
Tin...tin.. bunyi klason motor Rendy yang
sudah stambay berdiri di depan pintu rumah Ani, Ani yang mendengar segera
kelaur dari rumah di ikuti oleh Dirga di belakang mereka. Tentu saja Dirga
menunjukan wajah tidak sukanya pada Rendy yang menjemput istrinya saat ini.
sedangkan Rendy sangat menyukai wajah itu, dirinya sangat senang sekali melihat
Suami dari adiknya itu kesal dan marah.
“Selamat
pagi kak, Rendy,” sapa Ani dengan senyum manis miliknya.
“Wah..
selamat pagi juga adik cantik kesayangan aku,” ucap Rendy sambil mengelus –
ngelus kepala Ani.
“Jangan
kak, nanti Rambut Ani berantkan lagi, kan gak bagus,” ketus Ani.
“Iya,
berangkat lagi yok,nanti takut telat.”
“ayok,”
An naik ke atas motor milik Rendy. Rendy memberkana helm kepada Ani, Ani segera
memakainya.
“Kami
permisi ya om.”
“Hmm...”
balas Dirga.
“Jutek
amat pagi- pagi om, gak dapat jatah ya dari si sayang aku.”
“Kamu....”
ucapan Dirga terpotong karena Rendy sudah melajukan motornya dari sana.
“Kak
Rendy suka sekali ngegoda suami aku?” tanya Ani.
“Iya
suami kamu itu kalau jutek terus nanti cepat tua dia, sayang kamu nanti masa
mudah dia kayak tua bangka.”
“Ada-ada
saja kak Rendy.”
Mereka segera menuju rumah Ani yang saat ini
di tinggali oleh kakaknya itu. Hanya butu waktu setengah jam oleh Rendy
akhirnya sampai di rumah tersebut. Ani segera turun dengan santai masuk ke
dalam rumah tersebut, lalu dia mengeluarkan bekal yang ada di dalam tasnya itu
untuk kakaknya itu.
“
pagi kak,” ucap Ani sambil mencium pipi Distan.
“Pagi
juga adikku sayang,” dia juga membalas mencium pipi adiknya itu.
“Masa
sih Distan dong yang kamu cium Ani , aku yang jemput gak dapat apa- apa,”
protes Rendy.
“Lo
mau mati ditangan si om galak itu,” balas Aldo.
“Ya
gak lah, sayang gue sama nyawa ini masak iya cuman gara- gara di cium sama si
Ani gue hilang nyawa.”
“
__ADS_1
makanya jangan macam- macam.”
“gak
macam- macam kok, cukup satu macam sudah cukup untuk gue.”
“makanya
segera cari pacar sana, biar gak ngnes mulu lo,” kata Distan.
“Ya..
gak ada yang kreteria gue bro, semua alay bangat mana mau gue. Gue mau kayak si sayang gue itu,”
tunjuknya ke Ani.
“Gila
lo mau di bunuh lo sama si om galak.”
“Ya
gak dia juga kali, kan Ani udah gue
anggap adik gue, tapi harus tangguh seperti dia.”
“Oww..
gue kirain lo mau bersaing dengan suaminya. Gak tahu gimana reaksi si om galak itu.”
“kak
Distan makan lagi, biar kita berangkat lagi.”
Distan
yang mengambil makan di tangan adiknya itu lalu segera memakannya.
Sedangkan
Dirga setelah perginya istrinya itu
segera masuk ke dalam kamar bersiap-
siap berangkat ke kantornya, dia masih
saja jengkel melihat istrinya di boceng si bocah tengil itu. setelah siap
dirinya segera pergi ke kantor.
Setiba di kantor dirinya dapat laporan ada
pengacau yang sudah masuk ke daerah miliknya dan mereka ada musuh dari Dirga yang sudah menjatuhkan
Sekarang Dirga memerintahkan seluruh anak
buahnya untuk menuju tempat itu dan dirinya ikut juga. Dirga sangat marah
ketika musuhnya itu sudah mengacak- mangak bescam yang dia gunakan untuk
memproduksi senjata.
Di bascem itu terlihat banyak anak buah yang
berseragam hitam dan tubuh mereka sangat kekar serta di lengkapi dengan senjata
di tubuh mereka. Dan di pimpin oleh seseorang yang sedang berdiri dengan gaya
sombong miliknya dan tentu saja dirinya yang memerintahkan orang- orang yang
berbaju hitam itu , untuk menghancurkan bascem milik musuhnya yang telah
menjatuhkan bisinisnya.
Walaupun harta kekayaanya tidak akan habis
namun dirinya tidak suka apapun yang dia bangun di lenyapkan oleh orang lain. Sekarang
tiba saatnya dirinya akan bals demdan kepada Dirga.
“Hancukan
tempat ini!” titahnya kepada orang-orang tersebut.
“Siap...”
balas mereka dan mulai menghancurkan
Namun
luar dugaan mereka semua, ternyata sebelum mereka melakukan penyerangan i
bascem tersebut, terlebih dahulu anak Dirga memberikan tembakan di setiap sasaran
dan tentu banyak anak buah yang menyeang
itu terjatuh tergelapak di atas tanah itu, sebab mereka menembak tepat di mata.
Melihat
anak buahnya yang jatuh ke tanah Burno tersebut sangat marah, ternyata dirinya
__ADS_1
telah tinggal satu langkah, dan tahu bahwa yang sekarang dia hadapi itu genster
terhebat di Asia. Mau tidak mau dirinya juga ikut turun tangan untuk
memleburkan Bascem itu. dia mulai menembakan pistolnya yang akan menghancurkan bascem tersebut. Namun
gagal lagi karena pistol itu sudah di tendang terlebih dahulu oleh Dirga.
“Ternyata
Anda sangat pemberani Tuan Burno,”
ujarnya dengan sinis.
“Ternyata
kau, tentu saja aku tidak akan tinggal diam di saat bisinisku kau hancurkan.”
“Bisnis
Anda sangat pantas untuk di lenyapkan.”
“Kau
aku akan bunuh kau,” dengan memberikan
bugem mentah ke pipih Dirga namun sayang itu bisa di elakkan oleh Dirga.
Hingga terjadi pertarungan hebat di sana Tuan
Burno sudah tak berdaya di buat oleh Dirga dirinya tak segan- segang membunuh
orang yang ada di hadapan dirinya itu, dengan sekali tari platuk pistol
tersebut Dirga sudah menembakkan ke Tuan Bruno.
Dor....
Dor....
Dor...
Tiga tembakkan itu merenggut nyawa tuan Bruno
di tangan Dirga,semua orang suruhan Tuan
Brunoa sudah tewas dan termasuk Tuan Bruno juga. Setelah selesai dirnya
menyuruh anak buahnya untuk membakar semua mayat yang ada di sana.
Dirga
masuk ke dalam bascem itu ia melihat ada
beberapa anak buahnya juga terkenak tembak dari penyerangan tadi.
“Kalian
yang terluka silahkan masuk ke ruang
itu, dan obati luka kalian,” titah Dirga.
“Baik
Tuan,” balas mereka.
“
Baik semua tetap jaga , bascem ini dengan sangat ketat, aku tidak mau lagi terjadi hal yang serupa. Tingkatkan kewas
padaan kalian lebih tinggi lagi!” titah Dirga.
“Baik
tuan.”
“Kalian
beresakan semua kekacauan ini, jangan sampai ada yang curi ga.”
“Baik
tuan.”
Dirga pun kembali kekantor dirinya dengan santainya. Dia tipe
orang tidak mau berlama – lama jika
menyakut perkerjaan .
Sesampai
di kantor langsung masuk dan melihat
dokument yang sudah ada di atas mejanya
itu satu- persatu dirinya mulai
mengerjakannya. Hingga waktu siang tiba waktu untuk makan siang, dia ingin
menjemput istrinya terlebih dahulu . biar bisa makan siang bersama sang
__ADS_1
istrinya itu. dia mengirimkan pesan kepada istrinya bahwa dirinya akan menajemputnya ke sekolah. Tapi ponsel
istrinya tidak aktif, dengan ini siatif dirinya melajukan mobil menuju sekolah istrinya itu.