
Namun rencana yang ia buat tidak sejalan dengan takdirnya. Salah satu mimpinya memang menjadi kenyataan, Ia berhasil menikahi Evan, menjadi nyonya besar pemilik perusaan raksasa. Tetapi mimpinya yang lain tidak pernah terkabul, sekalipun ia mencoba mendapatkannya ia tetap tidak bisa.
Sebagai perempuan, sekuat apapun Misha menahan dirinya agar tidak jatuh cinta dengan Evan. Perasaan itu tidak bisa ia bohongi, ia jatuh cinta kedalam lubang hitam begitu cepat. Tidak salah memang mencintai suaminya sendiri, namun dengan mencintai Evan ia pasti akan dibutakan cinta dan tidak akan pernah mendapatkan apa yang ia rencanakan dulu.
Hidupnya semakin rumit ketika tahu pria yang sudah menjadi suaminya itu memiliki wanita lain yang sampai saat ini masih berada didalam hatinya. Ia pernah mencoba untuk mencari tahu siapa perempuan itu, apakah dengan membunuhnya bisa membuat Evan melupakannya dan mulai mencintainya.
Bukannya mendapatkan jawaban yang memuaskan, lagi-lagi ia begitu marah ketika ia tahu perempuan yang dicintai oleh suaminya itu telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Bagaimana mungkin wanita yang telah lama meninggal itu bisa membuat Evan tetap mencintainya.
__ADS_1
Satu hal lagi yang membuat Misha terkejut karena kebenaran yang Evan sembunyikan darinya. Ternyata perusahaan raksasa yang dikelola oleh Evan bukanlah milik Evan melainkan milik perempuan itu. Perempuan yang membuat Evan tidak bisa jatuh cinta lagi kepada orang lain.
Disini ia bukanlah nyonya besar yang sesungguhnya. Ia hanya sebatas pengganti karena nyonya yang sesungguhnya telah tiada sejak lama.
Dulu ia berpikir menjadi istri seseorang yang kaya hidupnya akan selalu mudah dan tidak perlu memikirkan apapun lagi. Tapi pikirannya dulu hanya sebatas khayalan belaka. Disaat ia benar-benar menjadi istri seorang pria yang kaya raya, hidupnya seolah seperti keluar dari kandang buaya lalu masuk kedalam kandang macan.
Jika dulu ia bekerja keras mencari uang untuk bertahan hidup, sekarang ia harus menahan ego dan memutus rasa malunya untuk tetap bertahan hidup. Jika dulu hidupnya terbelenggu karena pekerjaannya, sekarang ia terperangkap dan dikendalikan oleh Evan dan Raihan.
__ADS_1
Sialnya lagi pria yang menjadi kakak iparnya itu jauh lebih dingin dan acuh dibanding Evan. Pria itu memiliki mulut yang pedas dan tidak tanggung-tanggung jika ada orang yang melakukan kesalahan ataupun orang yang tidak disukainya dan lebih sialnya lagi ia masuk kedalam daftar orang yang dibenci oleh Raihan.
Mungkin pria yang lebih tua dari Evan itu tidak menyukainya karena ia bukanlah berasal dari kalangan orang kaya ataupun bangsawan. Orang murahan sepertinya memang tidak pantas menjadi pendamping pria kaya raya yang mempunya martabat tinggi.
Namun apalah daya, bukannya ia sombong tapi kecerdasannya bisa membuat Evan jatuh dalam perangkapnya dan membuatnya menjadi seorang Nyonya besar.
Misha menutup matanya kuat, wanita itu tersadar dari lamunannya. Raut wajahnya yang semula sendu berubah menjadi datar setelah mengusap air matanya menggunakan jemarinya yang lentik. Senyumannya yang tadinya membuat orang menjadi merasa iba kini berubah menjadi senyum yang misterius.
__ADS_1
"Siapapun namamu, kau memang berhasil menjadi perempuan paling beruntung karena bisa membuat namamu selalu dikenang oleh Evan" Misha mengehentikan kalimatnya, wanita itu mengusap bekas air matanya sekali lagi.
"Tapi tak apa, cukup hati Evan yang kau ambil dariku, kekayaanmu yang begitu melimpah itu biarkan Aku yang mengambil alihnya"