MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
As Usual


__ADS_3

Hari ini


seperti biasa Ani akan kembali ke sekolahnya setelah satu minggu diliburkan


oleh pihak sekolah. Karena selama seminggu ini, Ani berada di rumahnya dan


berkerja. Karena Ani tidak akan dikasih makan oleh orang tuanya jika tidak


bekerja sesuai perintah, jika Ani melawan kepada mereka dipastikan Ani tidak


bisa hidup tenang mereka akan memukuli serta menendang Ani keluar dari rumah


dan mengurung Ani semalam diluar rumah.


Tidak hanya


ibunya saja yang berlaku seperti itu, namun Ayah serta kakak laki-lakinya juga


seperti pada dirinya. Ani sungguh tersiksa jika seperti itu tapi apa la daya


Ani. Ani bersiap -siap dikamar untuk berangkat ke sekolah sekarang ia sudah


Kelas 2 SMA dia termasuk siswa yang pintar buktinya dia sekolah dengan Beasiswa


prestasi yang dirinya raih walau keluarganya dari orang kaya, tetapi itu tak


pernah diharapkan sama sekali oleh Ani.


Ani sekolah


dengan beasiswa, makan dengan hasil jeri payahnya berkerja di sebuah kafe. Bagi


dirinya tak akan mengeluh ia menerima semua dengan ikhlas. Setelah dirinya


memasukan semua bukunya ke dalam tas dia segera meraih bekal yang ia siapin


tadi karena dia belum sempat untuk sarapan. Ia sudah keluar dari kamar tersebut


lalu berjalan keluar menuju bibi Siti dan berpamitan dengan bibi Siti.


"Bi,


Ani berangkat sekolah dulu," kata Ani.


"Hati-hati


ya nak!" kata Bi Siti.


"Ya


bibi jangan telat makan ya bi."


Setelah itu


Ani segera pergi dari rumah bak istana itu tapi didalamnya neraka bagi Ani.


Dengan gontai dia mengayuh sepeda miliknya itu menuju sekolah yang ia cintai


tak pernah lelah kakinya mengayuh sepeda tersebut. Sepeda buntut miliknya itu


yang selalu menemaninya ke sekolah sehari -hari.


Sedangkan


Kakak laki -lakinya pergi dengan mobil sport yang diberikan kedua orang tuanya  tak pernah dapat apa-apa dari kedua orang


tuanya.


Wajah ceria


selalu di perlihatkan oleh Ani tak seperti yang dia rasakan setiap hari, dia


berusah menutupi semuanya dengan pandai hingga dirinya tak menjadikan sosok


dikasihani.


Saat ini Ani


sudah sampai di gerbang sekolah tempat ia bersekolah ia sudah memikirkan


sepedanya diparkiran lalu melangkahkan kakinya menelusuri koridor sekolah


tersebut .


Sekolah ini


sekolah terfavorit bisa dibilang sekolah yang isinya anak pejabat saja,orang


kaya dan sebagainya.Tapi tidak dengan dirinya Ani. Setelah ia sampai didepan


pintu kelas ia sudah disambut oleh kekacauan yang super buruk, bagaimana tidak


jika dihadapannya sekarang terdapat Kursi dan mejanya penuh dengan oli.


Entah siapa


pelakunya Ani tidak tau dirinya tetap menuju meja tersebut lalu ia mengeluarkan


satu bungkus tisu dan sehelai sapu tangan untuk membersihkan oli yang diatas


meja dia.

__ADS_1


Yang lain


hanya melihat dan menatap jijik kepada Ani,ya sebagian dari mereka ada yang


tidak menyukai Ani. Namun Ani menghiraukan semua itu karena tujuan dirinya ke


sekolah bukan untuk itu.


"Hey...kamu


jorok bangat si! dah tau tuh meja ada oli masih juga dipakai."


"Lalu


saya harus buang gitu?" tanya Ani.


"Ya


jelaslah kan lo juga sama dengan itu kuman dan sampah."


"Sayang


sekali, ini masih bisa dipergunakan so untuk apa dibuang."


"lhhhh,


lo itu ya gak usah de dekat -dekat kita baun," ujar gadis itu.


"Terserah


kalian de, capek saya dengarin ocehan tak berguna kalian ."


"Apa?lo


bilang tak berguna! bentak gadis itu."


"Emang


iya kan kenyataan begitu, jelas kamu yang letakin oli itu di atas meja aku lalu


kamu sok jijik dan tak bersalah pula dan ngomel-ngomel kayak orang peduli


padahal ini perkerja rendahan sekali!"balas Ani.


"Hey


berani juga ya lo anak kismin."


"Terus


saya harus biarin kamu begitu, jangan harap."


"Jangan


"Kalau


emang iya kenapa? masalah kah buat kamu."


"Ya


jelaslah ini gak level sama kamu ,ini sekolah anak orang kaya, pejabat,


pengusaha," ujar gadis itu.


"Terus


aku harus bilang wow gitu, asal kamu tau ya! walaupun saya disini sekolah


karena beasiswa, ingat saya bukan sekolah karena beasiswa miskin tapi prestasi


jadi saya gak malu dan ini pantas buat saya, karena saya lebih pintar dari


kamu."


Gadis itu


semakin kesal sama Ani niatnya ia mau bikin Ani malu hari ini karena ia selalu


tak menyukai kehadiran Ani.


"Itu


aja lo udah bangga."


"Ya


tentu bangga dong, hasil usaha sendri tanpa main suap dengan uang," jawab


Ani dengan tegas.


"Benarkah?"


tanya Gadis itu.


"Tentu


lah, saya tidak seperti kamu masuk hanya mengandalkan uang dan menyogok dengan


uang biar kayak anak yang lain tapi sayang, otak kamu isinya hanya Uang itulah


yang kamu banggakan."

__ADS_1


Gadis yang


bernama rini sangat tersinggung dengan perkataan Ani memang benar yang


dikatannya Ani. Ani tak akan diam saja jika dirinya diperlakukan seperti anak-


anak yang bisa mereka bully. Ani segera duduk di kursinya dengan santai tampa


terasa ada beban pikiran dengan kejadian barusan ia bisa mendengar bisikan dari


teman -temannya sekelas, dan mata yang tertuju pada dirinya. Ia setelah


mengeluarkan buku pelajaran hari ini dengan sekilas dirinya kembali membaca apa


materi yang akan disajikan untuk hari ini.


Ia sampai


larut dalam membaca, semuanya apa yang ia baca sangat melengket otaknya dan


mengerti .


Ya Ani


memiliki daya tangkap yang sama kuat dan IQ yang tinggi.


Tak lama


kemudian mulai terdengar suara bell untuk masuk dan akan segera dimulai


pelajaran pertama.


"Assalamualaikum,


selamat pagi semua."


"Walaikum


salam buk, selamat pagi juga," balas mereka.


"Oke


hari ini kita akan belajar mengenai gaya potensial yang ibuk kasih tau kemaren,


apa kalian sudah membaca serta mempelajarinya di rumah?" tanya buk Vini.


“Sudah buk


jawab sebagain dari mereka termasuk Ani."


“Baik


sekarang siapa yang berani menjelaskan ke depan, ini Kakan jadi point bagi yang


mau?”tanya buk Vini.


"Saya


buk," kata Ani.


"Ya Ani


persilakan untuk menjelaskannya."


Ani maju


kedepan lalu menjelaskan apa itu gaya potensial kepada semua teman -teman dikelas


itu.


"Wah


kamu sangat pintar Ani," puji buk Vini.


"Gak


buk saya, biasa aja kok."


"Baiklah


silahkan duduk kembali," suruh Buk Vini.


"Oke


selanjutnya siapa yang ingin maju biar saya kasih point."


Tapi tak ada


seorangpun yang mau maju lalu buk Vini mulai menjelaskan apa itu gaya pontesial


serta detail ditailnya.


Akhirnya


mereka disuruh menyimpulkan sendiri mengenai pelajaran hari ini. Ani mulai


mengoret bukunya dengan rapi menyimpulkan semua materi yang disampaikan oleh


buk Vini hingga pelajaran sama buk Vini selesai berganti dengan pelajaran kedua


dengan guru yang galak kata semua teman -teman dikelas nya tapi menurut Ani gak

__ADS_1


seperti itu.


__ADS_2