
“ Sial siapa si pria itu,” runtuh Yuta lalu pergi
masuk ke dalam kelasnya.
Dirtan
kembali ke kediaman milik Ani dua orang
itu memang sengaja tidak memberitahukan kepada Dirga agar tak jadi aksi
cemburu- cemburuan. Karena Ani tahu nanti suaminya itu akan melarang keras
dirinya bermanja- manja dengan kakaknya
sendiri. Setelah menempuh perjalan sekitar dua puluh menit akhirnya sampai Ani
segera turun dari mobil kakaknya itu di susul oleh Dirtan mereka masuk ke dalam
rumah itu Ani bergelayut manja di tangan kiri kakaknya tersebut
Dirtan
hanya mengelus kepala adik dengan gemas berjalan
menuju sofa ruang keluarga mereka segera
duduk di sana tampa banyak tingkah Ani merebahkan kepalanya di paha sang
kakaknya dan menikmati tidur di paha sang kakaknya.
Dirtan hanya mengelus kepala sang adik tercintanya
penuh dengan kasih sayang, benar-benar
terobati rasa rindunya yang selama ini perlahan dirinya juga menutup mata bersamaan dengan adiknya itu. di kelas teman- teman Ani kebingungan mencari keberadaan datang Ani namun tidak
ada tanda- tanda sama sekali hingga proses perkuliahan berjalan 2 jam kemudian.
Dirga mengeluarkan ponselnya untuk mengirimkan
pesan pada istrinya tiba-tiba dirinya merindukan istrinya di saat pekerjaan
yang sedang tertumpuk.
pesan : Sayang kamu sudah selesai kuliah?
__ADS_1
pesan : Sayang mas kangen kamu, nanti kalau sudah
selesai hubungi mas ya.
pesan : sayang mas rindu.
pesan : sayang kenapa pesan mas gak di balas?
pesan : kamu sibuk bangat ya sayang.
Semua pesan
yang dia kirim tidak di baca oleh istrinya itu Dirga meresah khawatir dengan
istrinya itu kemudian dia menghubungi telpon istrinya itu dan terhubung namun tak di jawab panggilan
Dirga . Dirga kembali mencoba menghubungi istrinya sampai 20 kali tetapi tidak satu pun panggilannya terjawab
rasa khawatir dan risau timbul di dalam hati Dirga.
Dengan cepat dirinya berdiri lalu keluar dari mobilnya menuju lift
yang menuju lantai satu dan segera menuju mobilnya rasa khawatir semakin kuat, dirinya sangat
takut jika istrinya akan di culik dengan orang yang sedang berbuat masalah
Sekarang Dirga sudah sampai di pekarangan kampus
istrinya tersebut, dia segera masuk menuju kelas sang istrinya dengan langkah yang gontai dirinya menuju
kelas itu. Sampai di depan kelas dia mengetuk pintu kelas tersebut kemudian membuka sedikit dan
terlihat Dosen yang sedang mengajar.
“Permisi pak, mengganggu waktu perkuliahan pak.”
“Iya pak, ada yang bisa saya bantu pak?” tanya
dosen laki- laki tersebut.
“Begini saya mau bertemu dengan salah satu mahasiswa
bapak atas nama Ani Alexa pak?”
“Mohon maaf pak, ananda atas nama Ani sudah tidak
__ADS_1
kembali setelah dia minta izin pak.”
Dirga semakin khawatir dengan istrinya itu pergi
ke mana
“Baik pak, terima kasih pak. Mohon maaf saya sudah
mengganggu waktu perkuliahan bapak.”
“Baik pak, sama- sama. Kalau Begitu saya pamit ya
pak.”
Dirga meninggalkan
kelas kelas itu lalu berlari menuju mobilnya dia segera masuk terus menancapkan
gas segera mungkin dirinya meninggalkan
pekarangan kampus menuju kediaman
dirinya mungkin saja istrinya itu pulang.
Berharap cemas akan kabar istrinya saat ini yang
sudah membuat dirinya begitu gelisah sepanjang perjalanan dirinya tidak
menghiraukan klakson mobil yang berbunyi yang ditujukan untuknya karena
menyelip- menyelip untuk segera sampai di kediamannya.
Sesampai di kediaman dirinya melihat sebuah mobil
yang tidak asing lagi bagi dirinya
Dirga segera masuk ke dalam rumah itu
dan mencari keberadaan istrinya itu di mana. Saat raut kepanikan yang tergambar
di dahi Dirga saat menaiki tangga akan tetapi terhenti melihat dua manusia
yang tidur di atas sofa di ruang
keluarga. Rasa paniknya sedikit hilang melihat sang istrinya tidak kenapa-
__ADS_1
kenapa namun dia kesal melihat kedua kakak beradik itu yang hanyut dalam
tidurnya.