
Hari ini kastil Sir Draken telah mempersiapkan acara dimana segel Tyrian yang selama ini mengekang kemampuannya dalam mengendalikan waktu, akan segera dilepaskan. Sudah ada saintess yang merupakan keturunan saintess terdahulu yang ikut menyegel kemampuan Tyrian. Kini keturunannya justru membantu membuka segel kemampuan Tyrian.
Awalnya saintess ini menolak karena apa yang sudah tersegel, berarti dari awal adalah sesuatu yang memang tidak diinginkan keberadaannya, namun dengan alasan akan adanya monster yang dulu pernah tersegel dengan kemampuan t, akhirnya saintess muda ini pun menyetujui pembukaan segel pada Tyrian.
" Apakah semua sudah disiapkan yang mulai?" tanya saintess bernama Aamon ini.
" Sudah... Altar juga sudah ada dua, dimana yang satu altar untuk Tyrian dan satunya untuk istri ku... Tapi boleh kah aku bertanya sesuatu pada mu?" tanya Kaisar yang memang penasaran dengan sesuatu ini sejak dulu.
" Silahkan yang mulia. Jika memang saya bisa menjawabnya, maka saya akan menjawabnya.. " Aamon tersenyum pada Kaisar Proston.
" Apakah ada kemungkinan dimana ketika jiwa istri ku sudah terbebas dari segel itu, maka jiwa itu akan kembali ke tubuh istri ku dan dia akan kembali seperti sedia kala... Maksud ku apakah istri ku akan hidup kembali?" akhirnya pertanyaan itu terlontar juga.
" Maaf sebelumnya yang mulia, jik saja jawaban saya nanti belum memuaskan anda.. Ada beberapa kejadian serupa seperti dan semuanya belum menunjukan kepastian. Karena masing-masing jiwa itu tidak semuanya selamat dan tidak semuanya mati.. Jelas pasti jiwa itu akan kembali pada tubuh pemilik nya, tapi untuk kembali seperti sedia kala atau tidak, belum pasti.." kaisar sudah menghela nafas karena dia pun sejak awal bertanya sudah bisa menebak jika memang seperti ini nantinya jawaban dari saintess ini.
Saintess adalah orang suci yang mana merupakan pilihan dari dewa itu sendiri. Saintess nantinya akan menjadi pemimpin kuil dewa, dan biasanya saintess ini akan terlahir setiap beberapa tahun sekali karena tidak semua orang bisa mendapatkan berkah dewa sebagai saintess.
__ADS_1
Saintess kali ini berasal dari wilayah selatan sehingga tidak perlu dikhawatirkan jika tentang masalah Tyrian ini akan tersebar. Saintess tidak bisa berbohong dan mereka tidak memihak siapapun karena urusan seorang saintess adalah dengan dewa itu sendiri. Saintess yang melanggar sumpahnya, akan dikutuk dan menanggung semua kutukan itu.
Melepas segel Tyrian pun kini di mulai. Saintess membacakan beberapa mantra dan dia berjalan mengelilingi Tyrian dan permaisuri selama beberapa putaran. Ketika mantra itu berhasil dibaca, langit langsung menjadi gelap dan dari dalam tubuh Tyrian muncul cahaya berwarna putih terang. Cahaya itu adalah jiwa dari permaisuri yang selama ini ada di dalam tubuh Tyrian untuk menjaga segel Tyrian.
Dari tempatnya sekarang berada, Alaglosa menatap ke arah Tyrian tanpa berkedip sedikit pun. Cahaya yang muncul dari tubuh Tyrian sangatlah indah dipandang mata, tanpa diketahui bahwa itu adalah jiwa dari permaisuri wilayah selatan yang selama ini berada di dalam tubuh putranya untuk menyegel kemampuan dari sang putra. Tidak akan ada yang percaya jika siapapun yang berada disini menceritakannya pada orang lain. Tapi karena permaisuri adalah keturunan penyihir putih agung maka dia bisa melakukan ini semuanya dengan mudah.
Cahaya itu kini beralih ke tubuh permaisuri, dan kedua mata Alaglosa mengikuti kemana arah cahaya itu bergerak kemudian menghilang ketika memasuki tubuh permaisuri. Suasana tegang langsung menyelimuti tempat ini. Semuanya ikut penasaran apakan permaisuri akan kembali hidup atau kondisinya akan sama seperti sebelumnya. Dalam hati kecil Alaglosa berdoa, semoga saja permaisuri kembali hidup lagi.
" Nyonya... Kenapa tangan anda begitu dingin?" tanya Kavana yang duduk di samping Alaglosa.
" Aku, tentu saja gugup.. Apakah permaisuri akan kembali sedia kala atau tetap sama seperti sebelumnya.. Rasanya pasti suami ku akan kembali bersedih jika semuanya tidak kembali seperti sedia kala." terang Alaglosa.
" Apa yang Kavana ucapkan itu memang benar nyonya. Permaisuri akan kembali seperti sedia kala karena permaisuri sangatlah kuat.. Segel itu bisa bertahan hingga Lord Tyrian sedewasa ini, berarti kemampuan penyegelnya tidak main-main bukan.." Siroselle menambahkan.
" Yah... Semoga ucapan kalian benar.. Semoga harapan semua orang menjadi kenyataan.." Alaglosa mengamini ucapan para dayangnya ini.
__ADS_1
Tak lama dari masuknya cahaya putih ke dalam tubuh permaisuri, Tyrian bangkit kemudian berdiri di samping saintess. Tyrian merasakan ada sesuatu yang membakar jiwanya, dan dia tahu ini adalah efek dari terlepasnya segel kemampuan terhebatnya. Dikatakan hebat, karena seorang pengendali bisa memanipulasi waktu, tidak hanya untuk dirinya tapi juga bisa untuk orang lain.
Misalkan saja mengulang hidup dari seseorang yang sudah meninggal dunia, pengendali waktu bisa melakukan hal itu. Beruntung kemampuan ini berada di tangan Tyrian, andai saja yang memiliki kemampuan ini adalah orang yang serakah, sudah pasti semua yang ada di Anchestral Land ini akan hancur hanya karena kemampuan yang tidak memiliki visualnya.
" Bagaimana perasaan anda, My Lord?" tanya Aamon.
" Seperti sesuatu yang begitu kuat mengalir ke dalam tubuh ku.. Seperti itulah yang aku rasakan." jawab Tyrian yang menggambarkan apa yang dia rasakan.
" Kalau begitu, pelepasan segel ini telah berhasil, My Lord. Saya berharap anda menggunakan kemampuan anda untuk hal yang tidak menyalahi takdir dewa. Karena jika anda melakukannya, maka anda akan menerima konsekuensi dari apa yang telah anda lakukan.." Aamon berpesan.
Tyrian cukup bingung mendengarkan pesan yang disampaikan oleh saintess di sampingnya ini. Seolah. Saintess ini mengatakan bahwa Tyrian pernah melakukan tindakan yang bertentangan dengan takdir yang dewa buat, menggunakan kekuatannya. Dan tentang konsekuensi yang harus di terima oleh Tyrian, membuat dirinya begitu penasaran.
" Ibu ku..." ujar Tyrian setelah kembali mengingat tentang jiwa ibunya yang mendiami tubuhnya.
" Jiwa itu sudah masuk kembali ke tubuh yang mulia permaisuri. Tapi.... Nanti apakah yang mulia permaisuri bisa kembali seperti dulu atau tidak. Itu semua bergantung pada takdir dan kemampuan seseorang untuk mengubah semuanya. " terang Aamon.
__ADS_1
Upacara pelepasan segel telah selesai, dan semuanya kembali beraktifitas masing-masing. Namun Tyrian, Alaglosa dan kaisar Proston, justru tengah menunggui permaisuri di dalam kastil dingin. Mereka berharap cemas tentang kondisi yang mulia permaisuri karena bahkan saintess pun tidak bisa mengatakan sesuatu yang pasti tentang kondisi permaisuri sekarang ini.
" Bangunlah sayang... Putra kita kini sudah dewasa dan telah memiliki seorang istri yang sangat cantik sekali. Keinginan mu untuk memiliki menantu cantik telah terwujud.. Karena itu, aku mohon bangunlah..." kaisar Proston mencium kening istrinya lama.