MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Nyanyi Potong Bebek Angsa


__ADS_3

“Oke sekarang tolong perkenalkan diri kalian satu


persatu biar kami tahu siapa saja nama kalian dan saling mengenali satu sama


lain di antara anggota kelompok sebab satu minggu ke depan kalian akan satu


kelompok.”


“Baik bang,” jawab mereka serentak.


“Baik sekarang di mulai dari ujung  kanan dengan siapa?”


“ baik kakak perkenalkan nama saya Antonyxi.”


“Saya Jingxing kak, bang.”


“Saya Yuang ji.”


“Saya Guan yu.”


Dan seterusnya dan sampai di giliran Ani.


“Saya Ani Anggraini kak, bang.”


“ selanjutnya “


“Saya Wike kakak, bang.”


 “ Oke semua


sudah perkenalkan diri, jadi sekarang akan kita mulai acara berikutnya, dan


kalian juga  harus siap dengan acara


berikut ini”


“Baik kak.”


Semua sudah melakukan sesuai dengan instruksi yang


di berikan oleh para senior pembimbing mereka. Begitu juga dengan kelompok


sepulu saat ini terlihat Ani yang sedang di hukum leh Sanky yang saat ini


menyuruh dirinya menyanyikan dengan potong bebek angsa dengan akhiran.


Ani yang di suruh tak bisa menolak dirinya


terpaksa  bernyanyi dengan perintah sanky,


Sanky yang melihat wajah Ani yang tak terima hanya terlihat cuek dan tersenyum


dengan sinis.


“Silahkan di mulai, jangan main-main.”


“iya kak, sabar sebentar,” balas Ani.


Potong bebek, angsa, masak di kuali


Nona minta dansa, dansa empat kali


Sorong ke kiri, sorong ke kanan


La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la

__ADS_1


Sorong ke kiri, sorong ke kanan


La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la


Potong bebek, angsa, masak di kuali


Nona minta dansa, dansa empat kali


Sorong ke kiri, sorong ke kanan


La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la


Sorong ke kiri, sorong ke kanan


La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la


Potong bebek, angsa, masak di kuali


Nona minta dansa, dansa empat kali


Sorong ke kiri, sorong ke kanan


La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la


Sorong ke kiri, sorong ke kanan


La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la


Sorong ke kiri, sorong ke kanan


La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la


Sorong ke kiri, sorong ke kanan


La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la


“Ya, jawabnya,”Sanky dengan cuek. Lalu dia melihat


ke semua anggota yang  lain yang sedang


berbincang- bincang dengan senior lainnya.


“Semua perhatikan kedepan saya ingin menyampaikan


instruksi untuk hari esok seluruh mahasiswa baru wajib membawa barangnya .”


 Mereka


merapat ke dan memperhatikan ke tiga senior di depan mereka


“oke semua besok harus bawah, pakaian yang di


hias dari Plastik yang di bekas. Kemudian juga bawah balon, dan satu ember


dengan ukuran yang lumayan  untuk esok


hari. Saya harap semua membawa alat tersebut jika tidak membawa maka terima


resiko yang akan di berikan kepada Mahasiswa.


“Baik, kakak.”


“Baik, saya harap kalian mematuhi peraturan  yang kami berikan.”


Ani yang masih kesal sama  seniornya itu hanya bisa misu- misu barisan

__ADS_1


paling belakang dia hanya asal- asalan mendengarkan apa yang di sampaikan oleh


seniornya itu. dia sangat merasa bosan dan kesal dengan seniornya yang satu


itu, sedangkan Sanky yang melihat dari depan tampak tidak menyukai hal


yang  diperbuat anak Maba itu,Sanky


berjalan menuju Ani yang masih asik dengan menendang- nendang udara itu tak


menyadari jika seniornya di depan dirinya.


“Au sakit,” pekik Ani saat  kakinya di tendang balik oleh Sanky.


“Kamu mau saya hukum lagi?” tanya Sanky dengan


suara tegas.


“Tidak kak,” jawab Ani menunduk sambil mengumpat


di dalam hatinya.


“Kamu kedepan!” Titah Sanky.


“Kenapa harus ke depan kak?”


“Kamu pikir sendiri ngapain kamu saya suruh  kedepan.”


 Dengan


malas dirinya maju ke depan dan berdiri di samping seniornya yang ada bang Zigo


serta Sania. Mereka menatap ke Ani  yang


di tatap hanya pura- pura tidak tahu apa- apa , tapi memang tak tahu apa- apa


saat ini.


“Silahkan sampaikan kembali apa yang saya


sampaikan kepada teman- teman kamu tadi.”


Ani jadi bingung apa yang akan dia sampaikan bahwa


dia tak menyimak apa yang di sampaikan oleh Sanky tadi di depan.”


“Kenapa masih diam, silahkan sampaikan kembali.”


“Maaf....” kata Ani terpotong saat Sanky bicara


“Makanya jika orang menyampaikan sesuatu di depan


jangan melakukan hal  lain juga di


belakang! Kamu  lihat ini akibat orang


yang tak menghargai orang  bicara di


depan kamu.”


Ani hanya menunduk saat ini, dia tak mau berurusan


dengan seniornya ini, dia sangat malas melihat sosok angkuh itu.


“Sekarang kamu kan saya berikan toleransi , lain

__ADS_1


kali seperti itu tidak akan ada maaf lagi.”


__ADS_2