
“Oke sekarang tolong perkenalkan diri kalian satu
persatu biar kami tahu siapa saja nama kalian dan saling mengenali satu sama
lain di antara anggota kelompok sebab satu minggu ke depan kalian akan satu
kelompok.”
“Baik bang,” jawab mereka serentak.
“Baik sekarang di mulai dari ujung kanan dengan siapa?”
“ baik kakak perkenalkan nama saya Antonyxi.”
“Saya Jingxing kak, bang.”
“Saya Yuang ji.”
“Saya Guan yu.”
Dan seterusnya dan sampai di giliran Ani.
“Saya Ani Anggraini kak, bang.”
“ selanjutnya “
“Saya Wike kakak, bang.”
“ Oke semua
sudah perkenalkan diri, jadi sekarang akan kita mulai acara berikutnya, dan
kalian juga harus siap dengan acara
berikut ini”
“Baik kak.”
Semua sudah melakukan sesuai dengan instruksi yang
di berikan oleh para senior pembimbing mereka. Begitu juga dengan kelompok
sepulu saat ini terlihat Ani yang sedang di hukum leh Sanky yang saat ini
menyuruh dirinya menyanyikan dengan potong bebek angsa dengan akhiran.
Ani yang di suruh tak bisa menolak dirinya
terpaksa bernyanyi dengan perintah sanky,
Sanky yang melihat wajah Ani yang tak terima hanya terlihat cuek dan tersenyum
dengan sinis.
“Silahkan di mulai, jangan main-main.”
“iya kak, sabar sebentar,” balas Ani.
Potong bebek, angsa, masak di kuali
Nona minta dansa, dansa empat kali
Sorong ke kiri, sorong ke kanan
La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la
__ADS_1
Sorong ke kiri, sorong ke kanan
La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la
Potong bebek, angsa, masak di kuali
Nona minta dansa, dansa empat kali
Sorong ke kiri, sorong ke kanan
La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la
Sorong ke kiri, sorong ke kanan
La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la
Potong bebek, angsa, masak di kuali
Nona minta dansa, dansa empat kali
Sorong ke kiri, sorong ke kanan
La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la
Sorong ke kiri, sorong ke kanan
La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la
Sorong ke kiri, sorong ke kanan
La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la
Sorong ke kiri, sorong ke kanan
La-la-la-la-la-la-la-la-la-la-la
“Ya, jawabnya,”Sanky dengan cuek. Lalu dia melihat
ke semua anggota yang lain yang sedang
berbincang- bincang dengan senior lainnya.
“Semua perhatikan kedepan saya ingin menyampaikan
instruksi untuk hari esok seluruh mahasiswa baru wajib membawa barangnya .”
Mereka
merapat ke dan memperhatikan ke tiga senior di depan mereka
“oke semua besok harus bawah, pakaian yang di
hias dari Plastik yang di bekas. Kemudian juga bawah balon, dan satu ember
dengan ukuran yang lumayan untuk esok
hari. Saya harap semua membawa alat tersebut jika tidak membawa maka terima
resiko yang akan di berikan kepada Mahasiswa.
“Baik, kakak.”
“Baik, saya harap kalian mematuhi peraturan yang kami berikan.”
Ani yang masih kesal sama seniornya itu hanya bisa misu- misu barisan
__ADS_1
paling belakang dia hanya asal- asalan mendengarkan apa yang di sampaikan oleh
seniornya itu. dia sangat merasa bosan dan kesal dengan seniornya yang satu
itu, sedangkan Sanky yang melihat dari depan tampak tidak menyukai hal
yang diperbuat anak Maba itu,Sanky
berjalan menuju Ani yang masih asik dengan menendang- nendang udara itu tak
menyadari jika seniornya di depan dirinya.
“Au sakit,” pekik Ani saat kakinya di tendang balik oleh Sanky.
“Kamu mau saya hukum lagi?” tanya Sanky dengan
suara tegas.
“Tidak kak,” jawab Ani menunduk sambil mengumpat
di dalam hatinya.
“Kamu kedepan!” Titah Sanky.
“Kenapa harus ke depan kak?”
“Kamu pikir sendiri ngapain kamu saya suruh kedepan.”
Dengan
malas dirinya maju ke depan dan berdiri di samping seniornya yang ada bang Zigo
serta Sania. Mereka menatap ke Ani yang
di tatap hanya pura- pura tidak tahu apa- apa , tapi memang tak tahu apa- apa
saat ini.
“Silahkan sampaikan kembali apa yang saya
sampaikan kepada teman- teman kamu tadi.”
Ani jadi bingung apa yang akan dia sampaikan bahwa
dia tak menyimak apa yang di sampaikan oleh Sanky tadi di depan.”
“Kenapa masih diam, silahkan sampaikan kembali.”
“Maaf....” kata Ani terpotong saat Sanky bicara
“Makanya jika orang menyampaikan sesuatu di depan
jangan melakukan hal lain juga di
belakang! Kamu lihat ini akibat orang
yang tak menghargai orang bicara di
depan kamu.”
Ani hanya menunduk saat ini, dia tak mau berurusan
dengan seniornya ini, dia sangat malas melihat sosok angkuh itu.
“Sekarang kamu kan saya berikan toleransi , lain
__ADS_1
kali seperti itu tidak akan ada maaf lagi.”