan ratu kegelapan itu. Alaglosa, menggunakan kemampuan berpindah tempatnya untuk menghadang ratu kegelapan mendekat ke tubuh monster naga yang sekarang tengah mengembalikan kekuatannya.
" MINGGIR.. " teriak Barmetolia Dandelion, ratu kegelapan.
" Tidak selama aku masih hidup.. " Kekeh Alaglosa terlihat sangat berlari. Meski dia memperlihatkan keberaniannya di sini, sebenarnya jauh dilubuk hatinya, Alaglosa ketakutan. Wanita yang ada di depannya ini adalah dalang dimana pada akhirnya Alaglosa mati di kehidupannya yang sebelumnya.
" Aku tidak menyangka, jika di kehidupan ini kau menjadi batu sandungan untuk ku.. Padahal.. Di kehidupan yang sebelumnya, kau mati karena diri ku.. Hahahahahahaha.. Sekarang kau ingin menghadapi ku? Ingin menyerahkan nyawa mu untuk kedua kalinya pada ku! " Bartomelia terlihat begitu mengejek Alaglosa.
" Aku sudah mengubah takdir ku hingga detik ini.. Maka aku pasti bisa membalik keadaan.. Aku berani yakin akan hal itu.. " Alaglosa menguatkan dirinya sendiri.
" Heh.. Bukan kau yang mengubah takdir mu.. Tapi pria yang sekarang menjadi suami mu itu.. Tanpa dirinya, kau tidak akan bisa mengulang waktu mu.. Tapi.. Apa kau tahu, jika akan ada konsekuensi dari mereka yang melanggar hukum alam? Suami mu tak akan bisa lolos dari hukuman dewa.. Hahahahaahahah.. " Tubuh Alaglosa membeku. Dan hal ini dimanfaatkan ratu kegelapan untuk mendekat ke arah monster naga.
__ADS_1
Telinga Alaglosa mendengung, dia tidak lagi bisa mendengar apa yang terjadi di sekitarnya. Ucapan dari ratu kegelapan berhasil mengusik keyakinan dirinya. Hukum alam tidak akan melepaskan siapa yang melanggarnya karena alamlah yang akan memberikan hukuman. Lalu, bagaimana dengan suaminya?
Alaglosa menatap wajah Tyrian di depannya saat ini dengan mimik wajah yang tidak terbaca. Ketakutan, kegelisahan memenuhi relung hatinya. Alaglosa takut, jika pada akhirnya nanti, dirinya akan kehilangan suaminya.