MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Keberangkatan Distan, Aldo, Rendy


__ADS_3

 Hari ini di mana Ani akan sendiri lagi jauh


dari sang kakak- kakak terciptanya itu. hari ini begitu berat terasah oleh


dirinya, entah mengapa tak ada semangat di dalam dirinya. Semua terasa hampa...


ya seperti saat ini Ani duduk bersama sang kakaknya yang mengelus rambutnya


dengan penuh kasih sayang dan dirinya bergelayut manja di pelukan  sang kakak.


“Jangan nakal ya selama


kakak di sana ya.”


“Hmmm. Iya kakak, kakak


sering-sering kabar Ani ya.”


“Iya kakak akan sering


memberi kabar ke kamu kok sayang, nanti kalau kakak pulang kita pergi  bersama ya ke sana.”


“Iya kakak, nanti Ani akan


ikut dengan kakak.


“Ya pokoknya kamu harus


baik- baik aja di sini ya, jadi lah istri yang baik ya buat om galak itu!”


tutur Distan.


Dirga namanya yang di


sebut hanya bisa  diam dan melorotkan


matanya saja, kakak iparnya itu kadang membuat dia entah berasa gimana.


“kak, kalau nanti Ani tiba-


tiba datang ke tempat kakak boleh ya?” tanya Ani.


“Iya boleh, tapi kamu


pergi sama suami kamu ya.”


“Malas la Kakek, suami aku


itu  tahu aa... kadang – kadang di agak


jelas kakak.”


“Kamu gak boleh jelek


suami gitu ke orang  lai sayang,” sahut


Dirga.


“Aku gak jelek mas kok,


emang kadang mas itu gaje, ngeselin orangnya.”


“Ya kan kamu cinta kan?”


“Gak,” ucap Ani.


“Berarti selama ini kamu


gak cinta sama mas?” tanya Dirga lagi.


“Gak aku gak cinta sama


mas,”


“Kan emang gak cinta mas,


gak bisa di paksakan juga.”


“Jadi selama ini kamu


anggap aku ini?” tanya Dirga mulat geram.


“Ya suami aku lah siapa


lagi.”


“kamu anggap aku suami


kamu, tapi kamu tidak mencintaiku, lalu selama ini aku apa artinya untuk kamu”

__ADS_1


tegas Dirga.


“Mas tahu  bagaimana aku menganggap kamu itu seperti apa?”


“Aku bertanya kepada kamu,


bukan di tanya balik pada ! jawab pertanyaan aku  Ani.”


“Hi.... mas jangan nyosor


dong kalau mau pertanyaan di jawab.”


“Mau gak nyosor ha! Istrinya


saja tak menganggap aku apa- apa.”


“Kan mas ini gak bisa di


ajak bercanda.”


“Ini bukan rana bercanda


Ani, ini serius jadi gak ada yang bercanda di sini.”


“Iya kan aku cuman mau


jahilin mas,” rajuk Ani.


“Tapi gak begini  juga sayang, kamu tahu gak bagaimana perasaan


mas tadi kamu begitu?”


“Iya maaf aku tidak


bermaksud mas buat mas marah.”


“jangan di ulangi lagi lain


kali.”


“Iya mas, aku  tidak ulangi lagi kok. Tapi mas maafin aku


kan as?” rajuk Ani.


“Gak mas gak maafin kamu.”


 Setelah itu Dirga fokus  ke depan dengan mobilnya. Sedang kan Distan


ego tinggi begitu dia hanya bisa menghembuskan nafas dengan pasangan itu.


 Hingga akhirnya kesunyian terpecahkan sejak


perdebatan pasutri itu setelah meraka sudah sampai di bandara.


“Kak ayuk  turun aku antar tuk.”


“Iya Sayang sabar


sebentar.”


 Dengan sangat lesu Ani berjalan mengantar


sang kakak tercintanya itu yang sudah di nanti oleh dua orang kakaknya di sana


Ada Aldo,Rendy, juga akan berangkat satu jam setelah Distan. Mereka sengaja


datang lebih cepat untuk bertemu dengan Distan.


“Wah... bro udah datang


aja lo.”


“Ya kan kita mau lihat lo


pergi.”


“Iya thanks ya, kalian


juga ya, kalian jam berapa landas?”


“Jam  11 nanti.”


“Wah kalau gitu gue duluan


ya, sampai nanti,” mereka pelukan alah- alah cowok.


Distan sudah masuk ke


pesawatnya. Tinggal Aldo, Rendy saat ini yang akan berangkat ke Jerman.

__ADS_1


“Kak Aldo,kak Rendy jangan


lupa kabari Ani nanti di sana ya.”


“Iya gak bakal lupa kabari


kamu kok.”


“Kakak janjikan sama aku.”


“Iya kakak janji sama kamu


kok.”


“Wah..aku akan sangat


merindukan kakak berdua,” ujar hani dan berhamburan ke pelukan mereka.


Dirga yang melihat


istrinya dengan kedua bocah itu hanya melihat dengan kesal saja, mau di


melarang bukan saatnya apalagi dia tahu bahwa istrinya itu emang manja dengan


ke dua bocah itu.


 Selang satu jam berlalu sekarang Ani pulang ke


rumahnya dengan suaminya itu, Istrinya yang tertidur pulas di sampingnya. Dirga  hanya mengelus rambut istri manjanya


itu.


Hingga akhirnya mereka


sampai di rumah.Dirga yang melihat istrinya itu tertidur pulas, dia turun dari


mobil  dan membuka pintu mobil untuk


istrinya itu. kemudian dia mulai membungkuk dan mengangkat tubuh istrinya itu


alah korea... lalu kemudian dia berjalan masuk ke dalam  rumah.


Dirga meletakkan istrinya


itu dengan perlahan di atas tempat tidur mereka  lalu dia menyelimuti istrinya itu. kemudian dia mulai melepaskan


pakaiannya yang di kenakan dan ia segera mengambil handuk dan menuju kamar


mandi untuk membersihkan diri lagi karena dia merasa gerah.


 Sedangkan dia sebuah rumah mewah yanga saat


ini penuh dengan suara teriakkan dan bentakan oleh sepasang suami istri itu


yang sudah mulai tua.


“Ini semua gara- gara


papa.”


“Ini juga salah mama!”


“Papa kok  jadi salahkan mama.”


“Iya salah mama, karena


mama yang ikut- ikut bisnis begituan yanng gak jelas.”


“kan mama juga mau ikutan


pa,”


“Tapi apa yang mama


hasilkan! Mala ada aku rugi ma... 6 miliar itu tidak sedikit ma!”


“Iya itu juga sudah


terjadi pa.”


“Mama emang bisa bilang


begitu, tapi aku yang cari uang susah paya.”


“Papa jangan salahkan mama


terus dong.”


“Sudah la Ma! Papa sangat

__ADS_1


pusing sekarang. Punya istri kok kayak begini bangat.”


__ADS_2