
Satu minggu kemudian
tiba saat- saat yang di nanti- nanti oleh semua murid. Sekarang aula sekolah
itu sudah penuh dengan semua murid yang akan melaksanakan perpisahan sekolah. Suara
bising keramaian juga sangat terdengar sekali, kebetulan hari masih pagi acara
belum di mulai sama sekali. Satu persatu murid berdatangan di dampingi oleh
keluarga mereka. Dengan pakaian yang cantik serta anggung yang menutupi tubuh
mereka, tak lupa juga dengan Ani yang baru saja datang dengan ke tiga kakaknya
itu. mereka berempat jadi pusat perhatian banyak siswa- siswi lainnya bagaiman
tidak pria tampan –tampan itu berjalan sambil menggandeng tangan si cantik Ani
yang tak kalah cantik, anggun. Banyak yang menatap mereka dengan terpesona. Ani
yang di gandeng sang kakak tercintanya itu, berjalan dengan santuy ke arah
kursi yang sudah tersedia di sana.
Rendy yang mengenakan
pakaian kasual berwarna biru muda sangat
mecing dengan penampilannya, gaya rambut yang di tata rapi itu bagaikan
penambah kadar ketampanan dirinya. Sangat cocok dengan postur tubuhnya bagaikan
model remaja. Tak kala dari itu Aldo juga sama dengan Rendy tak kalah tampan
dengan pakaian yang di gunakannya pada pagi ini, begitu juga dengan Ani dan
Distan mereka mengenakan pakaian yang konsepnya sama. Kedua kakak beradik itu
terlihat sangat serasi sekali dan tentunya akan mengudang banyak mata siswa
yang mengidolakan Distan akan banyak bisik- bisik yang terdengar.
“ wih keren bangat tu
Distan, tampang sekali dia,” ujar gadis baju merah itu.
“Iya keren, pengen
bangat gue jadi pacar dia.”
“Tapi si Ani juga
terlihat cantik sekali.”
“Dia lagi yang lo
kagumi?” ketus temannya.
“Lo kenapa emangnya?”
tanya gadis baju merah itu.
“Lo gak tahu apa,
selama dia sekolah di sini si Distan itu
kayak kunci ama prangko aja. Gue gak ada waktu untuk deketin Distan .”
“Ya, mereka saudara
kali. Kan dia adik Distan ya wajar lah dia kayak perangko.”
“Kesal ah, jangan sebut
nama dia lagi.”
__ADS_1
“Ya, wih gue gak nyangka mereka tampan – tampang sekali.”
Gadis yang di
sampingnya hanya menghela nafas kasar.
Kita kembali lihat ke empat orang yang jadi
pusat perhatian itu, Ani sudah duduk di tengah Aldo, Distan, di samping Distan
ada Rendy yang lagi duduk anteng di sana yang menatap ke atas panggung itu.
“Kenapa bro lihat gitu
amat?” tanya Aldo.
“Gue bakal rindu bangat
nanti suasana ini,” ujar Ready.
“Emang kamu aja , kita
juga lah.”
“Iya, tapi setelah ini
gue bakal jauh dari kalian semua!” tutur Rendy pelan.
“Emang kak Rendy mau
ke mana?” tanya Ani.
“Kakak mau lanjutin
studi di London dek sayang.”
“Jauh sekali kakak,
pasti aku akan kangen kakak,” ujar Ani .
sana kakak akan sering memberikan kabar kok.”
“Emang lo doang yang
akan kesana, gue juga kok,” saut Aldo.
“Lo, di sana juga?”
tanya balik Rendy.
“Iya gue di sana, gue
mau lanjutin cita- cita gue di sana. Gue mau terjun ke dunia perfilman Rendy.”
“Kak, Aldo, Kak Rendy
bakal jauh dari Ani, nanti jangan lupa sering- sering kabari Ani, jangan
lupakan Ani kakak,” ujar Ani cemberut.
“Gak bakal kok Ani,
kami gak bisa lupain kamu dek.”
“Janji ya kak.”
“Iya janji.”
“Distan kamu sudah ada
Planning untuk lanjut di mana?” tanya Rendy.
“Sudah aku akan lanjut
di UK,” kata Distan.
__ADS_1
Ani mendengar kakaknya
akan lanjut pendidikan di UK dia sangat murung, siapa lagi yang akan menemani
dirinya. Dia mau lanjut kuliah di mana, dia harus izin ke suaminya dulu.
“Dek kamu kenapa?”
tanya Distan.
“Gak kenapa- kenapa
kakak, Ani akan jauh aja dari kakak. Nanti siapa yang ani kangenin.”
“Hi... kamu ini, kakak
tidak akan lama di sana hanya 3 tahun saja sayang, nanti kakak kembali lagi
kesini untuk jemput kamu.”
“iya jangan lupa
sering- sering hubungin Ani kakak, Ani juga bingung nanti mau lanjut Kuliah di
mana.”
“Kamu harus izin dulu
Ani sama om- om galak,” ujar Rendy.
“Iya kakak, tapi aku
takutnya gak di izinkan kakak.”
“Kamu bicarakan baik-
baik dulu sama dia dek. Pasti kamu di izinkan olehnya dek.”
“Tapi... aku juga ragu
kakak di kasih izin atau tidak! Soalnya mas Dirga selalu minta aku untuk
melahirkan anaknya selesai lulusan ini.”
Tawa mereka pecah dengan ucapan Ani tabuh itu.
“Ya om- om galak sudah
ingin punya anak itu Ani, kenapa gak kabulkan aja.”
“Enak aja kak Rendy,
aku mau kuliah dulu.”
“Ya sih tapi gak salah
juga kan kalau kamu punya anak saat ini
Ani, nanti pas kami pulang ke sini sudah ketemu ponakan cantik- cantik, lucu,”
gurau Rendy.
“Kak Rendy nyebelin
bangat si.”
“Iya suami kamu udah
tua, Ani ntar di juga belum punya anak malu dong sama yang lain.”
“Tau,...ah kak Rendy
bikin kesal aja.”
“Jangan dong, kan
__ADS_1
sekarang hari happy kita semua. Lihat no banyak yang lihatin kita dari tadi.”