MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Dirtan


__ADS_3

“ Sial siapa si pria itu,” runtuh Yuta lalu pergi


masuk ke dalam kelasnya.


 Dirtan


kembali ke kediaman milik Ani  dua orang


itu memang sengaja tidak memberitahukan kepada Dirga agar tak jadi aksi


cemburu- cemburuan. Karena Ani tahu nanti suaminya itu akan melarang keras


dirinya bermanja- manja dengan  kakaknya


sendiri. Setelah menempuh perjalan sekitar dua puluh menit akhirnya sampai Ani


segera turun dari mobil kakaknya itu di susul oleh Dirtan mereka masuk ke dalam


rumah itu Ani bergelayut manja di tangan kiri kakaknya tersebut


 Dirtan


hanya mengelus kepala adik  dengan gemas berjalan


menuju sofa ruang  keluarga mereka segera


duduk di sana tampa banyak tingkah Ani merebahkan kepalanya di paha sang


kakaknya dan menikmati tidur di paha sang kakaknya.


Dirtan hanya mengelus kepala sang adik tercintanya


penuh dengan kasih sayang,  benar-benar


terobati rasa rindunya yang selama ini  perlahan dirinya juga menutup mata  bersamaan dengan adiknya itu. di kelas teman- teman Ani kebingungan   mencari keberadaan datang Ani namun tidak


ada tanda- tanda sama sekali hingga proses perkuliahan berjalan 2 jam kemudian.


Dirga mengeluarkan ponselnya untuk mengirimkan


pesan pada istrinya tiba-tiba dirinya merindukan istrinya di saat pekerjaan


yang sedang tertumpuk.


pesan  : Sayang kamu sudah selesai kuliah?

__ADS_1


pesan : Sayang mas kangen kamu, nanti kalau sudah


selesai  hubungi mas ya.


pesan : sayang mas rindu.


pesan : sayang kenapa pesan mas gak di balas?


pesan : kamu sibuk bangat ya sayang.


Semua  pesan


yang dia kirim tidak di baca oleh istrinya itu Dirga meresah khawatir dengan


istrinya itu kemudian dia menghubungi telpon istrinya itu  dan terhubung namun tak di jawab panggilan


Dirga . Dirga kembali mencoba menghubungi istrinya sampai 20 kali  tetapi tidak satu pun panggilannya terjawab


rasa khawatir dan risau timbul di dalam hati Dirga.


Dengan cepat dirinya  berdiri lalu keluar dari mobilnya menuju lift


yang menuju lantai satu dan segera menuju mobilnya  rasa khawatir semakin kuat, dirinya sangat


takut jika istrinya akan di culik dengan orang yang sedang berbuat masalah


Sekarang Dirga sudah sampai di pekarangan kampus


istrinya tersebut, dia segera masuk  menuju kelas sang istrinya dengan langkah yang gontai dirinya menuju


kelas itu. Sampai di depan kelas dia mengetuk pintu kelas  tersebut kemudian membuka sedikit dan


terlihat Dosen yang sedang mengajar.


“Permisi pak, mengganggu waktu perkuliahan pak.”


“Iya pak, ada yang bisa saya bantu pak?” tanya


dosen laki- laki tersebut.


“Begini saya mau bertemu dengan salah satu mahasiswa


bapak atas nama Ani Alexa pak?”


“Mohon maaf pak, ananda atas nama Ani sudah tidak

__ADS_1


kembali setelah dia minta izin pak.”


Dirga semakin khawatir dengan istrinya itu pergi


ke mana


“Baik pak, terima kasih pak. Mohon maaf saya sudah


mengganggu waktu perkuliahan bapak.”


“Baik pak, sama- sama. Kalau Begitu saya pamit ya


pak.”


 Dirga meninggalkan


kelas kelas itu lalu berlari menuju mobilnya dia segera masuk terus menancapkan


gas  segera mungkin dirinya meninggalkan


pekarangan  kampus menuju kediaman


dirinya mungkin saja istrinya itu pulang.


Berharap cemas akan kabar istrinya saat ini yang


sudah membuat dirinya begitu gelisah sepanjang perjalanan dirinya tidak


menghiraukan klakson mobil yang berbunyi yang ditujukan untuknya karena


menyelip- menyelip untuk segera sampai di kediamannya.


Sesampai di kediaman dirinya melihat sebuah mobil


yang  tidak asing lagi bagi dirinya


Dirga segera  masuk ke dalam rumah itu


dan mencari keberadaan istrinya itu di mana. Saat raut kepanikan yang tergambar


di dahi Dirga saat menaiki tangga akan tetapi terhenti melihat dua manusia


yang tidur di  atas sofa di ruang


keluarga. Rasa paniknya sedikit hilang melihat sang istrinya tidak kenapa-

__ADS_1


kenapa namun dia kesal melihat kedua kakak beradik itu yang hanyut dalam


tidurnya.


__ADS_2