
“Sekarang kembali ke belakang! Dan perhatikan ke depan jika
orang menyampaikan informasi jangan melakukan dengan hal 0 hal aneh.”
“Iya kak,” jawab Ani pelan dan kembali berjalan ke
barisannya.
“oke semua di harapkan tidak melakukan hal yang seperti lagi.”
“Baik kak,” jawab mereka serentak.
Hari sudah mulai sudah sore , dan semua Mahasiswa di
bubarkan untuk pulang . Ani yang menunggu suaminya yang akan menjemputnya namun sudah lima belas menit
dia menunggu suaminya itu, Ani juga melihat tanda- tanda sang suaminya itu
datang. Kemudian dia mencoba menghubungi Suaminya tapi ada respon sama sekali.
Akhirnya Ani mencari taksi untuk pulang ke rumah, tak lama
akhirnya dia dapat taksi dan masuk ke dalam taksi tersebut. Sepanjang
perjalanan Ani memperhatikan setiap jalan hingga dia menatap tajam terhadap
objek yang membuat dirinya sangat marah. Dia meminta taksi untuk berhenti
sebentar, Ani keluar dari Taksi menuju para preman yang sedang melakukan kejahatan sama ibu- ibu yang mengemis
di tengah jalan.
“Hey! Kalian lepaskan
ibuk itu,” teriak Ani menarik para preman tersebut yang bertubuh kekar itu.
Para preman itu melihat ke Ani, lalu tersenyum sinis ke Ani.
“Hey, gadis cantik kamu datang sendiri untuk kami.”
“Diam kalian, sekarang kalian lepasin ibuk itu.”
“Tak semudah itu gadis cantik,” kata Preman .
Ani yang kesal
melihat preman itu terus mendekat pada dirinya, dengan ancang-acang yang
mantap dirinya mulai menatap titik target yang akan di berikan pada para
preman itu. preman itu semakin mendekat dirinya pada Ani dan tiba- tiba dirinya
merasa melayang dan mendadak merasakan sakit di alat vitalnya.
Bugg...bugg...bug.... bunyi tubuh preman itu diatas aspal yang keras
itu, dan mengundang banyak mata yang melihat mereka dan banyak juga berhenti di
sana menyaksikan dirinya.
Preman itu berusaha
untuk berdiri lalu dengan cepat dia menyerang Ani dengan pukul- pukulan.
Satu persatu serangan
di tangkis oleh Ani dan para preman juga terkapar di aspal itu, lalu Ani maju ke hadapan para
preman itu dengan mengangkat sebelah kakinya lalu di layangkan ke kepala preman tersebut.
__ADS_1
Ani merasa sudah
cukup memberikan pelajaran pada para preman itu kemudian dirinya menghampiri ibu- ibu yang akan di rampok oleh
preman tadi.
“Ibuk, apa tidak apa-apa?” tanya dirinya pada ibuk itu.
“Iya nak, terima kasih sudah membantu ibuk. Kalau gak ibu
gak tahu akan diapain mereka.”
“Iya ibuk sama- sama buk. Kita sesama manusia harus membantu
buk. Buk kalau boleh saya tahu ibuk mau kemana?” tanya Ani pada wanita tua itu.
“Saya mau mencari rezeki nak, saya mau ngais sampah dulu
untuk di jadikan uang nak.”
Ani yang mendengar
itu hatinya begitu tersentuh dan bergetar dengan menatap ibu tua, jika di lihat
dari kondisi ibuk itu Ani yakin dirinya
tak sanggup melihat akan itu. kemudian Ani mengeluarkan beberapa uang merah
dari dalam tasnya kemudian memberikan pada ibu tua itu.
“Ibuk ini ada sedikit rezeki untuk ibu hari ini.”
“Gak usah nak, kamu sudah menolong ibuk sangat bersyukur
nak.”
“Ibuk, di ambil ya sangat senang jika ibuk mau mengambil uang ini, dan soal yang tadi itu kewajiban
Akhirnya dengan bujukan Ani, akhirnya ibuk tua itu mau
mengambil uang yang di berikan.
“Sekarang ibuk bisa beristirahat di rumah dulu buk.”
“Iya nak terima kasih nak, semoga kamu akan selalu di
tambahkan rezeki ya nak, semoga kesuksesan selalu menghampiri dirimu ya nak.”
“Iya ibuk terima
kasih sudah memberikan saya semangat dan motivasi buk, mari ibu sekarang saya
antar ibuk pulang.”
Ani menaiki taksi bersama wanita tua itu menuju ke rumah ibuk
itu. dan sampai saat tiba di rumah yang di tujuan mereka. Awalanya Ani sangat tak percaya melihat rumah yang ada di depan matanya yang sangat luas dan terlihat mega. Lalu dia melirik ke ibuk itu untuk mamastikan alamatnya benar atau salah.
“Ibuk benar di sini rumahnya buk?” tanya Ani.
“Iya nak, di sini rumah ibuk dan itu rumah ibuk.”
“Iya buk, mari saya bantu,” ujar Ani menuntun ibuk itu
sampai di depan pintunya itu, lalu ibuk itu membuka pintu rumahnya itu.
Ani masih menuntun ibuk itu hingga masuk ke dalam
rumahnya,selanjutnya dirinya di suruh duduk dioleh ibuk itu, tak selang dengan ucapan ibuk tua itu muncul lah seorang anak laki- laki yang baru masuk ke dalam rumah dengan wajah tersenyum menghampiri ibu tua itu.
__ADS_1
“Mama kenapa pakai baju kayak gini lagi, jangan bilang mama
pergi lagi mengais sampah?” tanya laki-laki itu pada mamanya dan hanya dapat balasan dari mamanya dengan anggukan. Laki- laki itu hanya bisa degan tersenyum melihat tingka mamanya.
Pemandangan itu tak luput dari penglihatan Ani yang duduk
sejak laki- laki itu datang dan langsung memeluk wanita tua itu dengan penuh
kasih sayang.
“Sanky, kamu gak malu ada gadis cantik yang sedang memperhatikan
tingkah mu,” kata mama Sanky pada anaknya
itu.
Sanky langsung meluruskan padangan dirinya pada gadis yang
di maksud mamanya itu, dan deg ternyata mahasiswa yang tadi dia marah- marahi karena dirinya kesal.
“Dia siapa ma?” tanya Sanky.
“Dia gadis yang nolongin mama tadi yang hampir di copet sama preman nak.”
“Kan Sanky sudah bilang sama mama, jangan kayak gitu lagi. Mama
si keras kepala, kalau terjadi apa- apa sama mama bagaimana, untung ada yang nolong kalau gak bagaimana ma.”
“Iya anak mama ini, lihat dia gadis cantik yang berhati mulia sepertinya sangat cocok dengan kamu nak. Mama menyukai gadis itu nak, mama
mau dia jadi mantu mama nanti.”
“Apa- apaan si ma, di itu junior aku di kampus ma, ya baru hari ini dia datang ke kampus sudah bikin aku kesal sama dia ma,” tuturnya pada
sang mama tercinta.
Ani yang mendengar itu hanya bisa mengerilingkan bola
matanya , kemudian menatap Sanky dengan kesal.
“ Nak nama kamu siapa, ibu belum tahu nama kamu?” tanya mama
Sanky.
“Saya Ani ibuk,”
jawabnya.
“Wah nama yang sangat indah, sama seperti orangnya.:
Ani hanya bisa tersenyum saja dengan apa yang di sampaikan
oleh mamanya Sanky.
“Iya nak, kenalin nama ibuk Yuni, kamu bisa panggil ibuk
mama aja seperti Sanky panggil mama.”
“Iya buk, eehh mama.”
“Ma, Sanky ke atas dulu mau bersih- bersih dulu ini sudah
lengket badan Sanky.”
“Iya nak, cepat ya.”
“Iya ma.”
Ani hanya melihat kedua orang itu dengan heran kenapa sangat
__ADS_1
berbeda sekali.