
“Aa... dasar om-om mesum anda!” takas Ani.
“siapa yang kamu bilang om-om mesum ha?” tanya Dirga.
"Ya,om lah siapa lagi,”dengan ekspresi menjijikan Ani menggelengkan kepalanya. “
kamu tau jika kamu ,menolak saya akan hukum kamu!ujar Dirga.
“Enak aja anda,disini bukan sekolah dan saya tidak melakukan kesalahan,terus kenapa pula aku yang di hukum! Tegas Ani tak terima.
" Kamu berani lawan saya?”Dirga menaikan alis matanya tampak menggoda Ani istrinya itu.
“Berani lah ,ngapain saya takut sama om-om kayak anda! Tegas Ani. Sebuah ide jahil terlintas di otak Dirga. Ia kembali manarik tangan Ani dengan paksa walau ani , merontak-rontak Untuk dilepaskan.
Dirga masih berusaha menarik tangan istrinya itu hingga tubuh istrinya itu jatuh dalam pakuan nya , Dirga sangat senang sekali bisa menggoda istrinya itu,entah otak apa yang merasukinya ia menuntun tangan Ani istrinya itu ke juniornya.Ia merasakan sentuhan yang membuat libido Dirga naik level walau istrinya itu tak mau menyentuhnya dengan paksa Dirga menuntun tangan istrinya itu. Sebuah senyum terukir Di bibirnya saat melihat wajah istrinya yang sudah memerah menahan malu.
ia merasa gairahnya itu tak tertahankan lagi ia mulai menciumi pipih, , bibir istrinya itu dengan lembut hingga menciptakan keenakan bagi istrinya ia memberikan pada leher istrinya tanda kepemilikannya.
Ia meraba seluruh tubuh istrinya itu dengan sangat lembut ia juga sudah hampir membuat istrinya tampa sehelai benang kain yang menutupi tubuhnya. Ia berhenti ketika suara istrinya
”maaf om aku belum siap!”akhirnya kata itu membuat Dirga mengerti.
Lalu ia memeluk tubuh istrinya itu dengan erat lalu ia tuntun untuk menidurkan kepala istrinya itu di ranjang. Ia ikut berbaring di samping istrinya tak lupa ia mengecup kening istrinya .Lalau ia memejamkan matanya sambil mengeratkan tubuh istrinya kepelukannya .Tak terasa ia pun ikut tertidur menyusul tidur.
Keesokan paginya Ani sudah terbangun dari tidurnya, ia merasakan berat pada perutnya itu , lalu menyingkirkan tangan itu dari perutnya , namun tangan itu sangat erat melekat pada perutnya.
__ADS_1
Ia membalik posisinya hingga ia menatap wajah tampan milik pria yang sudah menjadi suaminya itu dengan lekat. Saat ia tidur ia sangat tampan sekali,pipih nya mulus,hidungnya mancung dan bibirnya yang seksi sungguh beruntung jika wanita yang mendapatkan cintanya, guman Ani dalam hati
“ sudah puas kamu menatap wajah tampan suamimu ini?” terdengar dari pria yang ditatapnya sontak Ani gelalapan dan memalingkan kepalanya kesamping sembraut memerah sudah tampak di wajahnya.
Dirga yang melihat istrinya yang salah tingkah itu, dan sembraut merona di wajahnya itu membuat Dirinya ingin menggoda istrinya itu.lalu ia merangkak keatas tubuh istrinya itu lalu langsung mencium kening dan bibir istrinya itu, dirinya sangat menikmati bibir mungil istrinya itu yang menjadi candu untuk dirinya mulai saat ini.
Ia mengemut bibir itu bibir istrinya itu biar lidahnya bisa masuk kedalam mulut istrinya itu. Ia tau ini untuk yang pertama bagi istrinya itu karena istrinya hanya diam saja. Ia mengigit bibir bawah istrinya hingga istrinya memberikan cela untuk dirinya mengakses masuk kedalam mulut .
serasa istrinya kehabisan nafas ia pun melepaskan taun pada bibirnya istrinya itu lalu menatap wajah istrinya itu penuh dengan rasa cinta .Ani yang dari tadi mengindari tatapan karena ia malu di tatap oleh suaminya itu.
”Kenapa kamu gugup sama suami kamu ini?guman Dirga dengan mengedipkan sebelah matanya.
” Aku gak gugup kok” balas Ani.”Lalu apa sayang?tanya suaminya .”aku hanya malu ditatap gitu sama kamu.”
“ kamu gak perlu malu sama aku ya sayang, aku ini suamimu sekarang,” tutur Dirga. Ani menggangguku saja.
ia berlari menuju kamar mandi bawah ia segera mengambil wudhu setelah selesai ia segera masuk kedalam kamar lagi, waktu ia samapi dikamar ia tidak menemukan mokena , akhirnya mencari baju suaminya yang besar dan dalam hingga ia menemukan ,satu baju yang bisa ia gunakan untuk sholat ia lilitkan jilbab itu kepada kepalanya, lalu melilitkan kain panjang itu pada pinggangnya hingga menutup kakinya.ia segera menunaikan kewajibannya.
5 menit kemudian akhirnya Ani selesai menyelesaikan sholatnya, ia segera berdiri namun terhenti
" sedang apa kamu ?tanya Dirga.
“ Aku sedang melakukan kewajiban ku , pada tuhan.”
“ kewajiban apa yang kau maksud?’ tanya suaminya itu.
__ADS_1
“ Aku sedang melaksanakan sholat, apa kamu tidak melaksanakan sholat subuh? Tanya Ani.
“ Aku sudah lama tak melaksanakan sholat itu,sejak 20 tahun yang lalu!” Ani yang mendengar itu sedikit terkegut selama itu suaminya tidak menunaikan sholatnya. Ia masih terdiam mendengar jawaban dari suaminya itu.
Ia lekas merubah raut wajahnya biar tidak salah paham.
”Maaf aku memakai baju kamu, karena aku tidak punya mukena,”ujar Ani pada suaminya.
“ iya , tidak apa.”
Lalu Ani secepatnya ia berjalan ke ke lemari untuk mengambil baju yang ada di sana ,lalu ia masuk kedalam kamar mandi.Dirga melihat istrinya yang masuk ke kamar mandi ia hanya tersenyum saja entah apa yang membuat dirinya itu tersenyum dan wajahnya tampak berseri sekali.
Klek... Ani keluar dari kamar mandi dengan pakain seragam sekolah yang lengkap ia berjalan menuju lemari yang ada di sana untuk berkaca sambil menyisir rambutnya. Ani tidak melihat jika suaminya berada di dalam kamar itu. Ia asik – menyisir rambutnya dengan pelan.
Hingga ia merasakan pelukan dari belakang. Ternyata suaminya itu yang sedang memeluknya ,Dirga menarik kepalanya di ceruk leher istrinya itu ia menghirup aroma vanila dari tubuh istrinya itu ia sangat menyukainya.
Lalu i mengeratkan pelukan pada istrinya sambil mengendus -ngedus tengkuluk istrinya.Ani merasa geli atas perlakuan suaminya itu.
Ia berusaha untuk bersikap biasa saja , ia tau jika ia menolak ia kan berdosa, walau dalam dirinya ia tak ada rasa cinta , bahkan ia hanya bertemu kemaren ketika pernikahan berlangsung.
“ sayang kamu mau kemana, kok pakai seragam ?” bisik Dirga ditelinga istrinya itu.
“ mau berangkat sekolah, aku ada ulangan hari ini.”
“ Kamu izin dulu saja,kamu kan baru nikah.”
__ADS_1
Ani tidak suka di larang – larang mulai kesal.” Aku harus pergi sekolah, aku lagi ada ulangan tak ada sangkut pautnya aku sekolah dengan menikah.
Lagian pernikahan ini tidak akan bertahan lama, jadi untuk apa aku harus buang –buang waktu dengan hal menurutku tak menguntungkan ku,” tegas Ani . “Apa kata kamu tidak sangkut pautnya?” tanya Dirga sedikit tak suka dengan perkataan istrinya itu.