MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Graduation


__ADS_3

Satu minggu kemudian


tiba saat- saat yang di nanti- nanti oleh semua murid. Sekarang aula sekolah


itu sudah penuh dengan semua murid yang akan melaksanakan perpisahan sekolah. Suara


bising keramaian juga sangat terdengar sekali, kebetulan hari masih pagi acara


belum di mulai sama sekali. Satu persatu murid berdatangan di dampingi oleh


keluarga mereka. Dengan pakaian yang cantik serta anggung yang menutupi tubuh


mereka, tak lupa juga dengan Ani yang baru saja datang dengan ke tiga kakaknya


itu. mereka berempat jadi pusat perhatian banyak siswa- siswi lainnya bagaiman


tidak pria tampan –tampan itu berjalan sambil menggandeng tangan si cantik Ani


yang tak kalah cantik, anggun. Banyak yang menatap mereka dengan terpesona. Ani


yang di gandeng sang kakak tercintanya itu, berjalan dengan santuy ke arah


kursi yang sudah tersedia di sana.


Rendy yang mengenakan


pakaian kasual  berwarna biru muda sangat


mecing dengan penampilannya, gaya rambut yang di tata rapi itu bagaikan


penambah kadar ketampanan dirinya. Sangat cocok dengan postur tubuhnya bagaikan


model remaja. Tak kala dari itu Aldo juga sama dengan Rendy tak kalah tampan


dengan pakaian yang di gunakannya pada pagi ini, begitu juga dengan Ani dan


Distan mereka mengenakan pakaian yang konsepnya sama. Kedua kakak beradik itu


terlihat sangat serasi sekali dan tentunya akan mengudang banyak mata siswa


yang mengidolakan Distan akan banyak bisik- bisik yang  terdengar.


“ wih keren bangat tu


Distan, tampang sekali dia,” ujar gadis baju merah itu.


“Iya keren, pengen


bangat gue jadi pacar dia.”


“Tapi si Ani juga


terlihat cantik sekali.”


“Dia lagi yang lo


kagumi?” ketus temannya.


“Lo kenapa emangnya?”


tanya  gadis baju merah itu.


“Lo gak tahu apa,


selama dia sekolah di sini  si Distan itu


kayak kunci ama prangko aja. Gue gak ada waktu untuk deketin Distan .”


“Ya, mereka saudara


kali. Kan dia adik Distan ya wajar lah dia kayak perangko.”


“Kesal ah, jangan sebut


nama dia lagi.”

__ADS_1


“Ya, wih  gue gak nyangka mereka tampan – tampang sekali.”


Gadis yang di


sampingnya hanya menghela nafas kasar.


 Kita kembali lihat ke empat orang yang jadi


pusat perhatian itu, Ani sudah duduk di tengah Aldo, Distan, di samping Distan


ada Rendy yang lagi duduk anteng di sana yang menatap ke atas panggung itu.


“Kenapa bro lihat gitu


amat?” tanya Aldo.


“Gue bakal rindu bangat


nanti suasana ini,” ujar Ready.


“Emang kamu aja , kita


juga lah.”


“Iya, tapi setelah ini


gue bakal jauh dari kalian semua!” tutur Rendy pelan.


“Emang kak Rendy mau


ke mana?” tanya Ani.


“Kakak mau lanjutin


studi di London dek sayang.”


“Jauh sekali kakak,


pasti aku akan kangen kakak,” ujar Ani .


sana kakak akan sering memberikan kabar kok.”


“Emang lo doang yang


akan  kesana, gue juga kok,” saut Aldo.


“Lo, di sana juga?”


tanya balik Rendy.


“Iya gue di sana, gue


mau lanjutin cita- cita gue di sana. Gue mau terjun ke dunia perfilman Rendy.”


“Kak, Aldo, Kak Rendy


bakal jauh dari Ani, nanti jangan lupa sering- sering kabari Ani, jangan


lupakan Ani kakak,” ujar Ani cemberut.


“Gak bakal kok Ani,


kami gak bisa lupain kamu dek.”


“Janji ya kak.”


“Iya janji.”


“Distan kamu sudah ada


Planning untuk  lanjut di mana?”  tanya Rendy.


“Sudah aku akan lanjut


di UK,” kata Distan.

__ADS_1


Ani mendengar kakaknya


akan lanjut pendidikan di UK dia sangat murung, siapa lagi yang akan menemani


dirinya. Dia mau lanjut kuliah di mana, dia harus izin ke suaminya  dulu.


“Dek kamu kenapa?”


tanya Distan.


“Gak kenapa- kenapa


kakak, Ani akan jauh aja dari kakak. Nanti siapa yang ani kangenin.”


“Hi... kamu ini, kakak


tidak akan lama di sana hanya 3 tahun saja sayang, nanti kakak kembali lagi


kesini untuk jemput kamu.”


“iya jangan lupa


sering- sering hubungin Ani kakak, Ani juga bingung nanti mau lanjut Kuliah di


mana.”


“Kamu harus izin dulu


Ani sama om- om galak,” ujar Rendy.


“Iya kakak, tapi aku


takutnya gak di izinkan kakak.”


“Kamu bicarakan baik-


baik dulu sama dia dek. Pasti kamu di izinkan olehnya dek.”


“Tapi... aku juga ragu


kakak di kasih izin atau tidak! Soalnya mas Dirga selalu minta aku untuk


melahirkan anaknya selesai lulusan ini.”


 Tawa mereka pecah dengan ucapan Ani tabuh itu.


“Ya om- om galak sudah


ingin punya anak itu Ani, kenapa gak kabulkan aja.”


“Enak aja kak Rendy,


aku mau kuliah dulu.”


“Ya sih tapi gak salah


juga kan kalau kamu punya anak saat  ini


Ani, nanti pas kami pulang ke sini sudah ketemu ponakan cantik- cantik, lucu,”


gurau Rendy.


“Kak Rendy nyebelin


bangat si.”


“Iya suami kamu udah


tua, Ani ntar di juga belum punya anak malu dong sama yang lain.”


“Tau,...ah kak Rendy


bikin kesal aja.”


“Jangan dong, kan

__ADS_1


sekarang hari happy kita semua. Lihat no banyak yang lihatin kita dari tadi.”


__ADS_2