
Sepulang sekolah Ani menunggu sang kakaknya
yang belum juga keluar dari dalam kelas , ternyata masih ada guru yang masih
menerangkan pelajaran di dalam. Walau kemaren dia sangat kesal tidak bisa
datang ke sekolah karena ulah suaminya itu, dan hari ini dia datang ke sekolah
dengan menggunakan sepeda yang di mintanya ke pada Distan.
Sudah
satu jam menunggu ke keluar kakaknya itu Ani merasa bosan dan memilih untuk
kembali pulang sendiri tanpa kakaknya itu. dia mengayuh sepeda tersebut dengan
pelan karena ini dia baru saja bisa membawa sepeda.
Sudah beberapa kilo meter yang dia tempuh
dengan sepeda miliknya itu, namun terasa aneh saat sepeda yang dia kayuh itu
sedikit lambat dan ia melihat ternyata ban sepeda dia sudah kempes, mau tidak
mau dia harus turun dari sepeda itu.
Ani
turun dari sepedanya lalu mendorong sepeda itu untuk mencari tempel ban
sepedanya sepanjang perjalanan yang dia lalui belum juga menemui tempel ban. Tak
lama kemudian muncullah sosok si Doni yang berdiri di hadapan Ani dengan wajah
sangat mencurigakan sekali.
Doni
mendekati Ani dengan gaya yang sangat cool namun di balik itu ada hal yang
__ADS_1
sudah dia rencanakan di pikirannya. Doni
mengambil alih sepeda Ani yang lalu dia
dorong sekencang mungkin hingga sepeda Ani jatuh ke aspal tersebut.
Lalu
Doni menarik tangan Ani ke dalam mobil miliknya dengan paksa dan dia juga
menutup hidung Ani dengan sapu tangan yang ada biusnya. Ani sudah tak sadarkan
diri di job mobil belakang Doni segera melajukan mobilnya ke arah rumah
miliknya.
Sesampai
di rumah Doni segera mengangkat Ani ke
dalam rumahnya dia masuk dan segera membawa Ani ke dalam kamar miliknya.
Dia
membersihkan diri semasih Ani tak
sadarkan diri. Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang
sudah lengket.
Setelah
selesai dia keluar dari kamar mandi, dan ia melihat Ani yang masih belum
sadarkan diri mungkin efek dari obat bius yang dia gunakan. Dia berdiri di samping Ani, dia memandangi wajah
cantik ani yang begitu membuat dia terpesona.
Dia
__ADS_1
membelai pipi putih milik Ani dengan lembut lalu menyingkirkan sedikit rambut yang menutupi dahi Ani. Sungguh wajah yang dia
lihat sangat cantik sekali. Doni yang larut dengan perasaannya semakin
mendekatkan dirinya ke wajah ani dan mencium pipi Ani dengan lembut. Dia sangat
tergoda dengan kecantikan Ani.
Tiba-
tiba suara perutnya berbunyi Doni segara beranjak dari samping Ani untuk
memasak ke bawah. Sedangkan Ani merasakan kepalanya sedikit pusing, dia
berusaha untuk membuka matanya dan hal pertama yang dia lihat ada sebuah kamar
yang bukan kamar miliknya. Dia membuka matanya lebih lebar lagi, lalu dia
perhatikan ke sekelilingnya bahwa dia bukan berada di kamarnya, lalu kamar
siapa ini dia mengedarkan pandangannya ke seluruh rungan tersebut dan ia menemukan sebuah foto besar yang
terpanjang di kamar itu.. foto itu milik Doni.
Ani
sadar dia sekarang berada di kamar Doni. Ani segera turun dari ranjang itu dan
mengambil tasnya yang terletak di samping tempat tidur itu. dia melangkah
mendekati pintu dan ia ingin membukanya namun pintu terkunci dari luar
Ani mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk kakaknya Distan untuk menyelamatkan dia.
“Kak,
aku di culik Doni kak, sekarang aku di kurung di dalam kamar Doni kakak. Tolong
selamatkan Ani kak.”
__ADS_1
Begitulah pesan yang terkirim kepada Distan.