MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Ingin Punya Anak


__ADS_3

“Kamu


tahu sendiri jawabannya kenapa mas begini.”


“Iya


mas, maafin aku ya bikin mas marah gini.”


“Ada


syaratnya kalau kamu mau dapat maaf dari mas,” kata Dirga pada Ani.


“Kok


pakai syarat segala si mas, kan aku udah minta  maaf sama mas.”


“Pokoknya


mas gak mau memaafkan kamu tanpa syarat.”


“Oke,


mas mau aku ngapain mas?” tanya Ani.


Dirga


yang senang saat istrinya menyetujui dengan syarat yang ia janjikan untuk


memaafkannya.


“Oke


mau kamu sayang.....” Dirga menarik tangan Ani dan merangkul ke pelukannya lalu


dia berisik di telinga Ani.


“Mas


mau punya anak tahun ini.”


 Jedar..... Ani kaget dengan syarat yang di


ajukan oleh suaminya itu. ia bisa saja menerima tapi dirinya masih sekolah ,


dan dia juga mau melanjutkan pendidikannya.


“Mas,


yakin denga syarat mas ajukan sama aku  itu?” tanya Ani dengan sedikit ragu.


“Iya


sayang mas sudah ingin punya anak.”


“Apa

__ADS_1


tak terburu- buru mas, lagian aku belum lulus sekolah mas.”


“Iya


mas tahu, tapi kan kamu sekolah hanya satu bulan lagi  sayang, jadi menurut mas, kita gak papa bikin


dari sekarang.”


“Mas,


tapi aku belum siap untuk  mempunyai anak


mas. Aku mau lanjutin pendidikan aku dulu.”


“Kan


kamu bisa kuliah sayang, walau kamu sudah punya anak. Gak ada larangannya


sayang.”


“Tapi


aku belum mau mas, mas jangan yang ini ya  syaratnya . aku belum sanggup mas.”



terus kamu kapan mau kasih aku anak sayang, aku sudah 2 tahun menungguhnya aku


ingin mempunyai anak. Jadi apa salahnya kamu kasih aku anak.”


“Mas


berbahaya bagi akau mas.”


“Kamu


itu sudah delapan 18  tahun Ani,  sudah bisa mengadung anak.”


“Tapi


akan sangat berbahaya dan berisiko mas,” ucap Ani dengan tegas.


“Terserah


kamu Ani, mas gak akan meminta lagi. Terserah kamu saja aku bisa cari yang lain


jika itu yang kamu mau Ani.


 Ani yang mendengar kekecewaan dari suaminya


hanya bisa menghela nafas, apa yang aka dia lakukan semua berkecambuk di


kepalanya.


Dirga

__ADS_1


yang sudah sampai di kamar ia mengelah nafas  dengan kesal akan permintaannya tak dihiraukan oleh istrinya.


Tak


lama kemudian pintu kamar terbuka, masuk Ani ke dalam kamar tersebut niat ingin


mendekati suaminya namun Dirga berbaring ke atas ranjang lalu menutup seluruh


tubuhnya dengan selimut. Ani yang melihat hanya pasrah saja mungkin suaminya


butuh tenang.


Ani


masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket oleh


keringat. Tak lama kemudian dirinya juga keluar dari kamar mandi dengan   handuk yang  melilit di tubuhnya.


Ani


menuju kaca riasan miliknya lalu menyisir rambut basahnya itu terlebih dahulu.


Dirga yang menurunkan selimut yang menutup seluruh tubuhnya itu sekilas melihat


istrinya yang lagi duduk di depan cermin riasan dengan berbalut handuk kecil di


tubuhnya.


Dengan


sigap dirinya bangun dari tempat tidur lalu mendekat ke istrinya itu lalu


dengan kilat dirinya mengangkat tubh Ani ke atas ranjang tersebut. Kemudian dia


menindih tubuh istrinya tersebut lalu ke dua tangan istrinya di letakan di atas


kepala dan di tahan oleh salah satu tangannya.


“Sayang


mas gak bisa nunda lagi, untuk punya anak,” ucap Dirga sambil menatap wajah Ani


dengan teliti.


“Tapi


mas....” ucapan Ani di potong oleh Dirga.


“Berdosa


jika kamu tak menuruti kemauan suami kamu.”


Ani


yang tak mau berdosa menolak apa yang suaminya minta dengan terpaksa dirinya

__ADS_1


mengggukan kepala menandakan iya. Dirga yang dapat jawaban dari Ani langsung


senyum gembira dan sore itu terjadi penyatuan di antara ke dua insan tersebut.


__ADS_2