
Hutan Blagden adalah sebuah hutan yang menjadi perbatasan antara wilayah selatan dan timur. Hutan ini dulunya ditinggali oleh mahkluk yang bertemankan kegelapan karena memang hutan ini sangat gelap kala malak tiba. Saat matahari menyinari pun, tempat ini masih juga gelap karena hanya sedikit sinar yang bisa masuk ke dalam celah ke bagian terdalam hutan ini.
Tyrian sebenarnya cukup bingung kenapa sampai rombongan para sepupunya itu melewati hutan ini. Padahal dengan lorong waktu, mereka bisa menembus hutan ini tanpa melewatinya. Lalu, apa yang membuat mereka berada di hutan ini hingga diserang oleh monster. Lorong waktu, bukan hal yang mudah untuk dikacaukan kecuali orang itu adalah penyihir dengan kelas tinggi.
Ketika sampai di tempat dimana para rombongan Amanecer berada, sekeliling terlihat berantakan. Sisa-sisa pertempuran terlihat dengan jelas masih membekas di sana. Tyrian meminta pasukannya untuk menyebar dan mencari keberadaan dari rombongan dari Amanecer ini, hidup atau mati. Bila mati, mereka akan memakamkannya dengan layak karena jika dibiarkan mereka tidak akan bisa bereinkarnasi.
Hutan Blagden akan membelenggu jiwa yang mati di dalam hutan ini. Kemudian jiwa itu akan menyatu dengan penghuni hutan ini, dan selamanya tidak akan bisa bereinkarnasi. Karena itu, Tyrian meminta pasukannya untuk mencari yang hidup dan yang mati agar tidak membuat penghuni hutan ini semakin kuat karena adanya belenggu jiwa di dalam hutan ini.
" Radius satu kilometer, kalian berpencar dan cari mereka yang hidup dan yang mati.. Jika dari jarak seperti itu kalian tidak kunjung menemukan mereka, kembali kemari dan kita akan membuat rencana baru. " ujar Tyrian memberi perintah pada pasukannya.
" Baik tuan.. " sahut pasukan Tyrian serempak.
" Kita bagi menjadi lima tim.. Empat tim menyebar ke seluruh penjuru, satu tim tinggal disini!! " Barfort memberikan petunjuk pada anggota pasukan lainnya.
" Siapa yang tinggal disini? " tanya Fandim.
" Kau tinggal disini jaga yang mulia.. Yang lainnya ikut ketua masing-masing dan lekas berpencar. " Barfort kembali menginstruksikan.
" Baik... " seluruh pasukan serempak mulai melangkah ke empat penjuru arah mata angin. Semoga saja tidak terlalu jauh, dan mereka bisa segera menemukan rombongan yang jumlahnya hanya sekitar dua puluh orang itu.
__ADS_1
Tyrian melihat ke sekeliling, rasanya ada yang dirasa aneh disini, tapi dia belum bisa menyimpulkan apa yang aneh itu. Ada seperti bau sihir di sini, tapi tidak terlalu tercium. Sepertinya penyihir ini sangat hebat karena bisa menghapus jejak sihirnya. Sayangnya Tyrian memiliki penciuman yang sangat tajam, sehingga meski sudah dihapus pun Tyrian masih bisa mencium adanya bau sihir di tempat ini.
" Fandim.. " Tyrian memanggil ketua tim 1 pasukannya.
" Yang mulia.. " Fandom berlutut menantikan perintah dari tuannya.
" Kau bisa melacak nya? Bau sihir ini.. " tanya Tyrian dengan pandangan mata yang menelisik setiap sudut hutan ini.
" Tolong beri saya waktu tuan.. " Tyrian mengangguk.
Fandim memiliki darah penyihir di dalam tubuhnya. Dia adalah penyihir dengan tipe sorcerer, dimana tidak hanya mempelajari satu elemen saja, tapi cenderung mempelajari elemen lainnya. Fandim bisa menguasai beberapa elemen salah satunya adalah api dan petir. Kemampuan lainnya dari Fandim adalah melacak adanya mark sihir yang tertinggal untuk mencari penyihir yang tengah dicari.
Fandim memilih tempat untuk duduk yang nyaman di antara akar pohon yang sangat besar. Pohon di tempat ini berumur ribuan tahun, jadi wajar jika sangat besar akarnya, karena batangnya pun jauh lebih besar lagi. Untuk dibuat rumah pohon pun, cukup untuk beberapa keluarga sakit besarnya pohon ini.
Hingga tiba di jarak satu kilometer dari tempat awal tadi, masih belum juga ada yang terlihat di sana. Sesuai instruksi Tyrian, merekapun kembali lagi ke tempat asal, tapi melalui jalur yang berbeda. Mungkin saja ada petunjuk di jalur yang lain.
" Sepertinya mereka tidak menemukan apapun.. " ucap Tyrian. Dia memiliki mata yang bisa melihat dengan jelas bahkan dengan jarak ratusan kilometer dari posisinya. Jadi saat ini yang jelas semuanya hanya bisa bergantung pada Fandim.
" Yang mulia... Arah timur tepat pada jam dua dari posisi anda.. Pintu masuk menuju ke tempat yang bisa saya pastikan adalah tempat dimana rombongan dari pangeran Codnille berada.. " lapor Fandim.
__ADS_1
" Panggil pasukan yang lain untuk segera datang kemari.. Lalu siapa sebenarnya mereka itu? " tanya Tyrian.
" Sepertinya mereka adalah penyihir buangan dari wilayah barat, yang mulia.. " ujar Fandim yang sudah berdiri dari posisinya tadi, Fandim siap memanggil teman-temannya.
" Yang mulia... Harus saja katakan jika Gene warrior ada di belakang kita.. " bisik Fandim.
" Aku tahu.. Sekarang kau kumpulkan semuanya dan aku akan berbicara pada mereka. " Tyrian tiba-tiba saja menghilang sedetik berikutnya.
***************
Di kastil Eldrogo, Alaglosa dan Kaisar Proston nampak terkejut karena saat enak-enaknya mereka tidur, tiba-tiba saja ada gempa yang sangat kuat mengundang Eldrogo dan kota-kota lain di wilayah selatan. Jujur saja, di musim semi seperti ini memang sangat aneh jika terjadi gempa secara mendadak. Tapi kemudian Kaisar mendapat laporan bahwa gunung berapi di bagian paling selatan saat ini tiba-tiba saja menjadi aktif.
" Yang mulia, Aag Volcan tiba-tiba saja dalam status aktif.. " Apus melapor setelah memastikan dengan benar pada bagian pengawasan gunung berapi ini.
" Apa kau bilang? Bukankah tempat itu sudah tidak lagi aktif selama seratus tahun lebih.. Lalu kenapa tiba-tiba saja menjadi berstatus aktif saat ini? " Kaisar terkejut sekali.
" Menurut apa yang dilaporkan oleh para penyihir pendeteksi, sesuatu yang sangat kuat sedang mendekat ke bagian terdalam gunung api sehingga mengakibatkan gunung ini kembali aktif.. "
" Sesuatu yang sangat kuat mendekat? Maksudnya apa? " Kaisar semakin tidak mengerti.
__ADS_1
Alpus terdiam tidak bisa menjawab karena para pendeteksi aktifitas gunung berapi itu saja tidak tahu apa yang dimaksud dengan ' sesuatu ' itu. Menurut mereka, sesuatu ini memiliki kekuatan yang sangat besar. Tapi entah kenapa tidak berwujud sama sekali. Hanya satu yang bisa mereka simpulkan, tapi mereka juga tidak tahu pasti benarkah kesimpulan yang mereka ambil atau tidak.
Para pendeteksi gunung ini tidak berani berucap sesuatu yang belum bisa mereka pastikan karena resikonya akan sangat besar. Yang bisa mereka katakan saat ini hanyalah, bencana besar akan segera terjadi di Anchestral Land. Karena letusan Aag Volcan ini, bisa membuat setengah wilayah Anchestral Land akan hancur.