
Hari ini Ani
dengan suaminya sudah lapas landas menuju Jerman,ya dia akan melanjutkan
studinya di sana. Tentu saja ini sangat di impikan oleh Ani sebagai perjuangan
dirinya selama ini. awalanya di agak takut jika suaminya itu tidak
mengizinkan dirinya untuk melanjutkan studinya di sana. Namun dirinya sangat bahagia bisa berjumpa lagi dengan
kakak Rendy, Aldo.
Tak terasa waktu sudah di lewati selama 7 jam akhirnya
mereka mendarat juga Flight Berlin. Mereka sudah tiba di bandara
internasional berlin setelah keluar dari pesawat terbang mereka segera menuju
mobil yang menjemput mereka.
“Selama sore tuan,” sapa supir priadi Dirga.
“Iya sore,” balas Dirga dengan wajah datarnya lalu
dirinya segera masuk ke dalam mobil
Ferrari miliknya itu. dia duduk di samping istrinya itu dengan menggenggam tangan
istrinya seperti istrinya akan lari jauh meninggalkan dia. Ani hanya bisa
tersenyum melihat suaminya itu, kemudian dia menyandarkan kepalanya di kursi
mobil itu, mata Ani masih ngantuk dia ingin melanjutkan tidurnya yang terganggu
tadi.
Perlahan- lahan
dirinya memejamkan mata dan mulai redup di kalah beberapa menit di bersandar
__ADS_1
hingga dirinya terbawa ke alam mimpi.
Ani tertidur dengan nyamannya di samping
suaminya, sedangkan Dirga yang sedang menatap keluar dari kaca mobil itu berbalik menghadap istrinya
yang ternyata sudah tertidur dengan nyenyak.
Dirga membalikan posisinya dan membawa kepala istrinya
tersebut ke atas paha dia agar istrinya bisa tertidur dengan nyenyak.
Supir pribadinya hanya tersenyum manis melihat tuannya
yang begitu perhatian kepada istrinya.
Di Uk sana Distan baru saja pulang dari sebuah
university yang terkenal dengan mahasiswa yang pintar- pintarnya, dia keluar
dari ruang tempat yang bisa di bilang
loker informasi.Distan keluar dari Ruangan itu dengan cepat dirinya meninggalkan
Semua fasilitas yang dia dapatkan itu semua dari beasiswa yang karena yang di berikan oleh university yang dia datangi hari ini.
Dia hanya berjalan kaki untuk kembali menuju Apartement
, sesampai di Apartement Distan langsung mengistirahatkan tubuhnya. Lalu dirinya menggemparkan tubuhnya
di atas sofa kecil yang empuk.
Distan sudah merasa tubuhnya lebih mendingan, lalu dia bangkit dari sofa dengan malasnya menuju kamar
mandi untuk membersihkan dirinya yang
sudah gerah, lengket karena keringat.
“Selamat datang tuan,” sambut para bodyguard dan para maid di rumah bak
__ADS_1
istananya.
“Iya, sekarang kalian bubar dan kerjakan tugas kalian
masing- masing.”
“Baik tuan.”
Ani yang tertegun memandangi setiap sudut ruangan yang ada di rumah suaminya itu, bagaikan istana.
“Yuk sayang, kita istirahat dulu,” ajak Dirga pada
istrinya.
“Iya mas,” saut Ani yang masih terkagum dengan isi rumah ini.
Ani mengikuti langkah kaki suaminya menuju Lift yang menghubungkan lantai satu dengan lantai
tiga di mana kamar Distan berada.
Tiba lantai tiga Dirga keluar dari lift menggandeng tangan istrinya dengan erat
menuju kamar dia. Dia membuka pintu kamar tersebut dengan kartu khusus untuk
akses membuka kamar indah miliknya itu.
“Aduh mas, aku sangat lelah sekali,” ujar Ani sambil
berlari menuju tempat tidur .
Ani menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuk itu, dia
merasakan kenyamanan yang di rasakan oleh Ani, Dirga yang melihat istrinya
tersebut hanya bisa tersenyum dan
menghampiri istrinya yang sudah terkapar di atas kasur tersebut.
“Sayang kamu lelah istirahat lah!” kata Dirga pada
__ADS_1
istrinya tersebut.
“Iya mas, aku capek pingin istirahat dulu,” balas Ani.