MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Rutinitas Pagi


__ADS_3

Terik mentari sudah mulai naik sepenggal bambu dua insan yang sudah terbangun sekarang sibuk


dengan persiapan masing-masing  untuk berangkat kerja dan ke kampus hari ini.


Ani bangun terlebih dahulu dari pada suaminya seperti rutinitas dirinya sebagai suaminya harus masak  sarapan untuk suaminya, menyiapkan perlengkapan suaminya untuk berangkat ke kantor, di tambah dengan perlengkapan dia juga untuk kuliah   hari ini.


 Selesai dia menyiapkan sarapan dan di sajikan di  atas meja lalu dia bergegas ke kamar  untuk mandi dan bersiap-siap untuk pergi kuliah, tapi sampai di kamar di hadang suaminya untuk membantu dirinya mengenakan pakaian.


“Sayang, bantu aku mengenakan baju ku,” perintah suaminya itu.


“Mas, hari mas bisa lakukan sendiri, aku mau mandi dulu


keburu nanti siang mas,” saut Ani.


“Gak! Kamu istriku  jadi kamu harus nurut sama perintah ku.”


‘Iya tapi untuk kali ini aku gak bisa mas, aku harus segera


mandi mas,” lalu Ani segera berlari menuju kamar mandi tak menghiraukan suaminya


itu. sedangkan Dirga menatap tajam istrinya itu yang tidak membantunya

__ADS_1


memakaikan baju. Dia tidak mengejar istrinya itu lari dari perintahnya namun


dia mempunyai ide bagus yang akan buat hukuman istrinya itu.


Dirga duduk di tepi ranjang dengan badannya  yang toples hanya handuk yang menutup bagian


tubuh bawahnya, dia menunggu istrinya itu sampai selesai mandi. Ani  mengguyur tubuhnya dengan air secepat mungkin dia bisa di bilang mandi bagaikan di sambar petir. Tak lama kemudian dia sudah


membilas busa- busa sabun yang ada di tubuhnya, kemudian dirinya mengeringkan tubuhnya


dengan handuk dan segera keluar.


 Bunyi pintu kamar terbuka dan  muncul Ani dengan rambut basah di sana dia langsung menuju ruang  ganti  untuk mengakan pakaian. Sedangkan Dirga yang  melihat istrinya itu hanya diam saja, dia masih duduk diam di tepi ranjang seperti dia saat ini dia lagi ngambek sama istrinya itu.


cocok di tubuhnya saat dipakainya. Sudah selesai dengan  urusan pakaian dia Ani  keluar dari sana, lalu berjalan menuju ke meja rias, namun satu hal yang membuat penglihatannya terganggu melihat sosok


suaminya yang   duduk di tepi ranjang itu dengan  begitu tajam menatap dirinya.


 Ani menghampiri suaminya tersebut, dan kenapa suaminya juga belum mengenakan pakaian.


“Mas, kenapa kamu belum juga mengenakan pakaian?” tanya Ani.

__ADS_1


“Ya, kamu pikir sendiri tugas kamu sebagai istri.”


“Astaga mas, kenapa begitu sekali si mas. Kan aku sudah


bilang sama kamu mas, aku hari ini gak mau telat.”


“Aku suami kamu yang haus kamu patuhi.”


Ani tidak melawan suaminya itu untuk berdebat, jika terus berdebat dengan suaminya maka tak kata kelar nantinya, malah dia makin terlambat nantinya. Dia  mengambil stelan pakaian yang sudah dia siapkan untuk suaminya itu.


“Sini mas, aku bantu pakaian kan mas.” Dirga hanya diam saja saat istrinya itu menyuruh dirinya mendekat. Ani yang di diamkan suaminya itu harus bersabar  dengan tingkah merajuk suaminya itu akhirnya dia berdiri di depan suaminya itu.


Ani membantu suaminya itu untuk mengenakan baju terlebih dahulu, kemudian dia mau memakaikan celana  harus terhenti saat suaminya bilang jika dirinya belum menggunakan CD, dengan sabar Ani mengenakan CD suaminya itu, kemudian di susul dengan celana. Dan akhirnya dia selesai mengenakan pakaian suaminya dan sekarang rapi dan terlihat ganteng, bukan terlihat saja namun memang ganteng.


Sekarang dia harus harus buru- buru merias wajah  karena melihat jam yang sudah makin siang


hanya 30 menit lagi dia harus sampai di kampus. Semua sudah siap dia segera turun ke bawah bersama suaminya  untuk makan tak lupa Juga Ani membawa tas miliknya  dan suaminya itu.


 Dirga yang melihat istri kesayangan dia terburu- buru pun  menyuruh istrinya dia untuk membikinkan bekal saja untuk  dirinya dan istrinya agar bisa di makannya di dalam mobil. Ani yang menerima saran  suaminya itu pun lekas menyiapkan dua bekal untuk dirinya suaminya.


 Sekarang mereka berdua sudah meninggalkan  pekarangan rumah mereka Ani mulai menyantap bekalnya itu sambil menyuapi suaminya yang menyetir. Sepanjang jalan dia bisa mengisi perutnya  dan juga suaminya hingga dia tiba di depan gerbang kampus dengan tepat waktu.

__ADS_1


Ani turun dari mobil suaminya  tersebut tak lupa bersalam pada suaminya dan tentu saja itu rutinitas dia saat punya suami. Setelah itu dia turun dari mobil dia langsung berjalan masuk ke dalam kampus itu Dirga yang di tinggal istrinya pun pergi dari sana.


__ADS_2