
Dua hari setelah Ani berkerja di kafe karena sekolah diliburkan sebab ada rapat penting kata gurunya.Dan hari itu sangat dinikmati oleh Ani untuk berkerja bersama kakaknya Aldo.
Aldo tidak ikut berkerja ia hanya menemani sang adik berkerja ,akhir-akhir ini perasaan merasa tidak enak terhadap adiknya itu apa apalagi kemaren malam mereka seperti diikuti oleh orang , ia tetap tidak memberi tau adiknya itu.karena tingkat khawatiran Ani sangat tinggi ,bisa-bisanya ia akan ketakutan.Saat ini ia sedang berada dalam ruangannya menunggu sang adik .
Di dapur Ani sedang bersama teman- temannya Tina,Lili.’ Ani makan buat siapa?” tanya Lili. Ani yang mendengar pertanyaan temannya “Buat kakak Aldo,” jawab Ani.” Perhatian bangat kamu sama kakak kamu itu?’ Lina.
“Iya kan cuman dia yang aku punya,” ketus Ani. Kedua teman hanya mengganguk saja melihat Ani.
”Aku keruang kakak dulu , soalnya dia nunggu dari tadi Lina,Lili.”
"Ya sudah sana!ntar kakak kamu kelaparan lagi,” ujar Lili.
Ani pergi kelantai dua untuk mengantar makan siang buat kakak kesayangan dia itu.Tokkk... tokk bunyi pintu yang di ketok oleh Ani.
”Masuk” saut dari dalam ruang itu.
Ani segera masuk kedalam ruang itu
” kakak,ayo makan ini udah Ani bawain makan siangnya,” panggil Ani.
”Ciee perhatian bangat ya adik kakak ini."
“Iya dong nanti kalau kakak sakit siapa yang mau jagain Ani,” dengan nada imut yang di buat -buatnya membuat Aldo tersenyum.
Kakaknya itu duduk di samping adiknya itu sambil menyambar baki yang di bawa Ani , terus ia letakan diatas meja ia mulai menyendok nya dan pertama kali ia berikan kepada adiknya itu.
Walau ia ingin yang pertaman untuk dia ,tapi ia ingin buat adiknya itu tersenyum ceria terus. Akhirnya mereka melanjutkan makan dengan canda tawa tak bisa di pungkiri akan hal itu.
“Ahh perut kakak jadi kenyang bangat.”Ani yang melihat kakaknya itu langsung memeluknya entah angin dari mana yang membuatnya begitu ingin memeluk kakaknya itu saat ini. Melihat adiknya memeluk dirinya Aldo juga membalas pelukan adiknya itu.
__ADS_1
“ Kamu kenapa dex?” tanya kakaknya.
“Aku baik –baik aja kakak, cuman peluk kakak aja,rasanya Ani gak mau lepasin pelukan kakak,” ujar Ani dengan merajuk.
“Ya sudah peluk la kakak kesayanganmu ini sepuas mungkin,” cengir Aldo.
Setelah merasa puas ia memalukan kakaknya Ani pamit ke dapur dulu untuk berkerja dan kakaknya itu juga melanjutkan belajar.
Ani sebenarnya banyak tugas yang ia ingin dikerja tapi ia tunda dulu karena masih kerja.Ani sudah menuruni lantai dua ia tiba di lantai satu ia mau menuju ke dapur tiba- tiba ia ditarik oleh papanya itu, sontak Ani kaget, karena tidak mau bikin keributan di kafe ini .la keluar sampai didepan kafe tersebut.
Tangan yang ditarik paksa oleh papanya itu memerah akibat keras cengraman pada pergelangan tangannya.
”Lepaskan tangan saya...” berontak Ani.
“Anak sialan diam kau, ayo ikut tarik papanya itu Kedalam mobil milik mereka.
”Diam kau ,atau akan ku lemparkan kau kedalam jurang! Tegas papanya itu.
Ani diam saja mendengarkan berbagai macam sumpah serapah papanya itu. Hingga mobil itu berhenti di rumah yang biasa Ani tempati, papanya menari Ani dengan kuat kedalam rumah, lalu sampai didepan pintu ia mendorong Ani dengan kuat hingga Ia terjatuh kelantai itu.
Ani yang tidak suka di perlakukan seperti itu segera berdiri dari lantai itu
”kenapa anda membawa saya kesini?” tegas Ani.”
Dasar kau anak tau diri!kau menyusahkan saja. Kau ku bawah pulang untuk ku nikahkan.! Mendengar itu sontak Ani berteriak kepada orang tua yang tak menganggapnya itu.
"Berani sekali anda mau menikahkan ku, emang apa hak anda pada saya ! anda tak berhak menganggu kehidupan saya!"Tegas Ani.
” Tentu saya berhak karena kamu anak saya! Tegas papanya.
__ADS_1
“Apa saya tak slah dengar jika saya anak anda?” tatap sangar Ani kepada papanya itu.”
"Iya, makanya aku akan menikahkan mu.”
“Tak segampang itu, bahkan anda mengaku kalau saya anak anda lalu, apa yang telah anda berikan kepada saya sebagi seorang papa!" Bentak Ani tak kala tegas dari papanya itu.
”Bahkan anda bingung anda mau jawab apa pertanyaan saya!” tutur Ani. “ saya memang tak memberi apa- apa padamu sebak kau anak sialan yang tak kami inginkan!. Hati Ani bagaikan tertusuk sembilu mendengar perkataan papanya itu.
“kalau saya anak sialan kenapa anda bawah saya kemari?” ucap Ani.
Karena kau akan ku nikahkan dengan pria itu. Dan kau tak akan bisa menolaknya dan ku pastikan orang yang kau sayang siapa namanya ALDO itu akan pergi jauh.”
“Dasar kau orang tau biadap, dan besok pagi kau akan langsung ku nikahkan dengan pria itu dan bersiaplah menyingkir dari kehidupanku!.
“ oke , kita lihat siapa yang akan tersingkirkan setelah ini,aku juga tidak butuh orang ta yang tak pernah menganggap diriku ada seperti kalian ini .
Dilain tempat seorang pengusaha yang terkenal kejam di dunia bisnis dan paling ditakuti oleh para kalang bisnis ia yang tak segan –segan menghancurkan siapa saja yang mengusik miliknya. Ia merupakan sosok suami idaman yang sangat digilai oleh banyak wanita di luar sana, ia juga orang memiliki wajah yang tampan, hidung mancung, kedua matanya yang sipit, bibir yang tipis di lapisi warna merah alami, dan satu hal yang kadang membuat parah wanita mundur untuk mendekati jika kehidupan mereka ingin selamat karena sifatnya yang irit berbicara, selalu memancarkan aura yang dingin.
Dia seorang COE perusahaan DIRGA grup ,ia coe mudah yang sekarang umurnya sudah memasuki umur 26 tahun namanya Kevin Dirga.
Saat ini ia baru saja memenangkan pertarungan dengan perusahaan kecil yang menurutnya bodoh sekali sehingga ia membayar taruhannya dengan anaknya.
Ia sangat menyetujuinya ia mencari semua informasi mengenai anak gadis yang akan menjadi bayaran dari taruhannya itu. Ia melihat kertas yang ada ditangannya itu.
Nama gadis itu Ani Sundary , ia kelas 2 SMA dan ia anak kadung dari angga dan susi dan seorang kakak bernama Distan. Ia anak yang tak pernah dianggap, ia bekerja di kafe seorang kakaknya yang bernama Aldo keluarga aldo menganggap ia sebagai anak sendiri begitu juga dengan Pria yang bernama Aldo sangat menyayangi Ani.
Seperti adiknya sendiri.
Dirga yang membaca semua biodata itu tersenyum , entah apa yang ia pikirkan terhadap gadis itu, yang tentunya ada desiran yang bergejolak di dalam hatinya.
__ADS_1