
Rombongan dari penguasa wilayah selatan tiba-tiba diminta berhenti oleh pemimpin perjalanan kali ini, Lord Tyrian. Entah apa yang terjadi tapi sekarang ini bisa semuanya lihat, Lord Tyrian menjalankan kudanya ke belakang rombongan menuju ke kereta kuda yang ditumpangi oleh Alaglosa. Perasaan Lord Tyrian tidak tenang, dan itu mengarah pada sang istri.
KRAAKK
Pintu terbuka dan di dalam sana dapat Lord Tyrian lihat bahwa istrinya tidak ada di sana. Hanya butuh sebentar saja langsung membuat Lord Tyrian memancarkan aura penuh dengan kemarahan. Matanya menjadi nya ungu menyala terang, siap membakar habis siapapun yang menghalanginya. Firasat nya tidak enak, ternyata itu karena istrinya diincar oleh makhluk sialan penghuni Basilik.
" Barfort.. Bawa pasukan mu dan ikuti aku!! " titah Lord Tyrian.
" Baik My Lord.. " tanpa banyak bertanya Barfort yang merupakan wakil Lord Tyrian langsung membawa pasukannya mengikuti kemana tuan mereka pergi.
" Kalian berdua.. Aku harap kalian bisa memikirkan alasan yang tepat untuk memperingan hukuman kalian.. " Lord Tyrian menunjuk Daylor dan Kairo yang merupakan pengawal pribadi Alaglosa.
" Maafkan kami yang mulia.. Tapi kami sungguh tidak melihat Lady Alaglosa keluar dari kereta kuda. Bahkan kami tidak menghentikan kereta ini sebelum anda yang menghentikan nya.. " Kairo melaporkan apa yang memang terjadi.
" Apa kau bodoh??? Kau lupa kita dimana??? " Lord Tyrian sudah mengamuk hingga suaranya meninggi dan menggema di tempat mereka saat ini.
" Simpan semua alasan mu, kita bicarakan setalah aku selesai mengurus makhluk menjijikan itu.. " Lord Tyrian pun pergi meninggalkan pasukannya menuju ke tempat dimana sangat istri berada.
Kaisar Proston dari kereta kudanya melihat putranya membawa pasukan menuju ke arah dimana tinggal monster besar yang selama ini menjadi penghuni Basilik. Kaisar Proston tahu bahwa Alaglosa telah diculik oleh monster itu, tapi apa alasannya, itu masih menjadi tanda tanya besar baginya.
" Kita lanjutkan saja perjalanan.. Besok pagi kita sudah tiba di Eldrogo, biarkan putra ku menyelesaikan urusannya sendiri.. " titah Kaisar Proston yang dia sampaikan pada Alpus.
" Bagaimana jika yang mulai Lord hilang kendali dan membunuh monster itu? " tanya Alpus sedikit takut.
" Monster itu tidak akan mati karena kutukan yang dia bawa. Sampai kapan pun dia akan hidup dan menjadi buah keluarga Sir Draken. Jadi jangan khawatir, dan perintahkan semuanya untuk berangkat sekarang..!! " titah Kaisar.
__ADS_1
Alpus menyampaikan titah Kaisar pada semua rombongan, alhasil semuanya kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Eldrogo. Tidak jauh lagi, mereka semua akan tiba di ibukota negeri selatan, Eldrogo. Tempat yang dipercaya dulunya adalah tempat tinggal makhluk naga.
********
Di depan Tyrian sekarang ini ada sebuah gua yang diketahui mengarah ke bawah tanah kota Basilik. Tyrian sudah bersama dengan Baron Dassilas, orang yang bertanggung jawab di kota ini. Tyrian sudah ingin menghancurkan tempat ini kalau saja Baron Dassilas tidak mencegahnya. Beraninya monster itu menculik istrinya di depan hidungnya sendiri.
" Bawa aku masuk ke dalam sekarang juga!! " titah Tyrian tidak bisa dibantah sama sekali.
" Baik Yang mulia.. Tapi sebelumnya perlu saya sampaikan, tolong jangan jauh-jauh dari saya karena akan sangat bahaya jika anda jauh dari saya.. Di dalam sana banyak ular berbisa, yang mulai.. " ujar Baron Dassilas memperingati.
" Apa kau tidak pernah dengar bahwa kami para keturunan tidak akan pernah bisa cidera karena bisa ular.. Mereka memiliki leluhur yang sama dengan kami, hanya bedanya leluhur mereka adalah monster yang dikutuk.. " ujar Tyrian merendahkan.
" Maafkan saya yang mulia.. Mari saya antar anda bertemu dengannya.. " baron Dassilas pun memimpin jalan masuk ke gua.
Baru setengah jalan masuk ke dalam gua, terdengar suara jeritan yang menggema di dalam gua itu. Tyrian sangat yakin itu adalah suara dari sang istri yang berada di bagian entah dimana yang jelas di dalam gua ini.
" Cepat bawa aku ke tempat istri ku.. Sialan monster jelek itu.. " geram Tyrian yang tidak bisa berbuat apa-apa bahkan ketika mendengar istrinya berteriak ketakutan seperti itu.
" Dia membawa yang mulia Lady ke tempat tinggalnya, kalau begitu kita lewat sini yang mulia.. " Baron Dassilas kembali memimpin jalan ke arah sebelah kanan mereka.
" Cepat.. Atau kalau tidak aku hancurkan gua ini sekarang juga.. " semua orang yang mengikuti Tyrian sampai bergidik ngeri ketika merasakan aura membunuh yang keluar dari tubuh Tyrian. Pemimpin mereka ini benar-benar sedang menahan amarahnya untuk tidak memenggal kepala monster yang berani menculik sang istri.
Dengan dipimpin baron Dassilas, mereka menuju ke tempat dimana yang disebut rumah oleh mereka yang tinggal di tempat ini. Tak jauh dari posisi mereka tadi, terlihat pintu besar tapi tidak diketahui apa yang berada di balik pintu itu. Karena tidak sabar, Tyrian maju dan langsung membuka pintu itu. Tentu saja siapa saja yang melihat tempat itu akan terkejut karena yang ada dibalik pintu itu adalah sebuah rumah tapi sangat besar sekali.
" Kenapa kau mengurung ku disini? Aku bahkan tidak mengenal mu.. Aku adalah istri dari Lord tyrian, jadi jangan macam-macam atau dia akan membunuh mu!!" suara teriakan Alaglosa terdengar dari arah pintu dimana Tyrian berada.
__ADS_1
" Istri keturunan Acfica? Bagaimana bisa? ssshhhh.." terdengar juga suara seorang pria yang juga mendesis seperti ular.
" Rupanya monster ini memang benar sudah bosan hidup..." geram Tyrian langsung melangkah maju mengikuti arah dari suara sang istri.
" Tidak mungkin kau menikah dengan orang yang memiliki soul stone yang sama dengan mu... Bukan sama, tapi adalah sebagian dari soul stone mu.. Penguasa ruang dan waktu, tidak bisa disatukan dalam pernikahan karena kalian memang sudah satu dari dulu layaknya saudara. Kalian adalah keturunan dari anak-anak Acfica ddan......"
BRAKKKK
" HENTIKAN OMONG KOSONG MU MONSTER GILA.. LEPASKAN ISTRI KU !!!!!!!" sentak Tyrian.
" Tidak mungkin dia istri mu.." ucap pria yang disebut monster itu.
SYYUUUTTT
BUGH
BRAKKK...BARAKK..BRAAKKK...
" aaarrrrrggggghhhhh..." Alaglosa memekik kaget ketika tahu-tahu dia melihat pria monster itu terlempar jauh bahkan dinding batu sampai hancur karena bertabrakan dengan badannya. Monster ini memang berwujud manusia, tapi bagian pinggang ke bawah bukan berupa kaki, melainkan tubuh ular yang sangat besar.
" Kenapa aku tidak bisa menjadikannya istri? Kami sudah menyatu, lalu apa yang akan kau lakukan? Kenapa kau menculiknya, ingin berkhianat pada tuan ,mu lagi? Tidak malu kau hidup sebagai seekor ular?" tanya Tyrian sekaligus menghina orang itu.
" Baron Dassilas... Bawa istri ku keluar dari tempat ini !!! Setelah aku mengurus monster ini, aku akan menyusul kalian..." titah Tyrian.
Alaglosa awalnya enggan mengikuti, tapi Baron Dassilas mengatakan bahwa jika situasi seperti ini jangan membantah Lord Tyrian atau dia akan mengamuk dan menghancurkan apa saja yang ada di depannya. Akhirnya Alaglosa pun megikuti baron Dassilas, meninggalkan suaminya yang tengah menata penuh kebencian monster yang telah menculiknya.
__ADS_1