MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Kenapa Berbeda


__ADS_3

“Sekarang kembali ke belakang! Dan perhatikan ke depan jika


orang menyampaikan informasi jangan melakukan dengan hal 0 hal aneh.”


“Iya kak,” jawab Ani pelan dan kembali berjalan ke


barisannya.


“oke semua di harapkan tidak  melakukan hal yang seperti lagi.”


“Baik kak,” jawab mereka serentak.


Hari sudah mulai sudah sore , dan semua Mahasiswa di


bubarkan untuk pulang . Ani yang  menunggu suaminya yang akan menjemputnya namun sudah lima belas menit


dia menunggu suaminya itu, Ani juga melihat tanda- tanda sang suaminya itu


datang. Kemudian dia mencoba menghubungi Suaminya tapi ada respon sama sekali.


Akhirnya Ani mencari taksi untuk pulang ke rumah, tak lama


akhirnya dia dapat taksi dan masuk ke dalam taksi tersebut. Sepanjang


perjalanan Ani memperhatikan setiap jalan hingga dia menatap tajam terhadap


objek yang membuat dirinya sangat marah. Dia meminta taksi untuk berhenti


sebentar, Ani keluar dari Taksi menuju  para preman yang sedang melakukan kejahatan sama ibu- ibu yang mengemis


di tengah jalan.


“Hey!  Kalian lepaskan


ibuk itu,” teriak Ani menarik para preman tersebut yang bertubuh kekar itu.


Para preman itu melihat ke Ani,  lalu tersenyum sinis ke Ani.


“Hey, gadis cantik kamu datang sendiri untuk kami.”


“Diam kalian, sekarang kalian lepasin ibuk itu.”


“Tak semudah itu gadis cantik,” kata Preman .


 Ani yang kesal


melihat preman itu terus mendekat pada dirinya, dengan ancang-acang yang


mantap dirinya mulai menatap titik target yang akan di berikan pada para


preman itu. preman itu semakin mendekat dirinya pada Ani dan tiba- tiba dirinya


merasa melayang dan mendadak merasakan sakit di alat vitalnya.


Bugg...bugg...bug.... bunyi  tubuh preman itu diatas aspal yang keras


itu, dan mengundang banyak mata yang melihat mereka dan banyak juga berhenti di


sana menyaksikan dirinya.


 Preman itu berusaha


untuk berdiri lalu dengan cepat dia menyerang Ani dengan pukul- pukulan.


Satu persatu  serangan


di tangkis oleh Ani dan para preman juga terkapar  di aspal itu, lalu Ani maju ke hadapan para


preman itu dengan mengangkat sebelah kakinya lalu  di layangkan ke kepala preman tersebut.

__ADS_1


Ani  merasa sudah


cukup memberikan pelajaran pada para preman itu kemudian dirinya  menghampiri ibu- ibu yang akan di rampok oleh


preman tadi.


“Ibuk, apa tidak apa-apa?” tanya dirinya pada ibuk itu.


“Iya nak, terima kasih sudah membantu ibuk. Kalau gak ibu


gak tahu akan diapain mereka.”


“Iya ibuk sama- sama buk. Kita sesama manusia harus membantu


buk. Buk kalau boleh saya tahu ibuk mau kemana?” tanya Ani pada wanita tua itu.


“Saya mau mencari rezeki nak, saya mau ngais sampah dulu


untuk di jadikan uang nak.”


 Ani yang mendengar


itu hatinya begitu tersentuh dan bergetar dengan menatap ibu tua, jika di lihat


dari  kondisi ibuk itu Ani yakin dirinya


tak sanggup melihat akan itu. kemudian Ani mengeluarkan beberapa uang merah


dari dalam tasnya kemudian memberikan pada ibu tua itu.


“Ibuk ini ada sedikit rezeki untuk ibu hari ini.”


“Gak usah nak, kamu sudah menolong ibuk sangat bersyukur


nak.”


“Ibuk, di ambil ya sangat senang  jika ibuk mau mengambil  uang ini, dan soal yang tadi itu kewajiban


Akhirnya dengan bujukan Ani, akhirnya ibuk tua itu mau


mengambil uang yang di berikan.


“Sekarang ibuk bisa beristirahat di rumah dulu buk.”


“Iya nak terima kasih nak, semoga kamu akan selalu di


tambahkan rezeki ya nak, semoga kesuksesan selalu menghampiri dirimu ya nak.”


“Iya  ibuk terima


kasih sudah memberikan saya semangat dan motivasi buk, mari ibu sekarang saya


antar ibuk pulang.”


 Ani menaiki taksi  bersama wanita tua itu menuju ke rumah ibuk


itu. dan sampai saat tiba di rumah yang di tujuan mereka. Awalanya Ani sangat tak percaya melihat rumah yang ada di depan  matanya yang sangat luas dan terlihat mega. Lalu dia melirik ke ibuk itu untuk mamastikan alamatnya benar atau salah.


“Ibuk benar di sini rumahnya buk?” tanya Ani.


“Iya nak, di sini rumah ibuk dan itu rumah ibuk.”


“Iya buk, mari saya bantu,” ujar Ani menuntun ibuk itu


sampai di depan pintunya itu, lalu ibuk itu membuka pintu rumahnya itu.


Ani masih menuntun ibuk itu hingga masuk ke dalam


rumahnya,selanjutnya dirinya di suruh duduk dioleh ibuk itu, tak selang dengan ucapan ibuk tua itu muncul lah seorang anak laki- laki yang baru masuk ke dalam rumah dengan wajah tersenyum menghampiri ibu tua itu.

__ADS_1


“Mama kenapa pakai baju kayak gini lagi, jangan bilang mama


pergi lagi mengais sampah?” tanya  laki-laki itu pada mamanya dan hanya dapat balasan dari mamanya dengan anggukan. Laki- laki itu hanya bisa degan  tersenyum melihat tingka mamanya.


Pemandangan itu tak luput dari penglihatan Ani yang duduk


sejak laki- laki itu datang dan langsung memeluk wanita tua itu dengan penuh


kasih sayang.


“Sanky, kamu gak malu ada gadis cantik yang sedang memperhatikan


tingkah mu,” kata mama Sanky  pada anaknya


itu.


Sanky langsung meluruskan padangan dirinya pada gadis yang


di maksud mamanya itu, dan deg ternyata mahasiswa yang tadi dia marah- marahi karena dirinya kesal.


“Dia siapa ma?” tanya Sanky.


“Dia gadis yang nolongin mama  tadi yang hampir di copet sama preman nak.”


“Kan Sanky sudah bilang sama mama, jangan kayak gitu lagi. Mama


si keras kepala, kalau terjadi apa- apa sama mama bagaimana, untung ada yang nolong kalau gak bagaimana ma.”


“Iya anak mama ini, lihat dia gadis cantik yang berhati mulia sepertinya sangat cocok dengan kamu nak. Mama menyukai gadis itu nak, mama


mau dia jadi mantu mama nanti.”


“Apa- apaan si ma, di itu junior aku di kampus ma, ya baru hari ini dia datang ke kampus sudah bikin aku kesal sama dia ma,” tuturnya pada


sang mama tercinta.


Ani yang mendengar itu hanya bisa mengerilingkan bola


matanya , kemudian menatap Sanky dengan  kesal.


“ Nak nama kamu siapa, ibu belum tahu nama kamu?” tanya mama


Sanky.


“Saya Ani  ibuk,”


jawabnya.


“Wah nama yang sangat indah, sama seperti orangnya.:


Ani hanya bisa tersenyum saja dengan apa yang di sampaikan


oleh mamanya Sanky.


“Iya nak, kenalin nama ibuk Yuni, kamu bisa panggil ibuk


mama aja seperti Sanky panggil mama.”


“Iya buk, eehh mama.”


“Ma, Sanky ke atas dulu mau bersih- bersih dulu ini sudah


lengket badan Sanky.”


“Iya nak, cepat ya.”


“Iya ma.”


Ani hanya melihat kedua orang itu dengan heran kenapa sangat

__ADS_1


berbeda sekali.


__ADS_2