Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Tiga gadis dayang


__ADS_3

Pagi ini semua orang yang bekerja di kastil kerajaan wilayah selatan, tengah disibukan dengan adanya acara yang dalam beberapa hari akan dilangsungkan di tempat ini. Setiap akan memasuki musim semi, akan ada pesta perayaan sebagai wujud syukur karena telah melalui dua musim sulit pangan dengan baik dan juga sebagai bentuk doa agar dua musim berikutnya akan banyak hasil pangan yang bisa dipanen. Pesta ini disebut pesta syukur petani.


Pesta ini akan dilaksanakan di semua wilayah selatan dibawah kuasa kastil Draken. Tidak hanya para petani dan rakyat biasa yang merayakan perayaan ini, tapi semua lapisan masyarakat termasuk pada kesatria dan juga bangsawan. Kaisar dan putranya juga selalu menjadi salah satu tamu undangan yang hadir untuk meramaikan pesta syukur petani ini.


" Kenapa tiba-tiba ramai begini? " gumam Alaglosa yang belum tahu perihal pesta syukur petani ini.


" Saya juga tidak tahu nyonya.. " ujar Bhuralea.


" Selamat pagi nyonya.. " sapa Roden yang merupakan kepala pelayan di kastil Draken ini.


" Selamat pagi.. Ini kenapa terlihat ramai dan sibuk sekali? Apa ada acara nanti? " tanya Alaglosa.


" Tidak nyonya.. Kami hanya tengah sibuk dengan perayaan pesta syukur petani yang akan diadakan tiga hari lagi.. Kami mencicip untuk persiapannya karena pesta ini termasuk pesta besar dimana semua akan diundang, tidak hanya bangsawan saja, tapi juga rakyat di ibukota.. " terang Roden menjelaskan.


" Ada pesta seperti itu ya rupanya.. Apa ada yang bisa kami bantu? " Alaglosa menawarkan bantuan.


" Tidak perlu nyonya.. Anda hanya tinggal menikmati saja pesta nya nanti.. Kami sudah terbiasa melakukan ini semua. " Alaglosa pun mengangguk.


Alaglosa memilih untuk pergi ke ruang makan karena ini sudah mendekati jam sarapan. Biasanya jika pagi begini, Kaisar dan Tyrian akan ada di meja makan menunggu jam sarapan tiba sambil berbincang beberapa hal yang memang biasa mereka bahas. Sesuai dugaan Alaglosa, kedua pria itu memang tengah mengobrol seru di ruang makan.


" Selamat pagi.. " sapa Alaglosa. Tyrian langsung bangkit berdiri dan menggeser kursi untuk Alaglosa.

__ADS_1


" Terima kasih... Sedang berbincang mengenai apa? " tanya Alaglosa mencoba mencari tahu yang tengah kedua pria ini bicarakan.


" Pesta syukur petani.. Kami sedang membicarakan itu karena waktu perayaannya sudah dekat.. Kau akan senang ketika pesta nanti, karena dipesta ini tidak akan memandang status seseorang.. " terang Tyrian terlihat antusias menjelaskan.


" Benarkah? Aku sungguh penasaran dengan hal itu.. Aku akan menantikannya.. " ujar Alaglosa menanggapi ucapan Tyrian.


" Ossa.. Hari ini tolong sisihkan waktu untuk melihat calon dayang yang akan mendampingi mu dan membantu setiap pekerjaan mu.. Akan ada juga asisten untuk mu nanti.. Kau bisa tentukan sendiri siapa asisten dan siapa dayang mu nanti.. " ucap Kaisar.


" Apakah harus? Aku nyaman mengerjakan semuanya sendiri.. "


" Harus.. Karena pekerjaan mu tidak sesederhana kegiatan mu selama ini.. Kau sebagai satu-satunya kandidat yang akan menggantikan tugas permaisuri, jadi pasti banyak hal yang akan kau urus. Tugas mereka membantu mu mengerjakan itu semua.. " Alaglosa akhirnya mengangguk, bersikeras menolah pun pada akhirnya juga tetap dipaksa oleh ayah mertua dan suaminya. Jadi dia pun pasrah menerima pengaturan ini.


Terdapat beberapa perbedaan antara peraturan di wilayah timur dan selatan. Pada masa Alaglosa menjadi ratu di Amanecer, dia tidak memiliki dayang tapi dia dibantu oleh para menteri yang berada dibawah kuasanya. Dia memiliki dua orang asisten yang mengurus urusan pribadi dan pekerjaan secara terpisah. Dan beberapa pelayanan setia yang membantunya mengurus semua kebutuhannya.


Lihat saja perbedaan yang sangat nyata, suaminya di kehidupan yang lalu dan sekarang saja sudah berbeda. Jelas semua pengaturan pun akan berbeda. Karena semua ini adalah pilihannya, maka bagaimana konsekuensi yang harus dia tanggung akan dia Terima dengan ikhlas.


" Baik.. Tapi apakah My lord bisa membantu untuk memilih? " Alaglosa menatap penuh harap suaminya.


" Tentu... Dan sebenarnya tidak harus hari ini kau menentukan tugas mereka. Kau bisa mengawasi terlebih dahulu baru setelahnya memutuskan.. " Alaglosa mengangguk.


Siang harinya sudah mengharap di hadapan Alaglosa, tiga gadis yang memiliki paras yang cantik dengan mengenakan pakaian bangsawan. Alaglosa yakin mereka semua adalah orang-orang terpilih dari sekian banyaknya anak bangsawan di wilayah selatan ini. Untuk masalah kemampuan juga tidak bisa diragukan karena jelas mereka pastinya mendapatkan pendidikan terbaik dari keluarga mereka. Lalu bagaimana nantinya Alaglosa akan menentukan siapa-siapa yang menjadi asisten dan dayangnya.

__ADS_1


" Selamat siang My Lady... " sapa ketiga gadis itu serempak. Mungkin mereka seusia Alaglosa atau mungkin lebih tua beberapa tahun tapi Alaglosa tidak tahu.


" Selamat siang... Terima kasih sudah hadir di tempat ini pada siang hari ini.. Sebelumnya bisa aku minta kalian memperkenalkan diri kalian? " ujar Alaglosa yang langsung ditindakan oleh ketiga gadis itu.


" Saya Kavana Pacey, My Lady... Saya putri dari viscount Pacey yang menjadi pemimpin di wilayah Cendrag. Semoga My Lady berkenan menerima saya sebagai salah satu kandidat dayang ataupun asisten anda.. " ucap Kavana terdengar lemah lembut dan sangat sopan.


" Saya Fuchsia, My Lady.. Saya berasal dari Basilik.. " ucap gadis dengan pakaian berwarna coklat muda itu. Terlihat cantik dengan rambutnya yang bergelombang tergerai indah, mata berwarna coklat gelap sangat cocok dengan warna rambut dan pakaiannya.


" Saya Siroselle Moin, My Lady.. Saya putri dari viscount Moin yang merupakan ketua dari Sarikat petani dia seluruh wilayah selatan ini.. Anda bisa memanggil saya Elle.. " Alaglosa mengangguk.


" Terima kasih sudah memperkenalkan diri kalian semua.. Untuk ke depannya aku ingin melihat terlebih dahulu bagaimana keseharian kalian sebelum aku menentukan posisi kalian di samping ku... Dan... "


Krieeetttt....


Ucapan Alaglosa terpotong saat Tyrian membuka pintu dan masuk begitu saja tanpa permisi. Dia pemilik tempat ini dan kedudukannya juga tinggi, bukan masalah jika Tyrian berlaku seperti itu, tapi jika yang lain yang melakukannya mereka pasti akan kena hukum karena tidak sopan.


" Selamat datang My Lord... " sapa semua orang di sana.. Hanya Alaglosa yang diam dan hanya tersenyum menatap kedatangan suaminya.


" Maafkan aku terlambat,, apa sudah selesai? " tanya Tyrian menghampiri Alaglosa.


" Mereka sudah memperkenalkan diri.. Dan seusai arahan Anda, saya akan melihat kinerja mereka selama beberapa hari sebelum saya memutuskan posisi mereka di samping saya.. Begitulah.. " jawab Alaglosa tersenyum.

__ADS_1


" Lakukan apapun yang membuat mu senang.. Kau boleh menentukan sesuai dengan sudut pandang mu pada mereka.. Aku mendukung mu... " Tyrian membelai rambut Alaglosa yang tergerai indah.


Keromantisan pasangan ini membuat para gadis di dalam ruangan itu tersipu malu sendiri. Tidak menyangka Pangeran dari wilayah selatan yang terkenal tidak banyak bicara dan paling sulit berinteraksi dengan perempuan, bisa bersikap lembut dan penuh perhatian pada sangat istri. Terlihat sangat indah dimata siapa saja yang memandang keromantisan mereka berdua.


__ADS_2