MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Selamat datang Jerman


__ADS_3

  Hari ini Ani


dengan suaminya sudah lapas landas menuju Jerman,ya dia akan melanjutkan


studinya di sana. Tentu saja ini sangat di impikan oleh Ani sebagai perjuangan


dirinya selama ini. awalanya di agak  takut  jika suaminya itu tidak


mengizinkan dirinya untuk melanjutkan  studinya di sana. Namun dirinya sangat bahagia bisa berjumpa lagi dengan


kakak Rendy, Aldo.


Tak terasa waktu sudah di lewati selama 7 jam akhirnya


mereka mendarat juga Flight Berlin. Mereka sudah tiba di bandara


internasional berlin setelah keluar dari pesawat terbang mereka segera menuju


mobil  yang menjemput mereka.


“Selama sore tuan,” sapa supir priadi Dirga.


“Iya sore,” balas Dirga dengan wajah datarnya lalu


dirinya segera masuk ke dalam  mobil


Ferrari miliknya itu. dia duduk di samping istrinya itu dengan menggenggam tangan


istrinya seperti istrinya akan lari jauh meninggalkan dia. Ani hanya bisa


tersenyum melihat suaminya itu, kemudian dia menyandarkan kepalanya di kursi


mobil itu, mata Ani masih ngantuk dia ingin melanjutkan tidurnya yang terganggu


tadi.


 Perlahan- lahan


dirinya memejamkan mata dan mulai redup di kalah beberapa menit di bersandar

__ADS_1


hingga dirinya  terbawa ke alam mimpi.


Ani tertidur dengan nyamannya  di samping


suaminya, sedangkan Dirga yang sedang menatap keluar dari  kaca mobil itu berbalik menghadap istrinya


yang ternyata sudah tertidur dengan nyenyak.


Dirga membalikan posisinya dan membawa kepala istrinya


tersebut ke atas paha dia agar istrinya bisa tertidur dengan nyenyak.


Supir pribadinya hanya tersenyum manis melihat tuannya


yang begitu perhatian  kepada istrinya.


Di Uk sana Distan baru saja pulang dari sebuah


university yang terkenal dengan mahasiswa yang pintar- pintarnya, dia keluar


dari ruang tempat  yang bisa di bilang


loker informasi.Distan  keluar dari Ruangan  itu dengan cepat dirinya meninggalkan


Semua fasilitas yang dia dapatkan itu semua dari beasiswa yang  karena yang di  berikan oleh university  yang dia datangi hari ini.


Dia hanya berjalan kaki untuk kembali menuju Apartement


, sesampai  di Apartement  Distan   langsung  mengistirahatkan  tubuhnya. Lalu dirinya menggemparkan tubuhnya


di atas sofa kecil yang empuk.


Distan sudah merasa tubuhnya  lebih mendingan, lalu dia  bangkit dari sofa dengan malasnya menuju kamar


mandi untuk membersihkan dirinya  yang


sudah gerah, lengket karena keringat.


“Selamat datang tuan,” sambut  para bodyguard dan para maid di rumah bak

__ADS_1


istananya.


“Iya, sekarang kalian bubar dan kerjakan tugas kalian


masing- masing.”


“Baik tuan.”


Ani yang  tertegun memandangi setiap sudut  ruangan yang ada di rumah suaminya itu, bagaikan istana.


“Yuk sayang,  kita istirahat dulu,” ajak Dirga pada


istrinya.


“Iya mas,” saut Ani yang masih  terkagum dengan isi rumah ini.


Ani mengikuti langkah kaki suaminya menuju Lift  yang menghubungkan lantai satu dengan lantai


tiga di mana kamar Distan berada.


Tiba lantai tiga Dirga keluar dari lift   menggandeng tangan istrinya dengan erat


menuju kamar dia. Dia membuka pintu kamar tersebut dengan kartu khusus untuk


akses membuka kamar indah miliknya itu.


“Aduh mas, aku sangat lelah sekali,” ujar Ani sambil


berlari menuju tempat tidur .


Ani menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuk itu, dia


merasakan kenyamanan yang di rasakan oleh Ani, Dirga yang melihat istrinya


tersebut hanya bisa  tersenyum dan


menghampiri istrinya yang sudah terkapar di atas kasur tersebut.


“Sayang kamu lelah istirahat lah!” kata Dirga pada

__ADS_1


istrinya tersebut.


“Iya mas, aku capek pingin istirahat dulu,” balas Ani.


__ADS_2