
Suami istri
itu sedang berbincang mengenai kegagalan
orang suruhan mereka untuk mencelakai Ani, orang- orang mereka di gagalkan
aksinya oleh suaminya Ani, sekarang mereka sendiri yang akan turun tangan untuk
mencelakai Ani. Mereka harus mengatur strategi agar tidak terendus perbuatan mereka pada Ani kali ini mereka gak sabaran lagi melenyapkan
Ani namun selalu gagal karena selalu di gagalkan oleh suaminya Ani.
Dirga memang sudah mengetahui jika kedua mertuanya
ingin melenyapkan istrinya Dirga tidak tinggal diam saja saat orang suruhan
mertuanya itu sudah beraksi, bahkan hampir saja dia terlambat saat
menyelamatkan istrinya itu.
Untuk kali
ini Dirga tidak akan memberikan ampun kepada ke dua mertuanya tersebut mereka
sungguh tega sekali pada istrinya, padahal istrinya adalah anak mereka juga
darah daging mereka tapi tak adah hati nurani mereka untuk melenyapkan anaknya
sendiri.
“Papa mama ada ide, besok mama akan pergi ke
kampus anak sialan itu.”
“Mama mau ngapain ke sana?” tanya suaminya itu.
“Iya mama datang untuk pura- pura menemuinya dan
meminta maaf terus mama ajak dia untuk pergi sama mama dan saat itu mama akan
lancarkan aksi kita.”
“Mama yakin dengan mama katakan, papa takutnya
mama akan terluka sebab Dirga tidak tinggal diam saja mama akan kejadian
__ADS_1
terhadap istrinya itu.”
“Papa tenang saja, mama datang ke sana berpura-
pura minta maaf pada anak sialan itu.”
“Oke kalau mama yakin akan berhasil dengan cara
ini, papa akan ikut memantau dari jauh besok.”
Sedangkan di rumah mega milik Ani suaminya Dirga
sedang mengumpulkan seluruh bodyguardnya untuk mengatur strategi perlindungan
istrinya.
“Semua kalian dengarkan apa yang saya sampaikan.”
“Iya Tuan, kami akan dengarkan.”
“Baik, saya akan utus dari kalian semua menyelidik
kedua orang ini selama dua hari kedepan. Dan sebagian kalian saya perintahkan
“Baik Tuan, kami siap laksanakan.”
“Bagus, saya tidak mau mendengar kata keluhan
nanti.”
“Siap laksanakan Tuan.”
Setelah di bubarkan olehnya Dirga segera masuk ke
dalam rumahnya untuk menemui istrinya.
Ani yang sedang menyiapkan makan di meja makan
untuk suaminya dan menunggu suaminya terlebih dahulu tak lama kemudian suaminya
datang dengan senyuman yang mengambang
di bibirnya Ani yang melihat senyuman suaminya begitu girang. Senyuman manis
suaminya sangat menggoda sekali.
__ADS_1
“Mas ayo, duduk aku sudah siapin makan kesukaan
mas ini.”
“Wah kelihatan sangat nikmat sekali sayang, mas
makin lapar ini,” ujar Dirga sambil
mengelus perutnya lalu dia menarik kursi untuk duduk.
Ani yang melihat suaminya sudah duduk diapun ikut
duduk kemudian mengambilkan makanan untuk suaminya terus tak lupa menyuapin
makanan itu untuk suaminya. Di sela-sela dirinya menyuapi suaminya dia pun
menyuapi dirinya sendiri dengan sendok yang sama.
“Mas sudah kenyang belum?” tanya Ani.
“Humm, sudah sayang sekarang kamu lagi yang makan
ya sini biar mas yang suapin.”
Dirga menyuapi istrinya dengan lembut penuh kasih
sayang menatap istrinya itu, di pandangi wajah istrinya yang setiap hari
semakin cantik dan mempesona.
Dia tidak menyangka wanita yang di hadapannya ini
begitu cantik, senyuman yang manis yang
terukir di wajahnya itu membuat hati Dirga senang tak kentara.
“Oya sayang bagaimana hari perkuliahan kamu?”
“Hari ini berjalan dengan lancar mas, tidak ada
yang terlalu sulit. Materi yang diajarkan juga mudah di pahami.”
“Bagus lah kalau seperti itu, semoga makin pintar
ya istri mas ini.”
__ADS_1