Mafia Queen Menikah Dengan Ustadz

Mafia Queen Menikah Dengan Ustadz
Obsesi Belaka


__ADS_3

Jam di dinding hampir menunjukan pukul dua malam, namun pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu tak kunjung datang menemuinya sejak Nenek bercerita tentang masa lalu pagi tadi.


Tepat tiga puluh menit kemudian terdengar suara langkah kaki yang mendekati kamar. Shasa segera membaringkan tubuhnya, berpura-pura tidur. Tak lama kemudian terdengar pintu kamar yang terbuka.


Sebuah tangan besar tiba-tiba melingkar pada perutnya. Jantung Shasa berdebar keras, ia berharap debaran jantungnya tidak didengar pria berbaring disampingnya.


"Selamat malam, sayang"


Suara pria itu benar-benar membuat Shasa semakin gugup, hingga ia yakin lalu membalas ucapan Raihan.


"Kau hanya terobsesi denganku bukan mencintaiku!"


"Tidak Aku_,"


Duhhg!!


Aarrgh!!


Tangan Shasa gemetar, membuang balok kayu yang ia gunakan untuk memukul kepala Raihan.

__ADS_1


Tidak ingin menghabiskan waktunya terlalu lama, Shasa segera mengambil kunci borgol yang berada di saku celana Raihan lalu membuka borgol yang menjerat kakinya.


Sebelum pergi dari tempat yang penuh dengan kebohongan itu, Shasa mengambil beberapa uang cash yang ada dan memakai alas kaki yang layak untuk digunakan.


Sesaat langkah kakinya terhenti, menatap lekat wajah Raihan lalu mengarahkan pandangannya ke arah lain. Bagaimana ia bisa mencintai orang yang telah menghancurkan hidupnya.


***


Malam semakin larut namun kaki jenjang itu masih berjalan kelelahan. Tidak ada satupun taksi atau kendaraan lain yang bisa membawanya pergi jauh dari kota ini.


Jalanan yang sepi dan dipenuhi oleh pepohonan yang rimbun membuatnya semakin merasa tidak aman. Mengapa disaat penting seperti ini tidak ada orang baik hati menolongnya.


Kaos warna putih yang dikenakannya juga tidak bisa membuat badannya menjadi hangat sepenuhnya. Sedangkan angin malam yang dingin membuatnya menjadi sangat kedinginan.


Saat Shasa menyadarinya sebuah tangan besar membekap mulutnya, membuatnya kehabisan oksigen dan pingsan seketika. Mobil yang melaju kencang dari belakang tiba-tiba berhenti tepat disamping Shasa yang pingsan.


Dua laki-laki misterius itu mengangkat tubuh Shasa lalu memasukkannya kedalam mobil yang dikendarai seorang wanita berpakaian minim.


Setelah dua orang laki-laki itu juga masuk kedalam mobil. Mobil yang dikendarai seorang wanita itu melaju cepat menuju kearah pinggiran kota.

__ADS_1


Satu jam kemudian mobil itu berhenti didepan sebuah rumah lama yang terlihat sudah tidak ditinggali lagi.


"Turunkan perempuan itu dan ikat dia dikursi, tutup kedua matanya dengan kain dan jangan lupa sumpal mulutnya juga!"


Perempuan berpakaian minim itu turun dari mobil, membuka rumah kosong dan kumuh itu dengan jijik. Sedangkan dua anak buahnya mengangkat tubuh Shasa, salah satu dari anak buahnya juga membawa lakban, dan sobekan kain yang diambil dari dalam mobil.


Saat pintu rumah kosong itu terbuka, aura yang mengerikan tiba-tiba menyeruak keluar. Wanita berpakaian minim tadi berhenti sejenak didepan pintu sembari melipat kedua tangannya didepan dada.


"Ayolah, mengapa harus tepat buruk ini yang dipilih?"


Wanita itu memutar bola matanya kesal, ingin sekali rasanya ia pulang dari tempat ini dan tidur dirumahnya yang nyaman. Tapi bagaimanapun tugasnya ini menghasilkan uang yang berlimpah dan ia tidak bisa melewatkannya.


"Bagaimana ini Nyonya?"


"Kau tidak mendengarkan apa yang tadi saya perintahkan!"


Dua orang pria itu langsung masuk kedalam rumah kosong itu. Mendudukkan tubuh Shasa dikursi besi lalu mengikatnya kuat, menutup matanya dengan sobekan kain serta melakban mulutnya.


"Sudah selesai Nyonya"

__ADS_1


"Panggil yang lainnya kesini, kalian malam ini berjaga disini! jangan sampai perempuan itu kabur!"


"Baik Nyonya"


__ADS_2